Menjadi Jujur Itu Melelahkan

Selasa, 27 Februari 2018

Saya teringat menangis karena capek menjadi orang jujur. Cerita kepada teman dan juga dibukankan pandangan oleh beberapa kasus yang terjadi di dunia maya.


Definisi jujur itu apa?
Jujur
/ju.jur/
1. a lurus hati; tidak berbohong (misalnya dengan berkata apa adanya)
2. a tidak curang (misalnya dalam permainan, dengan mengikuti aturan yang berlaku)
3. a tulus; ikhlas
Kalau kata KBBI seperti di atas dan ya, mencari orang jujur di jaman sekarang itu sulit. Apalagi saya yang menjadi orang yang selalu berusaha jujur ini pernah di titik membenci kehidupan karena tidak adil. Saya berusaha untuk selalu jujur dalam kuliah, tapi pada akhirnya kejujuran saya seperti tidak ada harganya.

Kenapa saya berusaha untuk belajar mati-matian dan tidak mau mencontek (kecuali memang diperbolehkan open book), IPK saya tidak sebaik teman saya yang mencontek?

Kenapa saya tertinggal dari yang lainnya yang bisa lulus 4,5 tahun sementara saya masih sibuk dengan tugas akhir?

Kenapa saya selalu disalahkan tentang uang yang menipis, padahal saya sudah memperlihatkan semua bukti pembayaran?

Kata kenapa selalu berputar dikepala saya. Masih banyak sebenarnya yang mau saya protes saat kejujuran saya tidak dihargai oleh kehidupan. Sampai di satu titik, saya menangis dan chat teman internet. Saya bilang capek menjadi orang jujur saat tidak dihargai sama sekali.


👩🏻: Aku tahu ini klise, tapi suatu saat nanti kejujuranmu itu akan bernilai. Orang-orang yang tidak jujur itu, hidupnya bakalan berantakan karena sejak awal selalu berusaha dengan jalan pintas

👧🏻: Gak juga. Buktinya aku lihat orang yang beli peringkat bisa jadi Dokter, bisa lulus tepat waktu. Hidupnya bahagia! Aku capek jadi orang jujur

👩🏻: ...kamu jangan menyerah. Gapapa kamu marah, keluarin aja semuanya


Lalu beberapa hari setelah drama di atas, jagat Twitter bagian fangirl heboh karena penipuan yang dilakukan oleh Hwangable. Bahkan sampai masuk Line Today, Rappler dan bakan sampai masuk Qureta. Saya sampai tercengang membaca analisisnya, sampai bawa teori psikologi.


Saya cerita pada teman dan dia bilang:
Waktu itu kamu nanya soal kejujuran bukan? Ini jawabannya saat kamu bilang capek jadi orang jujur. Kamu mau seperti dia yang hidupnya tidak akan tenang.

Setelah itu saya merenunglah dan berakhir bersyukur karena saya tetap berusaha jujur. Setelah dipikir-pikir kembali, teman-teman saya yang selalu mencontek itu juga belum mendapatkan pekerjaan hingga sekarang. Padahal nilainya bagus dibandingkan saya, tapi ya begitulah.
Menjadi jujur memang melelahkan, tapi jangan menyerah ya. Karena kalau diri sendiri tidak bisa jujur, bagaimana mau berharap hidup dengan orang yang juga memberikan kejujuran? Ingat, apa yang kita lakukan pada akhirnya kembali kepada kita.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar