Kamis, 01 Maret 2018

Kritikan dan Kebencian yang Harus Diterima dalam Hidup

Satu lagi judul blog yang panjang, hahaha 😂

Terinspirasi setelah 'diserang' fans KPOP salah satu fandom karena katanya 'menjelekkan' idolanya. Di Twitter, menggunakan akun fangirling. Padahal saya hanya mengobrol kasual dengan teman fangirl yang juga merupakan penulis wattpad.


Sebentar, sebelum masuk pembahasan mari di definisikan dulu kritikan serta kebencian. Sebenarnya harusnya bisa bedain, tapi daripada nanti terjadi hal yang tidak diinginkan lebih baik di definiskan dulu.

Kalau menurut KBBI (iya dong harus semua berlandaskan KBBI, karena apalah gunanya bahasa jika tidak digunakan) kritikan berasal dari kata kritik.
Kritik
/kri.tik/
n kecaman atau tanggapan, atau kupasan kadang-kadang yang disertai pertimbangan baik dan buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.
Sementara menurut KBBI, kebencian berasal dari kata benci.
Benci
/ben.ci/
a sangat tidak suka
Nah, kenapa banyak orang yang tidak bisa membedakan kritik dan ujaran kebencian? Saya sendiri pun heran, tapi mari kita telusuri dahulu. Karena saya tidak percaya tidak ada sebab yang menyebabkan akibat.


Tidak Bisa Menerima Perbedaan
Karena ya menurutnya pendapatnya adalah yang paling benar dan semua orang harus menurutinya.

Ya maaf aja nih, semua orang adalah individu yang memiliki pemikirannya sendiri. Meski mendapatkan pendidikan yang sama, pola pikirnya tentu saja berbeda. Ini sudah tahun 2018, jangan berpikiran sempit atau ditertawakan oleh orang lain karena dianggap bodoh.


Penganut Haters adalah Fans yang Denial
Padahal nih ya, tidak semua orang yang tidak senang denganmu adalah haters. Bisa saja dia sudah pernah berinteraksi denganmu untuk mengingatkan dan langsung di cap sebagai haters.

Tolong, bedakan kritikan dan ujaran kebencian. Kalau tidak tahu, silahkan dibaca kembali pengertian keduanya di atas.


Memang Orangnya Baperan
Padahal yang dibicarakan siapa, yang merasa tersinggung siapa. Tidak semua orang hanya berpusat dengan dirimu dan kalau semua percakapannya mengarah kepadamu, coba renungkan dan bukan malah datang-datang melabrak.

Lagipula, saya sendiri kalau tidak suka dengan sesuatu pasti akan terang-terangan ngomong. Tidak ada status no mention. Kok kesannya cemen sekali kalau no mention dan kalau memang ada yang tersinggung lalu menyerang, ya saya selesaikan saat itu juga.



Saya sadar, semua kritikan itu memang meninggalkan luka meski sebaik apa pun penghalusan bahasanya. Cuma bukan berarti, karena tidak terima dikritik jadi langsung menyerang orang yang membicarakanmu. Apalagi main keroyokan bersama geng, seperti anak SD yang kebanyakan nonton sinetron saja.

*padahal sendirinya generasi sinetron tahun 2000 sampai 2010*

Serta, orang membenci itu kadang tidak memerlukan alasan melakukannya. Berbeda dengan kritikan yang disertai dengan penyelesaian yang bisa dipertanggung jawabkan. Karena sesungguhnya menebar kebencian lebih mudah daripada memberikan kritik untuk hal yang lebih baik lagi.

Oh iya, teruntuk fans yang menyerang saya hingga membuat saya kehilangan waktu tidur yang berkualitas terjaga jam 2 pagi.
Jangan mendewakan Idolamu. Pernah mendengar fans adalah cerminan idolamu? Itu yang kalian lakukan kepada saya dan teman saya di Twitter malam itu. Kami hanya berbicara kasual tentang mengoleksi album nyatanya tidak membuat kami bahagia. Bahwa semua boyband yang kami sebutkan itu memiliki nilai positif dan negatif di mata kami, entah karena lagunya, fansnya atau pun sikap Idolnya sendiri. Serta terima kasih, karena sikap kalian kami sepakat untuk tidak mempedulikannya dan tidak akan mendukung Idolamu jika comeback nanti.

Tidak ada komentar

Posting Komentar