Jumat, 27 April 2018

Menulis TA itu Memang Permainan Pikiran


Kali ini saya mengakui kalau rasanya malas banget untuk melanjutkan TA. Malasnya level mengetik 1 kalimat, main HP 2 jam. 😑

Saya tahu banget kalau ini salah, apalagi hari Jum'at (yang berarti besok) siang bakalan ketemu dosbing. Bakalan membahas bab 4 yang merupakan pembahasan. Sementara saya baru editing bab 2. Saya tidak bisa menulis kalau tidak sesuai dengan urutan. 😭

Ini sedang membulatkan tekad untuk menulis. Bodoh deh begadang, karena saya harus mengejar banyak hal. Karena kalau boleh saya jujur, TA yang kemarin-kemarin saya kerjakan itu zonk banget. Karena setelah serangkaian revisi, isi TA saya sudah berubah jauh. 

Denial kalau tidak ganti TA pun saya tak bisa. Iya, pada akhirnya saya membuat baru lagi. Saya bahkan punya 5 prototype karena setiap bimbingan kan revisi proposal. Langsung saya ganti juga TA aslinya. Begitu sudah diterima dan ditanda tangani, pusing. 😵 

Mana laptop pakai acara lemot lagi. Aduh jangan rusak, saya masih butuh kamu sampai akhir tahun ini untuk editing fanfiction yang dijadikan novel yang dicetak sendiri. 😭

Saya penasaran, kalau nanti sudah kerja dan membaca entri tag ini apakah akan kangen? Apakah akan menertawakan saya yang kebanyakan pakai emoticon? 

OOT, saya galau mau ganti tema blog lagi. Ada ketemu desain yang saya banget, tapi maunya custom. Cuma maju mundur, bukan karena gak ada uangnya atau pakai paypal, saya pasti berakhir mempertanyakan prioritas hidup. 

Karena dari kemaren mengeluh harga paper mahal dan pake dollar, kenapa mampu beli tema custom yang juga dollar? 😩



Tambahan:
Akhirnya jujur sama dosbing kalau hari ini tidak bisa menemuinya karena belum selesai bab 4. Eym, boro-boro bab 4, bab 2 aja masih belum selesai menuliskan petroleum system.

2 komentar:

  1. Pasti kmu akan mengingat momen ini nntinya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang pusing, emosi naik turun kayak roller coaster :(

      Hapus