Rabu, 11 Juli 2018

Tidak Apa-Apa (Belum) Mencintai Dirimu Sekarang


Karena mencintai diri sendiri tidaklah semudah quote yang bertebaran di tumblr atau pinterest.



Ini gara-gara membaca ulang blog ini terus mikir dan berakhir diskusi sama temen. Di postingan itu, saya nulis harus mencitai diri sendiri sebelum mencintai orang lain dan bilang orang yang meminta seseorang untuk mencintainya di masa ini bakalan tidak bahagia. Sungguh saya mengikuti aliran mainstream banget saat menuliskan itu.

Yah sebenarnya karena baper menganalisis lagu sih.



Hanya saja ada pertanyaan yang terus menganggu di kepala saya dan akhirnya menanyakannya. Membuat sudut pandang saya terbuka dan belajar, bahwa jangan langsung judgement suatu masalah.
Apa benar harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain?

Jawabannya membuat saya merenung cukup lama dan daripada itu hanya menjadi pemikiran sesaat, akhirnya menuliskan kemari. Agar saya tidak lupa dan paham, bahwa manusia tidak sesederhana itu untuk melakukan sesuatu.

Semua orang tahu apa itu mencintai diri sendiri maksudnya seperti apa. Namun, bagi orang yang sudah terbiasa untuk tidak mencintai diri sendiri dan ingin berubah, hal ini tidak begitu mudah dilakukan. Karena sebelum sampai di fase mencintai diri sendiri, ada dua fase yang harus dilewati.

Menerima keadaan diri sendiri dan memaafkan diri sendiri.

Karena saat mencoba menerima diri sendiri seutuhnya pasti ada reaksi yang tidak terduga dirasakan. Antara membenci diri sendiri atau merasa bersalah karena melakukan hal-hal yang selama ini sudah dilakukan. Saat mencoba memaafkan diri sendiri, pasti ada ego yang bermain di kepala. Merasa semua yang terjadi memang pantas dan memaafkan diri sendiri terasa sulit.

Pada proses ini, tidak semua orang punya mental yang kuat untuk menghadapinya sendiri. Tidak apa-apa jika membutuhkan orang lain untuk mendukungnya, merasa diri sendiri pantas untuk dicintai dan mencitai diri sendiri. Memang ada resiko jika orang ini menyakiti hatinya, tetapi bukankah setiap hal di dunia ini memiliki resikonya?

Setelah bisa menerima diri sendiri, fase kedua adalah memaafkan diri sendiri. Belajar menerima bahwa kesalahan yang lalu tidak bisa diubah, belajar bahwa hari ini dan esok bisa lebih baik dari kemarin. Karena kenyataanya meminta maaf kepada orang lain kadang lebih mudah daripada mencoba memaafkan kesalahan diri sendiri.

Berapa lama sampai akhirnya bisa mencintai diri sendiri? Saya tidak bisa menjawabnya, karena setiap orang punya permasalahannya sendiri. Tidak ada batas waktu dan yang tahu siap untuk mencintai diri sendiri adalah orang itu sendiri.

Tidak apa-apa jika hari ini kamu belum mencintai dirimu sendiri. Kamu sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik versimu dan tidak perlu tertekan akan batas waktu untuk bisa mencintai diri sendiri. Karena tidak ada larangan untuk belajar mencintai diri sendiri seumur hidupmu.
Auklah saya menulis apa ini, hahahaha.

Tidak ada komentar

Posting Komentar