Minggu, 20 Mei 2018

Pertemanan yang Ada Batas Waktu

Ini semua gara-gara baca ulang postingan blogger favorit dan berdiskusi dengan teman karena kami memutuskan untuk menjauh sejenak dari akun Twitter khusus fangirl. Berakhir mempertanyakan tentang konsep pertemanan.


Pernah terpikirkan tidak kalau pertemanan itu tidak ada yang abadi?

Sebenarnya konsep pertemanan bagi setiap orang saya rasa berbeda-beda. Karena beda usia, berbeda pula pertemanan yang ingin dirasakan. Kalau dipikir-pikir, pertemanan saat SMA dan saat kuliah saja sudah berbeda. Apalagi kata teman saya yang sudah bekerja bilang, semakin umur bertambah maka pertemanan juga akan semakin kecil lingkarannya.

Saya pribadi mengamini, karena memang tengah merasakannya sekarang. Teman yang nyatanya dulu sering kemana-mana bersama, sekarang punya kesibukan masing-masing. Ada yang bekerja, ada yang pulang kampung, ada yang sibuk mengurus anak serta suaminya dan ada yang sibuk dengan tugas akhirnya yang tidak kunjung selesai. 

Apalagi karena saya introvert dan juga termasuk golongan shitty friends yang tidak begitu baik menjaga pertemanan. Lebih tepatnya, karena saya sering tidak cocok dengan pembicaraan mereka. Saya suka KPOP, mereka suka lagu Indonesia. Saya tidak peduli dengan gosip, mereka selalu membahas gosip yang bahkan kebenarannya perlu dipertanyakan. Itu hanya dua contoh, ada banyak hal lainnya yang membuat saya memilih untuk berinteraksi seperlunya.

Dulu, saya anggap hal ini aneh. Saya menganggap diri ini terlalu shitty banget untuk berteman, sampai tadi tidak sengaja mengklik QnA part 2 Suhay Salim. Membahas hal yang saya rasakan sekarang dan kalimatnya kurang lebih kayak di bawah ini, yang mana kena banget.

Semakin kamu beranjak dewasa, semakin menemukan teman-teman yang cocok denganmu. Tapi percayalah, nanti bakalan ketemu juga yang cocok, kayak mencari jodoh.

Mungkin itu alasan kenapa dia cuma satu-satunya Youtubers Indonesia yang saya ikuti, karena pola pikirnya sama. Juga menyadarkan bahwa saya yang tidak mudah cocok dengan orang lain itu bukanlah hal yang aneh.

Karena value yang dicari dalam pertemanan itu seperti apa?

Pertanyaan di atas cuma bisa dijawab oleh masing-masing individu. Bagi saya, orang yang ingin dijadikan teman adalah yang bisa mengimbangi pola pikir saya yang terlalu random, bisa diajak diskusi dan paling terpenting adalah yang bisa memberikan opini yang masuk akal.

Sepertinya benar kata Suhay Salim, mencari teman seperti mencari jodoh, karena tipenya kurang lebih saja.

Tidak ada komentar

Posting Komentar