Rabu, 12 Agustus 2015

Do You Know Akoisexual?

Source here
Jadi waktu itu aku sedang main di Facebook dan ada satu postingan teman tentang yang baru add dia tolong memperkenalkan diri di sana. Dan entah bagaimana caranya aku-manusia-paling-malas-sosialiasi tiba-tiba mau ikutan komentar di sana. Mengalirlah bayolan yang biasanya gak bisa membuatku ketawa, tapi anehnya hari itu aku bisa tertawa.

Dan yang membuatku tergelitik adalah saat aku bilang aku tidak tertarik untuk menikah sebelum orang tuaku yang memintanya (tapi sebenarnya mikirin sebuah hubungan saja bikin aku mual), dia tidak memberikan saran seperti orang kebanyakan seperti "Ah kamu mungkin hanya trauma saja," atau "Kamu hanya belum menemukan yang tepat saja," tapi langsung melontarkan istilah yang bikin aku bengong.

Akoisexual? Itu sejenis aku pencinta aki-aki gitu? #salah

Dan setelah cari di mbah google (yang malah sempat nyasar kemana-mana), akhirnya menemukan penjelasan singkat, padat dan cocok dengan deskripsi yang aku maksudkan itu.

Rasanya itu kepengen teriak, "KENAPA AKU BARU TAHU SEKARANG?!" #kepslepas

Source here

Jadi intinya, akiosexual itu adalah seseorang yang bisa merasakan ketertarikan romantis pada seseorang dan menikmati hubungan romantis dalam bentuk teori. Namun jika diajak ke dalam hubungan itu secara praktek (misalkan saja pacaran), ketertarikan itu bakalan hilang dan berganti dengan perasaan jengkel, muak dan ingin segera menjauhi orang tersebut.

Lah, ada juga ya tipe manusia kayak begini?

Ada kok, ada. Contoh nyatanya yang nulis postingan ini, yang sudah melajang beberapa tahun dan lebih merasa senang dan malah stres berat pas pacaran padahal pacarnya pada baik semua.

Dan kadang ini disalah artikan oleh orang-orang LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender) sebagai bentuk denial terhadap orientasi seksual orang tersebut. Oh sebelum kita malah salah fokus membahas topik yang agak 'tabu' di Indonesia ini, marilah kita sudahi saja, ahahaha.

Intinya bagi orang-orang yang mungkin merasakan hal ini, tenang saja kamu gak sendiri. Ada banyak orang di dunia ini juga mengalami hal ini dan dikira pilih-pilih pasangan, padahal kan ... ya begitulah.

Dan pertanyaan "Apakah orang yang mengalami ini bisa menikah suatu saat nanti?", aku tidak bisa memberikan jawabannya, karena aku saja belum ketemu contoh nyata orang yang mengalami ini pada akhirnya mau menikah.

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Aku tidak tahu, karena hanya orang yang mengalaminya sendiri yang tabu apa yang harus dilakukannya. Dan lagipula kebanyakan yang aku temui, orang-orang yang mengidap hal ini memilih untuk melajang seumur hidup.

      Hapus

Komentar kalian sangatlah berarti bagiku