Thank You, Jonghyun

Jumat, 22 Desember 2017


Sebuah kenyataan yang sulit saya terima. Tanggal 18 Desember adalah hari ulang tahun Ayah saya, tetapi saya tidak akan pernah mengira jika hari ini juga di mana penggemar KPOP kehilangan salah satu vokalis terbaiknya dengan cara yang seperti ini.

Sedih, sakit dan tangis. Tiga hal yang saya ingat setiap detik demi detik berlalu, menarik ke bawah layar untuk menyegarkan laman Twitter. Banyak berita simpang siur, tentang keadaanmu, Jonghyun.

Lalu pada akhirnya, SM merilis pernyataan resmi. Bahwa Jonghyun telah tiada. Saya yang bukan Shawol (sebutan penggemar SHINee) saja sesedih ini. Apalagi jika itu adalah penggemarnya, juga member SHINee lainnya.

Semua orang yang kenal KPOP sebelum tahun 2010 pasti tahu mereka. Masa muda penggemar KPOP pada jaman itu pasti familiar dengan lagu Ring Ding Dong atau Replay.

Mereka menemani saya dari fans kekanakan menjadi dewasa. Menemani sepertiga perjalan hidup saya dan tahun 2018 harusnya 10 tahun peringatan mereka debut. Hanya saja, semuanya tidak lagi sama.

Rasanya sakit saat kepergian Jonghyun. Saya rasa semua penggemar KPOP juga merasakan hal yang sama. Bahkan saya membaca beberapa fansnya mencoba bunuh diri, karena tidak bisa menerima kenyataan.

Saya yang bukan penggemar fanatiknya saja sampai sakit, apalagi yang mengikuti SHINee sejak awal? Saya tidak bisa membayangkan rasa sakitnya. Apalagi manusia tidak punya otak malah memperolok kematian Jonghyun.

Membandingkannya dengan plastik, hanya karena di Korea Selatan sana seringkali praktik operasi plastik adalah hal yang lumrah. Atau membandingkan dengan kematian rakyat Palestina.

Entahlah, saya bahkan mempertanyakan di mana empatinya sebagai seorang manusia. Lalu saya sadar, kalau semua orang seperti ini bagaimana dengan jiwa-jiwa seperti Jonghyun yang masih berada di luar sana?

Apa mereka akan memilih jalan seperti Jonghyun karena semua orang tidak bisa memahami kondisinya?

Jonghyun, saya tidak akan mengenang bagaimana caramu pergi. Saya akan terus mengenang bagaimana karyamu telah menemani saya melewati banyak hal. Semoga tenang di sana, karena kamu tengah menerima pilihanmu.

Saya hanya bisa memberikan pesan untuk kuat. Ini pelajaran bagi saya, pengingat bagi saya jika mulai bersikap jahat kepada satu Idol.

Mereka juga manusia. Mereka punya perasaan dan setiap caci maki yang dilontarkan di media sosial pasti menimbulkan bekas di jiwanya. Setiap orang memiliki cara berbeda untuk menerimanya. Hanya saja satu yang jelas, itu menyakiti perasaan idol tersebut.

Teruntuk idola saya, ada sebuah gambar yang saya harap semua fans bisa berpikiran seperti ini.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar