Jumat, 06 April 2018

Tentang Hidup Belakangan Ini


Jadi ada terlalu banyak yang terjadi dan saya berakhir mengabaikan lagi blog ini. Memang sepertinya harus membuat jadwal untuk menulis secara konsisten. Jadi kali ini mau cerita apa saja yang terjadi selama tidak menulis kemari.

⭐ Kembali Bertemankan Revisi
Sejujurnya saya capai. Padahal sudah revisi persis seperti yang dosbing inginkan, tetapi beliau malah bilang ganti judul kembali + kali ini maksud dan tujuan proposal TA yang direvisi. Juga meminta bab 2 proposal yang tentang overpressure juga ditambahkan. Mental saya kembali jatuh sejatuh-jatuhnya.

⭐ Pergi ke Pontianak 
Saya sebenarnya setengah ikhlas pergi kemari dan begitulah, terlalu banyak hal yang membuat emosi saya di titik terendah. Dua hari sebelum pergi, saya sampai di level berbicara sendiri karena kesal dan menangis, lalu tertawa sendiri.

Saya rasa, saya membutuhkan pertolongan dari luar.

Tidak ada dokumentasi pribadi selama di sana, karena tujuan kemari adalah untuk mewujudkan keinginan Ayah. Saya selalu menangis jika teringat beliau bilang kalau ini adalah keinginan terakhirnya. 😭

(Baca: Hal yang Membuat Saya Sedih)

⭐ Ayah Masuk Rumah Sakit
Sebenarnya, hal ini sudah bisa diprediksi setelah pulang dari Pontianak. Saya bahkan sudah memprediksi HB Ayah di bawah 7,5 dan memang benar, kenyataannya HB berada pada nilai 7,4.

Sekarang saya sedang di rumah sakit, menemani beliau. Capai sebenarnya, tapi kalau bukan saya yang menjaga, siapa lagi?

⭐ Manusia yang Terlalu Mendramatisir
Begini, saya tahu dia terkena skandal karena fansnya yang tidak bisa membedakan realitas dengan cerita. Hanya saja, saya benar-benar kesal dengan dia yang sok kepedean. Hanya karena tulisan anon, jadi merasa dia yang diserang.

Entah saya yang terlalu muak dengan sikapnya yang bisa dikategorikan sebagai caper atau memang toleransi kepada manusia yang terlalu menggunakan perasaan dalam menghadapi masalah cenderung rendah. Hanya saja yang jelas, saya benar-benar lelah dengan sikapnya.

Kalau kamu tidak bisa mendefinisikan tujuan menulis, tidak bisa mengatur dirimu untul tidak bertemu dengan omongan jahat, jangan sok drama. Saya yakin kamu punya akal, tahu bagaimana cara menyelesaikannya bukan?

Kalau kamu memang hanya peduli sama yang benci dirimu, saya kasihan sama yang mencintai tulisanmu tanpa syarat. Mereka yang jumlahnya lebih banyak nyatanya kalah mendapatkan atensi dari segelintir manusia yang tidak menyukaimu.

Benar, saya kesal karena kamu tidak menghargai orang yang mencintai tulisanmu dan memilih untuk membuat drama dengan mengangkat sikap orang yang membencimu. Kasihan ya kamu, tidak bisa memilih bagian mana untuk membuatmu bahagia.

(Berakhir mendedikasikan postingan ini untuk ybs)



Sepertinya saya akan mulai menyusun jadwal untuk menuliskan apa yang terjadi pada hidup ini. Tujuannya sederhana, hanya untuk dokumentasi kehidupan. Terserah dianggap narsistik, tetapi saya ingin ada dokumentasi kehidupan selain di Daylio.

Tidak ada komentar

Posting Komentar