Selasa, 26 Juli 2016

Department of Petroleom Engineering

Source here
Jadi, mungkin tidak banyak yang tahu kalau aku kuliah di jurusan Teknik atau lebih spesifiknya lagi di jurusan Teknik Perminyakan. Mungkin pada bakalan ada yang mikir kenapa perempuan yang kayaknya lebih minat nulis tersasar ke jurusan Teknik (di mana mayoritas orang-orang di sana pasti cowok semua) serta yang dipilihnya adalah salah satu jurusan yang paling sulit?

Jawabannya mudah, "Karena aku waktu itu gagal keterima di jurusan yang aku mau (psikologi) dan malas ikutan SBMPTN, jadilah ikut tes jalur mandiri di universitas swasta."

Mungkin aneh bagi orang-orang, tapi aku sendiri tidak begitu berminat kuliah di Universitas Negeri. Gimana ya ... otakku mungkin sudah tertanam dikte bahwa kuliah di Universitas Negeri pasti OSPEK mereka aneh-aneh (dan pada kenyataanya emang bener sih, meskipun beberapa yang swasta sama aja), jadi begitulah awal kisah aku masuk di jurusan 'bukan untuk perempuan' ini. Yah, ini mungkin karena pas ikut tes masih dalam masa stres akibat gak diterima di Universitas yang aku kehendaki sampai akhirnya aku tidak melakukan riset kecil-kecilan terhadap jurusan yang aku tuju.

Sebenarnya aku juga awalnya bingung, memangnya kenapa sih anak perempuan disarankan jangan masuk jurusan ini? Setelah mengikuti pelajaran satu semester, praktikum serta sharing dengan kakak tingkat, akhirnya aku menemukan jawabannya. Perempuan selalu dianggap lemah di jurusan ini dan selain itu, pekerjaan di dunia Oil and Gas itu high risk (yang setimpal juga sih sama uangnya). Padahal kan tidak semua perempuan itu lemah dan soal resiko. Di dunia ini apa sih yang tidak ada resikonya?

Dan mau protes sama kakak tingkat, kenyataanya pekerjaan yang ditawarkan oleh Oil and Gas company maupun Service Company itu pasti selalu memasang kalimat di persyaratan pelamar kerjanya, "DIUTAMAKAN LAKI-LAKI" (sengaja keps besar, bold dan underline biar ternotis) yang membuatku berpikir "terus kalau aku lulus jadi apa?"

Memasuki semester dua kuliah, aku mulai mendapatkan titik terang tentang pekerjaan apa yang mungkin bisa aku masuki saat lulus kuliah nanti. Karena perempuan itu ruang geraknya terbatas di dunia Oil and Gas Company, maka biasanya mereka ditempatkan di kantor ataupun laboratorium. Ada dua pekerjaan yang sejauh ini kuamati bisa dimasuki oleh cewek selepas kuliah dari jurusan ini, Resevoir Engineering, Production Engineering dan Geologist.

Jadi, kalau perempuan sudah terlanjur masuk jurusan ini gimana dong? Kalau saranku sih jalanin saja dan kalau merasa salah jurusan saat baru satu semester ya aku hanya bisa kasih saran "Mbak, coba aja pindah ke jurusan lain. Masih belum terlambat kok." 

Kalau tujuan kamu kuliah hanya untuk senang-senang, jangan pernah masuk jurusan ini karena main naik semester, makin menderita hidupmu. Tapi kalau kamu kuliah memang berniat untuk kerja (dan dapat penghasilan gede), ya jalanin saja. Hidup ini memang keras, jadi jangan manja.

Aku akui kalau aku sempat merasa sangat salah masuk jurusan saat semeter 3 sampai pertengahan semester 4. Namun setelah aku coba merenungi dan pada akhirnya memang kenyataanya setiap orang pasti pernah sampai di titik jenuhnya meskipun kuliah di jurusan sesuai dengan keinginannya. Dengan hal itu, aku berusaha mengenyahkan perasaanku itu dan berusaha untuk bertahan.

Lalu konklusi dari seluruh paragraf di atas itu apa?
Jangan pernah sekalipun kamu masuk ke jurusan Teknik (apapun) kalau kamu ingin bersantai. Kuliah di jurusan ini keras dan menguji mentalmu sampai batas limit (karena kadang kamu bisa saja 'hampir' gila dengan semua hal yang kamu pelajari).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar kalian sangatlah berarti bagiku