Rabu, 28 Februari 2018

Perlunya Mencatat Menstruasi

"Nanti sajalah, tunggu menikah."

Saya cuma bisa 😒 sama teman saat diajak diskusi tentang aplikasi pencatat menstruasi.


Sebenarnya, saya sendiri mulai mencatat siklus mensturasi semenjak baca blog Kak Ast. Dari tahun 2016 sampai sekarang saya selalu mencatat di 2 aplikasi berbeda. Nanti akan saya jelaskan alasannya, sekarang fokus dulu kenapa harus dicatat?

Pernah tidak siklus mestruasi tidak teratur? Kalau saya sering, bahkan rekor terlama saya tidak menstruasi adalah 50 hari. Saya waktu itu tidak panik, karena setiap tahun memang jadwalnya ganti siklus dan saat itu terjadi, memang akan tidak kunjung menstruasi.

Jujur saya makin ke sini semakin peduli dengan tubuh sendiri. Apalagi semenjak kerjaan saya setiap Rabu-Sabtu ke rumah sakit menemani Ayah cuci darah. Bahwa sehat itu mahal dan berharga, maka saya harus mulai peduli pada tubuh ini.

Salah satu caranya adalah dengan mencatat menstruasi yang merupakan siklus bulanan perempuan.


Tapi kenapa harus dicatat sih?
  1. Mengetahui perkiraan tanggal akan menstruasi, jadi sudah siap-siap membawa pembalut apabila 'bocor' saat beraktivitas. Menurut saya sih, tidak lucu aja pas lagi kuliah atau sedang ada kegiatan penting tiba-tiba berasa becek dan saat ke toilet ternyata menstruasi sudah dimulai. Lalu panik karena tidak bawa pembalut serta celana dalam ganti.
  2. Megetahui flow saat menstruasi. Darah yang keluar banyak, sedikit atau cuma flek. Warnanya merah muda, merah tua atau malah hitam. Serta mengetahui rentang waktu menstruasi dari awal mulai sampai selesai.
  3. Mengetahui masa subur, sehingga menjadi pertimbangan saat melakukan hubungan intim. Saya masih lajang, tapi bagi yang sudah menikah ini cukup penting. Juga bagi yang pacaran sudah melakukan hubungan intim, setidaknya jangan sampai ada anak hasil perbuatan sebelum menikah.
  4. Mengetahui apa yang terjadi pada tubuh, sehingga bisa diperiksakan ke dokter jika ada yang tidak beres. Karena ya manalah tahu ada gangguan hormon karena faktor eksternal atau pun internal tubuh. Daripada nanti ketahuannya saat sudah terlambat, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Kalau saya pribadi, mencatat menggunakan dua aplikasi, Flo dan Pink Daily. Sebenarnya ya semua fungsinya sama saja, hanya saja saya suka keduanya makanya tetap di keep untuk menggunakan keduanya. Oh iya ini aplikasi ada yang hanya untuk Android ya karena barusan ngecek di google dan ada yang untuk Android serta iOS.

Berdasarkan pengalaman pribadi saat memakainya, kedua aplikasi ini fungsinya sama. Hanya perbedaan kecil yang mungkim menjadi pertimbangan saat menggunakannya. Oh iya, semua aplikasi ini berbahasa Inggris.


1. Flo

Aplikasi yang saya pakai semenjak menggunakan HP Xiaomi 4X. Waktu itu karena entahlah ... saya merasa tidak puas saja dengan Pink Daily. Padahal pengguna Pink Daily sejak tahun 2016. Jadi iseng download dan ternyata lebih enak dan banyak penjelasan kesehatannya. Seru melihat diskusi di Daily Health Insights.

Apalagi aplikasi ini bisa terkoneksi ke Google Fit untuk mengecek udah bergerak berapa langkah. Seperti yang kita tahu, Google Fit itu adalah aplikasi penghubung untuk aplikasi apa saja, jadi kalau mau tahu jumlah kalori yang masuk ke tubuh, bisa. Asalkan aplikasinya sudah terhubung dengan Google Fit.

Oh iya, kalau bukan penyuka pink seperti saya, tema aplikasi ini bisa diganti warnanya. Saya mengganti dengan warna galaksi, lebih adem kalau dilihat. Kalau pink terlalu girly dan saya sepertinya tidak cocok dengan warna itu.

Kalau kekurangannya sih ... ada. Kalau yang memakai aplikasi ini tipe terlalu rinci pose berhubungan intim juga mau dicatat, ya di sini tidak ada. Serta, di sini tidak bisa memasukkan data lama menstruasi. Hanya data menstruasi terakhir yang bisa dimasukkan.

Juga ... sebenarnya saya tidak tahu aplikasi ini apakah juga membackup data secara otomatis atau kalau ganti perangkat akan hilang semua datanya. Menurut google, aplikasi ini bisa dipasang baik di Android mau pun iOS. Ratingnya tinggi kok, untuk Android 4,9 bintang dan untuk iOS 4,8 bintang.


2. Pink Daily

Kalau ini adalah aplikasi pertama yang saya pakai dari HP Sony Xperia Z Ultra sampai ganti HP OPPO Neo 7 dan sekarang yang menggunakan Xiaomi 4X. Suka sama tampilannya yang lucu dan penggunaanya yang detail (sampai pose berhubungan intim saja ada gambarnya, sungguh saya pun tercengang). Semua datanta bisa berpindah dari 3 HP karena semuanya ada di backup di email saya.

Tampilannya lebih simpel dan murni hanya pencatat menstruasi. Saya tidak yakin di sini ada fitur untuk mengetahui masa hamil seperti Flo. Juga di sini tidak bisa dihubungkan dengan Google Fit untuk mengimput sudah melakukan aktifitas apa saja di luar rumah. Juga, datanya harus di backup secara berkala atau datanya akan hilang jika dipindahkan ke HP lainnya *pengalaman pribadi*

Kelebihan aplikasi ini, bisa memasukkan data menstruasi dari beberapa bulan yang lalu. Juga kalau menurut saya, prediksinya untuk kapan mestruasi saya keluar lebih akurat akun ini. Mungkin karena pemakaiannya jauh lebih lama dari Flo, sehingga lebih akurat.

Aplikasi ini hanya ada di Android dan untuk rating sendiri 4,6 bintang. Lebih rendah dari Flo, tapi bukan berarti jelek. Kalau malas terlalu ribet, pakai ini saja sudah cukup.



Sebenarnya, pada akhirnya mau pakai aplikasi yang secanggih apa pun juga tidak berguna kalau ... malas. Saya sekarang mengusahan untuk rajin mencatat. Karena kalau membiasakan diri sekarang, kalau menikah nanti dan hamil, akan gampang memperkirakan due date bayi.

Meski bertanya-tanya lelaki sinting mana yang mau menikah dengan saya.

Semoga membantu bagi kalian-kalian yang nyasar ke blog ini karena mencari review aplikasi pencatat menstruasi.

Tidak ada komentar

Posting Komentar