Karena Benci Kadang Tidak Butuh Alasan

Kamis, 12 April 2018

Sebenarnya, kenapa juga sih harus mikirin kata orang lain?


Postingan ini masih sambungan yang sebelumnya. Hanya saja, kalau yang waktu itu membahas tentang fans salah satu boyband Korea, kali ini saya ingin membahas satu oknum. Tulisan ini sudah mengalami perombakan yang cukup signifikan karena setelah saya baca kembali, terlalu objektif.

(Baca juga Kritikan dan Kebencian yang Harus Diterima dalam Hidup)

Semoga yang kali ini tidak terlalu objektif.

***

Beberapa waktu yang lalu, Twitter sempat heboh karena salah satu fans penulis fanfic rasa lokal (sebenarnya saya tidak mau mengkategorikan sebagai fanfic, tetapi dia sendiri yang membuat seperti itu) membawa pasangan fanfic lokalan itu ke salah satu idol. Sontak saja, fans internasional meradang dan fans lokal menghujat penulisnya.

Saya tidak mau membahas detail, karena ujungnya menyalahkan satu pihak. Jadi sekitar dua minggu yang lalu, penulis ini kembali ke media sosial (Twitter) dan membawa thread tentang yang dirasakannya. Jujur, saya berusaha mengabaikannya sampai membaca salah satu tweet yang seolah bilang semua orang tidak boleh "benci" dengannya. Hanya karena ada orang anonymous mengirim di base Twitter soal penulis "bermasalah" kembali berkarya.

Oh wow, siapa kamu sampai memaksa orang untuk tidak membenci?

***

Hal yang ingin saya sampaikan di postingan kali ini adalah, jangan memaksa orang untuk mengikuti keinginanmu. Rasa benci manusia itu tidak bisa dicegah dan seringnya, tidak ada alasan yang mengikutinya. Memang menyakitkan, tetapi manusia itu kompleks dan kamu tidak bisa mengatur selera semua orang.

Padahal, kalau kita merasa dibenci oleh golongan tertentu, bukankah ada cara untuk mengabaikannya? Fokus dengan orang yang menyukai kita misalnya, karena saya yakin jumlah orang yang membenci tidaklah sebanding dengan orang yang mencintai. Kadang, saya sedih melihat orang lain yang terlalu fokus untuk peduli kata orang yang membencinya daripada orang yang nyatanya mencintainya. Apa orang-orang baik ini tidaklah berharga dihidupnya?
Hanya saja, manusia memang sekompleks itu. Teorinya memang harusnya diabaikan, tetapi saat benar-benar terjadi pada kehidupannya, pikirannya memberikan reaksi di luar teori yang telah ditetapkan. Mungkin itu juga yang dialaminya. [Teman berinisial Haru
Intinya postingan ini, abaikan orang yang membencimu dan jangan kepedean tulisan ujaran kebencian ditunjukkan untukmu. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar