Senin, 07 Mei 2018

Alasan Blog Ini Eksis

Sepertinya saya harus menjabarkan kalau blog ini lebih dari sekadar menampung nyek-nyek doang. 



Kalau saya boleh jujur, saya mengaktifkan blog ini kembali Nopember tahun lalu. Alasannya, saya waktu itu hanya ingin menulis, tapi bukan fiksi. Saya sudah terlalu capai bermain dengan fiksi dan meminjam nama tokoh lain sebagai medium penyuara pikiran ini.

Awalnya berat, saya bahkan pesimis jika blog ini tidak akan berakhir diabaikan lagi. Namun, ternyata saya bisa mulai konsisten menulis dan bahkan bulan ini tanpa sadar saya menulis setiap hari. Mungkin karena saya sekarang sudah punya metode sendiri, mengetik dulu di Evernote, lalu sync di laptop. Edit cover pakai Phonto yang dimasukkan di Evernote.

Saya suka menulis, terutama menulis cerita. Namun, sekarang saya sedang suka menulis tentang kehidupan serta masalah-masalah yang membuat saya berpikir. Blog ini menampung semua itu, pemikiran dan perasaan saya tentang berbagai hal. Karena saya sadar diri, saya itu pelupa tingkat akut. Bahkan saya kalau absen menuliskan Daylio sehari saja, sudah lupa apa saja yang dilakukan hari itu.


Menurut saya, ada banyak hal yang sebenarnya bisa dituliskan pada blog. Saking banyaknya, sampai tidak bisa dibatasi kalau tidak jelas niche blog dan personal branding apa yang ingin dibangun. Kalau saya sendiri jujur hanya ingin menuliskan hal-hal yang sudah didiskusikan selama ini. Kalau pada akhirnya tidak berkenan dengan opini saya, tidak apa-apa.

Karena saya tidak bisa memaksakan orang untuk menyetujui opini saya. Sebaliknya, orang lain pun tidak bisa memaksa saya untuk menyetujui opininya. Kita punya hak dan kewajiban dasar yang harus dihormati satu sama lain.


Pada akhirnya, saya ingin blog ini penyimpan kenangan tentang berbagai pemikiran saya. Kalau nanti di masa depan saya membaca seluruh postingan dan merasa tidak setuju dengan pemikiran di masa lalu, tidak apa-apa. Karena setidaknya saya tahu, di suatu masa pernah berpendapat demikian dan jika tidak setuju, maka buatlah postingan untuk mengoreksinya.

Saya juga tidak masalah sebenarnya kalau ada orang membuat blog hanya untuk monetizen alias mencari uang. Asalkan dia tidak memberikan informasi yang salah, ya tidak masalah. Saya jujur suka membaca soft selling dari postingan berbayar di blog favorit, asalkan ada banyak informasi yang diberikan. Postingan berbayar tidak selamanya menyebalkan, kalau tahu cara menuliskannya dengan benar.

Karena kembali lagi, tujuan membuat blog untuk apa? Terserah saja, yang penting hanya dua hal penting yang harus dipegang teguh oleh yang punya blog. Dapat bertanggung jawab dengan konten (tulisan) yang dibuatnya, serta hal yang tidak kalah penting adalah bisa memberikan manfaat kepada orang lain. 

Tidak ada komentar

Posting Komentar