Minggu, 15 April 2018

Sabar ... Semua akan Segera Berakhir (Mungkin)


Jadi ... minggu ini akhirnya saya kembali menyentuh skripsi setelah selama ini diabaikan. Bukan diabaikan sih, tepatnya saya kelelahan karena begitu pulang dari Pontianak, Ayah masuk rumah sakit. Menginap di rumah sakit dan saat pulang, punggung saya sakit dan masuk angin 😑 *Asian people problem banget*

Hari Rabu lalu (11 April 2018) baru benar-benar menyentuh proposal lagi setelah direvisi besar-besaran oleh dosbing sebelum ke Pontianak. Beliau tidak mau memeriksa Bab 1 dan Bab 2 tugas akhir saya karena proposal saja belum tuntas.

Padahal teman yang lain pakai format persis seperti proposal saya diterima saja, kenapa saya sendiri yang dipersulit oleh dosbing? 😭

Kalau bisa dirinci, hal-hal yang diubah dari proposal:
  1. Judul kemarin padahal tadinya sudah di acc, lalu tiba-tiba dosbing berubah pikiran bilang kalau lebih baik judulnya diganti. Judul jadi makin diperpendek dan berakhir menjadi, "Analisa Penentuan Overpressure Pada Sumur 'ANG-03' Lapangan Sanga-Sanga". Berdoa aja semoga ini tidak direvisi lagi, karena saya sudah kehabisan ide memperpendek judulnya seperti apa lagi 😭
  2. Bab 1 (Pendahuluan) yang bagian Latar Belakang.
    Minta diperinci. Minta ada penjelasan umum kondisi lapangan, permasalahan penelitian, metode penelitian dan penutup. Di proposal, baru bagian penjelasan umum dan penutupnya, jadi minta ditambahkan.
  3. Bab 1 (Pendahuluan) yang bagian Identifikasi Masalah dan Maksud serta Tujuan Penulisan.
    Kalau ada yang disyukuri, cuma diminta dibuang point ke 6, soal perkiraan cadangan. Katanya udah kebanyakan bahasan saya dan setelah menulis bab 3 di TA, saya mengamini ini. Huhuhuhu untung disuruh dibuang 😭
  4. Bab 2 (Dasar Teori), dosbing minta pas penjelasan Logging ditambahkan juga Overpressure yang inti TA aku. Kirain boleh dibuang yang Logging, tahunya tidak boleh karena bahasannya kan terhubung sama itu.
  5. Bab 2 (Dasar Teori) yang bagian Overpressure, minta diubah lagi karena penjelasannya kurang banget dan yang ini memang sudah diprediksi. Waktu itu cari di internet karena saya tidak punya refrensi. Sekarang punya dan tahu harus mencari kemana, tetapi deym susah sekali mencarinya. Sekali ada, bayar pake dollar 😭
Saya juga menyadari, bahwa tema yang saya ambil belum pernah ada yang menuliskan. Perpustakaan kampus tidak bisa diharapkan mencari refrensi untuk TA saya, nasib.

Terus mencari di internet dan universitas sekelas ITB aja, yang menuliskan tema seperti saya cuma 8 orang! Makin aung-aunglah saya saat melihat dari 8 orang itu, 6 di antaranya untuk tugas akhir S2 atau S3. Mana tidak bisa di download, jadi saya mencari teman untuk bisa mengakses perpustakaan digital ITB. Doakan saja semoga dapat 8 judul ini.

Iseng mengetikkan nama penulis refrensi yang saya punya dan begitu keluar hasilnya, sesak napas. Ternyata materi refrensi di laptop saya berharga + 20 juta per April 2018 ini. Mohon maaf, itu duit apa daun ya yang dipakai buat membayar seminarnya? 😭

Intinya postingan ini adalah...,
Mulai mempertanyakan kenapa terperosok di lembah tugas akhir yang biayanya mahal dari sisi refrensi. Apalagi mengalihkan bahasa ke Indonesia juga bingung karena ... kenapa jadi aneh?

Tidak ada komentar

Posting Komentar