Jumat, 22 Juni 2018

Tentang Masa Depan

Waktu itu, saya juga ada menuliskan hal yang sama. Saya benar-benar di fase fcked up bangetlah kalau boleh jujur, sampai menghadapi TA saja tidak berani selama sebulanan ini.



Kalau baca di sini, di postingan itu intinya saya tidak yakin bisa bekerja di dunia migas. Beberapa kali saya berusaha menyakinkan diri bahwa bisa, semua akan ada jalannya. Lalu beberapa kali mimpi selama bulan puasa itu yang intinya saya diremehkan. Diremehkannya dengan bilang saya bodoh dan meski di mimpi-mimpi itu akhirnya saya bisa bekerja, tapi saat bangun untuk sahur jadi berpikir.

Anggap saja saya pesimis, tapi saya lebih suka menganggap diri ini rasional. Dari mimpi itu, ada beberapa hal yang disadari dan membuat saya memikirkan kembali untuk mencoba melamar pekerjaan ke dunia migas.

Pertama
Saya paling tidak suka diremehkan. Lebih spesifiknya, saya paling tidak suka dikata bodoh dan bahasa lebih kasar yang intinya itu. Saya pernah merasakan dikatain seperti itu dan meski itu memang memotivasi, saya masih sakit hati sampai sekarang kalau mengingatnya.

Kedua
Seperti saya bilang di postingan-postingan lalu, kalau IPK saya tidak akan sampai 3. Dengan nilai segitu, saya rasa pekerjaan yang bisa ditekuni adalah bekerja di bank. Terserahlah kalau nanti dikatain kuliah capek-capek tidak sesuai jurusan, tetapi rasional sajalah. Saya butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga di rumah dan yang terpikirkan adalah ini.

Ketiga
Anggap saja alasan saya cemen, saya tidak mau gosong karena kerja di lapangan. Saya mulai tertarik dengan make-up dan kalau sampai kerja di dunia migas dan ditempatkan di lapangan, bye saja riasan di muka. Adanya nanti muka malah kacau karena kena panas lapangan.

Saya sudah yakin akan melamar pekerjaan di bank begitu lulus kuliah dan biarlah pekerjaan dari bawah serta gajinya UMR lebih sedikit. Tidak masalah, karena sebenarnya selain uang, yang saya kejar ada 2 hal pada pekerjaan ini.
  1. Saya tidak mau menikah. Setidaknya tidak dalam lima tahun ke depan dan bekerja di bank memberikan kesempatan hal itu. Maksudnya ... sudah peraturan tertulis bukan kalau bekerja di bank belum menikah dan tidak berniat menikah dalam jangka waktu tertentu? Itu yang saya kejar.
  2. Ada bank yang membuka cabang di Seoul. Silahkan anggap saya halu, tapi saya ingin ditempatkan di sana. Bukan buat fangirl (karena sepertinya kalau saya sampai penempatan di sana pun, idol yang saya suka pada inactive), tapi memang dari dulu saya ingin tinggal di luar negeri dan spesifiknya di sini.
Ada alasan khusus kenapa saya tidak ingin menikah muda dan mungkin suatu saat nanti akan dibahas kemari. Sampai saat itu tiba, setidaknya biarkan saya menuliskan alasan general saya memilih masa depan seperti ini. Silahkan dihina, tapi tidak semua orang paham akan alasan saya itu.

Meski saya tahu mengkhawatirkan masa depan yang belum terjadi tidaklah selalu baik, tapi saya tidak bisa mengabaikannya. Saya juga ingin tidur tenang karena tahu apa yang ingin dicapai tahun ini.

Tidak ada komentar

Posting Komentar