Kamis, 26 April 2018

Setiap Orang Tua Punya Definisinya Sendiri Menjadi yang Terbaik

Dulu, saya pikir menikah itu hal yang gampang. Karena menikah, punya anak dan hidup bahagia itu tampaknya mudah. Itu sebelum saya merasakan kejamnya kehidupan dari SMP dan mulai merasa takut untuk menikah. Apalagi beberapa teman saya menikah muda dan tampak tidak bahagia, semakin membuat saya urung menikah.

Kayak ... buat apa menikah kalau tidak bahagia? 😞


Juga, saya belajar kalau menikah itu tidaklah bisa menjamin kalau pasti bakalan bahagia. Lalu karena takut akan pernikahan, jadi mencari tahu pernikahan itu kehidupannya seperti apa? Bacalah berbagai blog curhatan hati ibu-ibu blogger yang sudah menikah dan segala problemanya.

Iya, saya tahu salah banget menganggap menikah pasti bakalan bahagia. Hanya saja, bukankah masyarakat selalu mengatakan hal seperti ini? Saya hanya menuliskan apa yang selalu orang di sekitar katakan jika ditanya pendapatnya tentang pernikahan. 

Hanya saja, saat saya duduk di KFC hari ini karena mengerjakan TA dan melihat sekitar, saya sadar banyak keluarga yang datang silih berganti. Saya tidak akan menilai pilihan orang tua yang membawa anaknya ke tempat makanan yang tidak sehat, karena bukan itu fokus postingan ini. 

Saya melihat beberapa jenis keluarga dan semakin membuat saya yakin, menikah tidak sesederhana itu. 

Keluarga pertama, seorang Ibu dan anak yang berkebutuhan khusus. Bagaimana saya tahu? Karena anaknya terus bertanya hal yang sama berulang kali dan Ibunya saat cuci tangan dengan sabar menjawabnya. Anaknya laki-laki, obesitas dan tampak sudah tidak bisa digolongkan sebagai anak-anak. 

Keluarga kedua, seorang Ibu dan anak laki-lakinya yang mungkin berusia sekitar 4 tahunan. Anaknya bolak-balik ke tempat cuci tangan dan Ibunya beberapa kali memanggil dengan nada kesal. Setelah makan, seperti itu lagi sikapnya dan tidak dipedulikan oleh Ibunya karena tengah berbicara di telepon. Entah bercerita tentang siapa, sepertinya menggosipkan orang lain. Begitu anaknya memainkan pintu di KFC, beliau marah. 

Keluarga ketiga, terdiri dari Ayah, Ibu dan anak perempuan yang mungkin berusia sekitar 4 tahunan juga. Rambutnya bob lucu dan kalem saat makan ... karena dikasih gadget. Seru deh dengerin lagu anak-anak lagi, hahaha. 

Cuma tiga aja, soalnya saya sambil mengerjakan TA dan tidak memperhatikan sekitar lagi. Hanya saja, satu benang merah yang bisa saya simpulkan, pernikahan itu intinya adalah tentang kesabaran. Karena kalau sudah menikah, pasti banyak ujiannya. 

Setiap orang tua yang waras selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Terbaik untuk mereka berikan, belum tentu ideal untuk masyarakat dan di mata pakar kesehatan anak.

Karena saya yakin semua orang tua pasti ingin anaknya normal seperti yang lain. Namun, kalau dikasih anak berkebutuhan khusus lantas diabaikan? Kan tidak semudah itu. 

Kalau orang tua memanggil anaknya dengan nada membentak karena sikap anaknya yang "nakal", saya tidak bisa langsung memberikan penilaian negatif. Karena saya tidak tahu apa yang mereka lalui sampai bisa menjadi seperti itu. Hanya bisa berharap kalau di rumah mungkin mereka tidak meninggikan suara dan yang terjadi di luar rumah karena bentuk reaksi spontan. 

Makan tenang itu sebuah kemewahan dan kalau itu berarti harus ditolong dengan gadget, ya tidak apa-apa. Karena saya tidak tahu kedua orang tuanya selapar apa. Siapa tahu saat pagi tadi mereka sarapan sedikit atau bahkan tidak sarapan karena buru-buru ke rumah sakit? Karena mendapatkan nomor antrian awal itu kayak hunger game. Karena semakin lama di rumah sakit, anak bisa makin cranky. 

Intinya, mereka semua hebat. Para orang tua ini saya yakin berusaha memberikan yang terbaik buat anaknya. Juga, saya tahu kalau tidak semua orang punya stok kesabaran yang sama rata. Tidak apa-apa, karena mereka manusia biasa yang tidaklah sempurna. 



Tambahan:
Saat saya perjalanan menuju lobi rumah sakit dari ruang HD, saya melihat anak kecil yang menggunakan alat bantu pendengaran. Tengah duduk di lantai dan Ayahnya membujuk anak itu untuk duduk di kursi. Mau nangis lihatnya 😭

Tidak ada komentar

Posting Komentar