KPOP Bukan Hal Negatif

Kamis, 08 Maret 2018

Ditulis karena banyak orang mengatakan Idol Korea itu adalah Iluminati dan sengaja untuk melemahkan moral. Padahal kalau dipikirkan kembali, yang ngomong ini cemen banget ya mentalnya sampai tidak bisa mengontrol dirinya.


Saya sebal banyak orang (terutama ustad yang ilmunya setengah dan orang yang menerima perkataan ini tanpa dipikir pakai otaknya) selalu bilang kalau suka Korea itu sama saja kafir. Masuk akal?

Pertama, yang ngefans pasti sudah tahu kalau agamanya berbeda. Padahal jelas kami yang menyukai Idol itu karena kemampuan dan lagunya. Ya bohong sih kalau tidak tertarik karena visualnya, karena manusia ya mahluk visual.

Kedua, kenapa selalu menekankan Idol Korea? Kenapa tidak artis Barat yang jelas kelihatan ada unsur pemujaan setannya? Atau kenapa tidak kritik penyanyi dangdut Indonesia yang kebanyakan mengumbar aurat?

Ketiga, Idol Korea tidak ada hubungannya dengan moralmu. Kalau ada yang merasa hidupnya kacau karena kebanyakan fangirl, itu salah orangnya. Idolamu tidak pernah memaksa kamu untuk menjadi penggemarnya dan Idolamu tidak bertanggung jawab atas masa depanmu.

*begini aja udah emosi*

Baca deh di bawah ini dan mari kita renungkan bersama. Apakah pantas menegur sampai sebegininya?



Miris baca thread ini, apalagi yang melakukannya adalah oknum guru. Padahal, apa yang didapatkan setelah mengatakan itu? Superior karena merasa benar?

Saya justru merasa yang ada orang-orang penyuka KPOP akan lebih batu untuk terus menyukainya. Padahal, suka seperti ini hanyalah fase dalam kehidupan. Suatu saat nanti akan bosan sendiri dan bakalan berhenti.

Dampak positif dan negatif saat menyukai sesuatu adalah sepenuhnya pilihan kita, Karena yang menentukan kegiatan adalah kita sendiri dan yang tahu efek sampingnya adalah kita sendiri.

Padahal menurut saya, menyukai KPOP itu justru menjauhkan diri dari efek negatif. Efek negatif yang biasa ada pada pergaulan remaja masa kini yang mengerikan. Efek negatif karena stres dengan kehidupan dan merasa semangat karena menyukai KPOP.

Saya sejujurnya heran dengan Indonesia. Kenapa suka sekali ikut campur dengan urusan orang lain? Apa merasa ilmunya sudah 'banyak' sehingga menganggap dirinya 'Tuhan'? Apa hidupnya kurang banyak pekerjaan sehingga usil dengan kehidupan orang lain?

Pantas saja banyak orang yang berharap pindah kewarganegaraan. Kalau manusianya banyak berpikiran sempit seperti ini, apalagi sampai menciderai mental anak hanya karena kesukaanya. Padahal tahu, anak jaman sekarang tidak bisa dikasarin atau makin memberontak.
Pada akhirnya, ini kembali kepada diri kita sendiri. Saat menyukai sesuatu, kita akan dihadapkan dengan semua resiko yang ada. Kita punya pilihan, bertahan atau berhenti karena resiko itu. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar