Slider

Sebenarnya, saya jarang-jarang mendengarkan lagu BTS. Favorit saya tetap Not Today, lalu saya mendengar lagu Fake Love. Awalnya biasa saja, karena entah kenapa rasanya tidak BTS (yah maklum ini bukan fans garis kerasnya). Lalu mencari tahu artinya dan mencoba mendengarkan ulang sambil membaca artinya. 


INI HATI SAYA TIDAK KUAT, MAU MEWEK ๐Ÿ˜ญ


Jadi begini, saya harus disclaimer kalau tidak paham segala teori BTS atau ini albumnya seperti apa. Saya hanya murni menikmati lagunya dan maknanya. Kalau boleh ditambahkan, saya bahkan cuma bisa mengenali RM, Suga dan Jungkook dari sekali lihat. 

Silahkan tutup postingan ini kalau tidak terima dengan kejujuran saya. Hanya saja, saya mau membahas makna lagunya.


๋„ ์œ„ํ•ด์„œ๋ผ๋ฉด ๋‚œ
For you, I
์Šฌํผ๋„ ๊ธฐ์œ ์ฒ™ ํ•  ์ˆ˜๊ฐ€ ์žˆ์—ˆ์–ด
Could pretend like I was happy when I was sad

KOK BARU DUA KALIMAT PERTAMA AJA UDAH EMOSI.

Sedih sih sebenarnya, karena memang banyak yang di dalam suatu hubungan yang seperti ini. Karena takut ditinggalkan, jadi selalu bilang bahagia dan baik-baik saja, padahal tidak seperti itu. Lebih baik jujur kepada orang yang kita sayangi atau berakhir perlu bertemu psikolog karena semakin berbahaya.

Baru di sini aja udah dalam sekali makna lagunya ya :')

๋„ ์œ„ํ•ด์„œ๋ผ๋ฉด ๋‚œ
For you, I
์•„ํŒŒ๋„ ๊ฐ•ํ•œ ์ฒ™ ํ•  ์ˆ˜๊ฐ€ ์žˆ์—ˆ์–ด
Could pretend like I was strong when I was hurt

Menjadi kuat itu tidak masalah, meski sebenarnya kita tersakiti, 

Masalahnya, jika perasaan ini berlarut-larut yang berefek cukup mengerikan. Percayalah, saat memilih memendam semuanya dan berakhir kesulitan untuk melanjutkan hidup saat semua emosi negatif menyerang :')

๋‚ด ๋ชจ๋“  ์•ฝ์ ๋“ค์€ ๋‹ค ์ˆจ๊ฒจ์ง€๊ธธ
I wish all my weaknesses could be hidden

Karena kita memang manusia yang selalu ingin terlihat sempurna di mata orang lain. Hal yang sebenarnya justru membuat diri sendiri terbebani.

Padahal kita tahu, tidak ada yang sempurna di dunia ini dan tidak apa-apa menjadi lemah, karena hal itulah yang menjadikan kita sebagai manusia.

์ด๋ค„์ง€์ง€ ์•Š๋Š” ๊ฟˆ์†์—์„œ
I grew a flower that can’t be bloomed
ํ”ผ์šธ ์ˆ˜ ์—†๋Š” ๊ฝƒ์„ ํ‚ค์› ์–ด
In a dream that can’t come true

Maknanya dalam banget ini :')

Memupukkan harapan kosong, berharap orang lain mencintai kita seutuhnya padahal tidak bisa mencintai diri sendiri dengan benar.

Mungkin benar, saat ini bisa menemukan orang yang memenuni ekspetasi kita. Namun, sampai berapa lama orang tersebut akan bertahan? Karena pada akhirnya manusia selalu mengangungkan yang natural, bukan yang artifisial.

I’m so sick of this
Fake Love Fake Love Fake Love
I’m so sorry but it’s
Fake Love Fake Love Fake Love

Siapa pun bakalan muak dengan cinta artifisial kok :')

I wanna be a good man just for you

Tolong, jika kamu memang ingin menjadi pribadi yang lebih baik memang dari diri sendiri. Bukan karena orang lain.

Karena berubah demi eskpetasi orang lain hanyalah awal dari rasa sakit yang konstan.

์„ธ์ƒ์„ ์คฌ๋„ค just for youI gave the world just for you
์ „๋ถ€ ๋ฐ”๊ฟจ์–ด just for you
I changed everything just for you
Now I dunno me, who are you?

Efek terbesar saat berbuah demi ekspetasi orang lain adalah ini, SIAPA DIRIMU YANG SEBENARNYA?

Karena demi memenuhi ekspetasi orang lain yang kita sayangi, berubah menjadi orang yang tidak bisa dikenali oleh diri sendiri. Pada akhirnya, tidak ada yang bahagia dengan hal-har artifisial.

์šฐ๋ฆฌ๋งŒ์˜ ์ˆฒ ๋„ˆ๋Š” ์—†์—ˆ์–ด
The forest just for us, you weren’t there
๋‚ด๊ฐ€ ์™”๋˜ route ์žŠ์–ด๋ฒ„๋ ธ์–ด
The route I took, I forgot
๋‚˜๋„ ๋‚ด๊ฐ€ ๋ˆ„๊ตฌ์˜€๋Š”์ง€๋„ ์ž˜ ๋ชจ๋ฅด๊ฒŒ ๋์–ด
I even became quite unsure of who I was
๊ฑฐ์šธ์—๋‹ค ์ง€๊ป„์—ฌ๋ด ๋„ˆ๋Š” ๋Œ€์ฒด ๋ˆ„๊ตฌ๋‹ˆ
Try babbling into the mirror, who the heck are you?

Lirik ini lebih dari cukup menjabarkan apa yang terjaddi jika berubah demi orang lain. Berubah demi tetap dicintai oleh orang yang kita sayangi.

Hal yang paling menakutkan di dunia ini adalah tidak bisa mengenali diri sendiri. Percayalah, saat tidak kenal dengan identitas sendiri, semua hal di dunia ini akan terlihat seperti berkonspirasi untuk membuat kita tidak bahagia.

Love you so bad Love you so bad
๋„ ์œ„ํ•ด ์˜ˆ์œ ๊ฑฐ์ง“์„ ๋นš์–ด๋‚ด
Mold a pretty lie for you
Love it’s so mad Love it’s so mad
๋‚  ์ง€์›Œ ๋„ˆ์˜ ์ธํ˜•์ด ๋˜๋ ค ํ•ด
Try to erase myself and make me your doll

Berhenti. Tolong jangan seperti ini untuk dicintai oleh seseorang.

Karena tidak menemukan seseorang saat ini, bukan berarti akhir dunia. Cinta bukanlah satu-satunya hal yang penting di dunia ini. Kita bisa melakukan hal lainnya dan tolong jangan menghancurkan diri sendiri demi nama cinta.

Karena tidak ada cinta yang berwujud menyakiti.

Why you sad? I don’t know ๋‚œ ๋ชฐ๋ผ
Why you sad? I don’t know I don’t know
์›ƒ์–ด๋ด ์‚ฌ๋ž‘ํ•ด ๋งํ•ด๋ด
Smile, say “I love you”

Boleh nangis aja tidak saya karena bagian ini? Benar-benar terasa depresinya karena ingin dicintai oleh seseorang. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

๋‚˜๋ฅผ ๋ด ๋‚˜์กฐ์ฐจ๋„ ๋ฒ„๋ฆฐ ๋‚˜
Look at me, even I gave up on myself
๋„ˆ์กฐ์ฐจ ์ดํ•ดํ•  ์ˆ˜ ์—†๋Š” ๋‚˜
Even you can’t understand me

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

๋‚ฏ์„ค๋‹ค ํ•˜๋„ค ๋‹ˆ๊ฐ€ ์ข‹์•„ํ•˜๋˜ ๋‚˜๋กœ ๋ณ€ํ•œ ๋‚ด๊ฐ€
You say I’m unfamiliar, changed into the one you used to like
์•„๋‹ˆ๋ผ ํ•˜๋„ค ์˜ˆ์ „์— ๋‹ˆ๊ฐ€ ์ž˜ ์•Œ๊ณ  ์žˆ๋˜ ๋‚ด๊ฐ€
You say I’m not myself which you knew well

Bagian dari lagu ini yang membuat saya patah hati, sepatah-patahnya.

Kebayang soalnya kalau orang yang sudah berubah demi orang yang dicintainya dan mendapatkan omongan seperti ini. Padahal niatnya dia berubah untuk tetap dicintai. ๐Ÿ˜ญ

์•„๋‹ˆ๊ธด ๋ญ๊ฐ€ ์•„๋ƒ ๋‚œ ๋ˆˆ ๋ฉ€์—ˆ์–ด
No? What do you mean no, I’m blind

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ pt 2

์‚ฌ๋ž‘์€ ๋ญ๊ฐ€ ์‚ฌ๋ž‘ It’s all fake love
Love? What the heck is love, it’s all fake love

Karena seperti yang tadi dituliskan di atas sana, berubah demi eskpetasi orang lain hanyalah awal dari rasa sakit yang konstan. Rasa cinta itu perlahan hilang dan hanya tersisa rasa yang artifisial.

*

UDAH AH, SAYA MELLOW SAMA LAGU INI ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Intinya, lagu ini menjadi lagu favorit kedua setelah Not Today. 
Okthq.

Mencintai Diri Sendiri Sebelum Mencintai Orang Lain

Senin, 21 Mei 2018

Sebenarnya, saya jarang-jarang mendengarkan lagu BTS. Favorit saya tetap Not Today, lalu saya mendengar lagu Fake Love. Awalnya biasa saja, karena entah kenapa rasanya tidak BTS (yah maklum ini bukan fans garis kerasnya). Lalu mencari tahu artinya dan mencoba mendengarkan ulang sambil membaca artinya. 


INI HATI SAYA TIDAK KUAT, MAU MEWEK ๐Ÿ˜ญ


Jadi begini, saya harus disclaimer kalau tidak paham segala teori BTS atau ini albumnya seperti apa. Saya hanya murni menikmati lagunya dan maknanya. Kalau boleh ditambahkan, saya bahkan cuma bisa mengenali RM, Suga dan Jungkook dari sekali lihat. 

Silahkan tutup postingan ini kalau tidak terima dengan kejujuran saya. Hanya saja, saya mau membahas makna lagunya.


๋„ ์œ„ํ•ด์„œ๋ผ๋ฉด ๋‚œ
For you, I
์Šฌํผ๋„ ๊ธฐ์œ ์ฒ™ ํ•  ์ˆ˜๊ฐ€ ์žˆ์—ˆ์–ด
Could pretend like I was happy when I was sad

KOK BARU DUA KALIMAT PERTAMA AJA UDAH EMOSI.

Sedih sih sebenarnya, karena memang banyak yang di dalam suatu hubungan yang seperti ini. Karena takut ditinggalkan, jadi selalu bilang bahagia dan baik-baik saja, padahal tidak seperti itu. Lebih baik jujur kepada orang yang kita sayangi atau berakhir perlu bertemu psikolog karena semakin berbahaya.

Baru di sini aja udah dalam sekali makna lagunya ya :')

๋„ ์œ„ํ•ด์„œ๋ผ๋ฉด ๋‚œ
For you, I
์•„ํŒŒ๋„ ๊ฐ•ํ•œ ์ฒ™ ํ•  ์ˆ˜๊ฐ€ ์žˆ์—ˆ์–ด
Could pretend like I was strong when I was hurt

Menjadi kuat itu tidak masalah, meski sebenarnya kita tersakiti, 

Masalahnya, jika perasaan ini berlarut-larut yang berefek cukup mengerikan. Percayalah, saat memilih memendam semuanya dan berakhir kesulitan untuk melanjutkan hidup saat semua emosi negatif menyerang :')

๋‚ด ๋ชจ๋“  ์•ฝ์ ๋“ค์€ ๋‹ค ์ˆจ๊ฒจ์ง€๊ธธ
I wish all my weaknesses could be hidden

Karena kita memang manusia yang selalu ingin terlihat sempurna di mata orang lain. Hal yang sebenarnya justru membuat diri sendiri terbebani.

Padahal kita tahu, tidak ada yang sempurna di dunia ini dan tidak apa-apa menjadi lemah, karena hal itulah yang menjadikan kita sebagai manusia.

์ด๋ค„์ง€์ง€ ์•Š๋Š” ๊ฟˆ์†์—์„œ
I grew a flower that can’t be bloomed
ํ”ผ์šธ ์ˆ˜ ์—†๋Š” ๊ฝƒ์„ ํ‚ค์› ์–ด
In a dream that can’t come true

Maknanya dalam banget ini :')

Memupukkan harapan kosong, berharap orang lain mencintai kita seutuhnya padahal tidak bisa mencintai diri sendiri dengan benar.

Mungkin benar, saat ini bisa menemukan orang yang memenuni ekspetasi kita. Namun, sampai berapa lama orang tersebut akan bertahan? Karena pada akhirnya manusia selalu mengangungkan yang natural, bukan yang artifisial.

I’m so sick of this
Fake Love Fake Love Fake Love
I’m so sorry but it’s
Fake Love Fake Love Fake Love

Siapa pun bakalan muak dengan cinta artifisial kok :')

I wanna be a good man just for you

Tolong, jika kamu memang ingin menjadi pribadi yang lebih baik memang dari diri sendiri. Bukan karena orang lain.

Karena berubah demi eskpetasi orang lain hanyalah awal dari rasa sakit yang konstan.

์„ธ์ƒ์„ ์คฌ๋„ค just for youI gave the world just for you
์ „๋ถ€ ๋ฐ”๊ฟจ์–ด just for you
I changed everything just for you
Now I dunno me, who are you?

Efek terbesar saat berbuah demi ekspetasi orang lain adalah ini, SIAPA DIRIMU YANG SEBENARNYA?

Karena demi memenuhi ekspetasi orang lain yang kita sayangi, berubah menjadi orang yang tidak bisa dikenali oleh diri sendiri. Pada akhirnya, tidak ada yang bahagia dengan hal-har artifisial.

์šฐ๋ฆฌ๋งŒ์˜ ์ˆฒ ๋„ˆ๋Š” ์—†์—ˆ์–ด
The forest just for us, you weren’t there
๋‚ด๊ฐ€ ์™”๋˜ route ์žŠ์–ด๋ฒ„๋ ธ์–ด
The route I took, I forgot
๋‚˜๋„ ๋‚ด๊ฐ€ ๋ˆ„๊ตฌ์˜€๋Š”์ง€๋„ ์ž˜ ๋ชจ๋ฅด๊ฒŒ ๋์–ด
I even became quite unsure of who I was
๊ฑฐ์šธ์—๋‹ค ์ง€๊ป„์—ฌ๋ด ๋„ˆ๋Š” ๋Œ€์ฒด ๋ˆ„๊ตฌ๋‹ˆ
Try babbling into the mirror, who the heck are you?

Lirik ini lebih dari cukup menjabarkan apa yang terjaddi jika berubah demi orang lain. Berubah demi tetap dicintai oleh orang yang kita sayangi.

Hal yang paling menakutkan di dunia ini adalah tidak bisa mengenali diri sendiri. Percayalah, saat tidak kenal dengan identitas sendiri, semua hal di dunia ini akan terlihat seperti berkonspirasi untuk membuat kita tidak bahagia.

Love you so bad Love you so bad
๋„ ์œ„ํ•ด ์˜ˆ์œ ๊ฑฐ์ง“์„ ๋นš์–ด๋‚ด
Mold a pretty lie for you
Love it’s so mad Love it’s so mad
๋‚  ์ง€์›Œ ๋„ˆ์˜ ์ธํ˜•์ด ๋˜๋ ค ํ•ด
Try to erase myself and make me your doll

Berhenti. Tolong jangan seperti ini untuk dicintai oleh seseorang.

Karena tidak menemukan seseorang saat ini, bukan berarti akhir dunia. Cinta bukanlah satu-satunya hal yang penting di dunia ini. Kita bisa melakukan hal lainnya dan tolong jangan menghancurkan diri sendiri demi nama cinta.

Karena tidak ada cinta yang berwujud menyakiti.

Why you sad? I don’t know ๋‚œ ๋ชฐ๋ผ
Why you sad? I don’t know I don’t know
์›ƒ์–ด๋ด ์‚ฌ๋ž‘ํ•ด ๋งํ•ด๋ด
Smile, say “I love you”

Boleh nangis aja tidak saya karena bagian ini? Benar-benar terasa depresinya karena ingin dicintai oleh seseorang. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

๋‚˜๋ฅผ ๋ด ๋‚˜์กฐ์ฐจ๋„ ๋ฒ„๋ฆฐ ๋‚˜
Look at me, even I gave up on myself
๋„ˆ์กฐ์ฐจ ์ดํ•ดํ•  ์ˆ˜ ์—†๋Š” ๋‚˜
Even you can’t understand me

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

๋‚ฏ์„ค๋‹ค ํ•˜๋„ค ๋‹ˆ๊ฐ€ ์ข‹์•„ํ•˜๋˜ ๋‚˜๋กœ ๋ณ€ํ•œ ๋‚ด๊ฐ€
You say I’m unfamiliar, changed into the one you used to like
์•„๋‹ˆ๋ผ ํ•˜๋„ค ์˜ˆ์ „์— ๋‹ˆ๊ฐ€ ์ž˜ ์•Œ๊ณ  ์žˆ๋˜ ๋‚ด๊ฐ€
You say I’m not myself which you knew well

Bagian dari lagu ini yang membuat saya patah hati, sepatah-patahnya.

Kebayang soalnya kalau orang yang sudah berubah demi orang yang dicintainya dan mendapatkan omongan seperti ini. Padahal niatnya dia berubah untuk tetap dicintai. ๐Ÿ˜ญ

์•„๋‹ˆ๊ธด ๋ญ๊ฐ€ ์•„๋ƒ ๋‚œ ๋ˆˆ ๋ฉ€์—ˆ์–ด
No? What do you mean no, I’m blind

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ pt 2

์‚ฌ๋ž‘์€ ๋ญ๊ฐ€ ์‚ฌ๋ž‘ It’s all fake love
Love? What the heck is love, it’s all fake love

Karena seperti yang tadi dituliskan di atas sana, berubah demi eskpetasi orang lain hanyalah awal dari rasa sakit yang konstan. Rasa cinta itu perlahan hilang dan hanya tersisa rasa yang artifisial.

*

UDAH AH, SAYA MELLOW SAMA LAGU INI ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Intinya, lagu ini menjadi lagu favorit kedua setelah Not Today. 
Okthq.

Ini semua gara-gara baca ulang postingan blogger favorit dan berdiskusi dengan teman karena kami memutuskan untuk menjauh sejenak dari akun Twitter khusus fangirl. Berakhir mempertanyakan tentang konsep pertemanan.




Pernah terpikirkan tidak kalau pertemanan itu tidak ada yang abadi?

Sebenarnya konsep pertemanan bagi setiap orang saya rasa berbeda-beda. Karena beda usia, berbeda pula pertemanan yang ingin dirasakan. Kalau dipikir-pikir, pertemanan saat SMA dan saat kuliah saja sudah berbeda. Apalagi kata teman saya yang sudah bekerja bilang, semakin umur bertambah maka pertemanan juga akan semakin kecil lingkarannya.

Saya pribadi mengamini, karena memang tengah merasakannya sekarang. Teman yang nyatanya dulu sering kemana-mana bersama, sekarang punya kesibukan masing-masing. Ada yang bekerja, ada yang pulang kampung, ada yang sibuk mengurus anak serta suaminya dan ada yang sibuk dengan tugas akhirnya yang tidak kunjung selesai. 

Apalagi karena saya introvert dan juga termasuk golongan shitty friends yang tidak begitu baik menjaga pertemanan. Lebih tepatnya, karena saya sering tidak cocok dengan pembicaraan mereka. Saya suka KPOP, mereka suka lagu Indonesia. Saya tidak peduli dengan gosip, mereka selalu membahas gosip yang bahkan kebenarannya perlu dipertanyakan. Itu hanya dua contoh, ada banyak hal lainnya yang membuat saya memilih untuk berinteraksi seperlunya.

Dulu, saya anggap hal ini aneh. Saya menganggap diri ini terlalu shitty banget untuk berteman, sampai tadi tidak sengaja mengklik QnA part 2 Suhay Salim. Membahas hal yang saya rasakan sekarang dan kalimatnya kurang lebih kayak di bawah ini, yang mana kena banget.

"Semakin kamu beranjak dewasa, semakin menemukan teman-teman yang cocok denganmu. Tapi percayalah, nanti bakalan ketemu juga yang cocok, kayak mencari jodoh."

Mungkin itu alasan kenapa dia cuma satu-satunya Youtubers Indonesia yang saya ikuti, karena pola pikirnya sama. Juga menyadarkan bahwa saya yang tidak mudah cocok dengan orang lain itu bukanlah hal yang aneh.

Karena value yang dicari dalam pertemanan itu seperti apa?

Pertanyaan di atas cuma bisa dijawab oleh masing-masing individu. Bagi saya, orang yang ingin dijadikan teman adalah yang bisa mengimbangi pola pikir saya yang terlalu random, bisa diajak diskusi dan paling terpenting adalah yang bisa memberikan opini yang masuk akal.

Sepertinya benar kata Suhay Salim, mencari teman seperti mencari jodoh, karena tipenya kurang lebih saja.

Pertemanan yang Ada Batas Waktu

Minggu, 20 Mei 2018


Ini semua gara-gara baca ulang postingan blogger favorit dan berdiskusi dengan teman karena kami memutuskan untuk menjauh sejenak dari akun Twitter khusus fangirl. Berakhir mempertanyakan tentang konsep pertemanan.




Pernah terpikirkan tidak kalau pertemanan itu tidak ada yang abadi?

Sebenarnya konsep pertemanan bagi setiap orang saya rasa berbeda-beda. Karena beda usia, berbeda pula pertemanan yang ingin dirasakan. Kalau dipikir-pikir, pertemanan saat SMA dan saat kuliah saja sudah berbeda. Apalagi kata teman saya yang sudah bekerja bilang, semakin umur bertambah maka pertemanan juga akan semakin kecil lingkarannya.

Saya pribadi mengamini, karena memang tengah merasakannya sekarang. Teman yang nyatanya dulu sering kemana-mana bersama, sekarang punya kesibukan masing-masing. Ada yang bekerja, ada yang pulang kampung, ada yang sibuk mengurus anak serta suaminya dan ada yang sibuk dengan tugas akhirnya yang tidak kunjung selesai. 

Apalagi karena saya introvert dan juga termasuk golongan shitty friends yang tidak begitu baik menjaga pertemanan. Lebih tepatnya, karena saya sering tidak cocok dengan pembicaraan mereka. Saya suka KPOP, mereka suka lagu Indonesia. Saya tidak peduli dengan gosip, mereka selalu membahas gosip yang bahkan kebenarannya perlu dipertanyakan. Itu hanya dua contoh, ada banyak hal lainnya yang membuat saya memilih untuk berinteraksi seperlunya.

Dulu, saya anggap hal ini aneh. Saya menganggap diri ini terlalu shitty banget untuk berteman, sampai tadi tidak sengaja mengklik QnA part 2 Suhay Salim. Membahas hal yang saya rasakan sekarang dan kalimatnya kurang lebih kayak di bawah ini, yang mana kena banget.

"Semakin kamu beranjak dewasa, semakin menemukan teman-teman yang cocok denganmu. Tapi percayalah, nanti bakalan ketemu juga yang cocok, kayak mencari jodoh."

Mungkin itu alasan kenapa dia cuma satu-satunya Youtubers Indonesia yang saya ikuti, karena pola pikirnya sama. Juga menyadarkan bahwa saya yang tidak mudah cocok dengan orang lain itu bukanlah hal yang aneh.

Karena value yang dicari dalam pertemanan itu seperti apa?

Pertanyaan di atas cuma bisa dijawab oleh masing-masing individu. Bagi saya, orang yang ingin dijadikan teman adalah yang bisa mengimbangi pola pikir saya yang terlalu random, bisa diajak diskusi dan paling terpenting adalah yang bisa memberikan opini yang masuk akal.

Sepertinya benar kata Suhay Salim, mencari teman seperti mencari jodoh, karena tipenya kurang lebih saja.
Belakangan, saya senang mendengarkan lagu Taeyeon yang berjudul Lonely Night yang berasal dari album My Voice. 


Saya mengakui kalau tidak paham dengan Bahasa Korea, tetapi entah kenapa saya menyukai beberapa lagu yang kebetulan selalu sesuai dengan mood. Mungkin benar, lagu tidak mengenal bahasa dan ingin membedah lagu sesuai dengan perasaan saat ini.

Terinspirasi dari punya Kak Ast. Baca deh punyanya, lucu banget dan bikin ketawa.


Kalau punya saya jangan diharapkan lucu ya, kasihan nanti kecewa. Juga catatan tambahan, ini bakalan menjadi ajang curhat yang mungkin bakalan nyebelin karena menye galau, lol.


์ด์   ์ต์ˆ™ํ•ด์งˆ๋งŒ ํ•œ๋ฐ
It’s time I get used to it
๋ฐค์€ ๋„ˆ๋ฌด ๊ธธ์–ด ์ž ์€ ์˜ค์ง€๋„ ์•Š๋„ค yeah
But the night is so long, I can’t fall asleep

Memang akhir-akhir ini saya susah tidur. Rasanya mau tidur susah banget dan ya begitulah, mau dibilang terbiasa ya tidak pernah bisa terbiasa.

Karena saya cinta tidur plz :'(

๋„Œ ์ง€๊ธˆ ๋ญ ํ•ด? ๋‘์–ด๋ฒˆ ํ˜น์€ ๋”
What are you doing right now?
์ „ํ™”๊ธฐ๋ฅผ ๋งŒ์ง€์ž‘๋Œ€ ์ ˆ๋Œ€ ๊ทธ๋Ÿด ๋‚˜ ์•„๋‹Œ๋ฐ
I’m fiddling with my phone when I never do that

Saya setidaknya bersyukur satu hal, karena Line saya reset maka semua kontak menjadi hilang dan termasuk kontak seseorang. Saya selalu bilang dia sebagai 5 huruf (karena memang nama panggilannya berjumlah 5 huruf) atau tiang listrik karena tinggi banget.

Dia bukan mantan pacar saya, kalau dibilang mantan gebetan mungkin masuk. Serta ya, sampai sekarang masih suka tanpa sadar mencari namanya di internet. Hanya saja, semua media sosialnya dikunci dan yasudahlah, mungkin memang baiknya seperti itu.

Karena saya benci saat tangan bergerak mencari namanya dan itu selalu dilakukan saat kesulitan tidur.

๋‚ฏ์„  ๊ณณ์„ ๊ฐ€, ๋„ˆ์˜ ํ”์ ์ด
I wanna go someplace unfamiliar
์—†๋Š” ์„ธ๊ณ„๋ฅผ ๋งŒ๋“ค๋ž˜
And create a world without any trace of you
๋‚ฏ์„  ๊ฑฐ๋ฆฌ, ์‚ฌ๋žŒ๋“ค, ๊ทธ๋ž˜ ๊ดœ์ฐฎ์•„
Unfamiliar streets, people, that’s okay

Sebenarnya tanpa orang tersebut pun, saya memang ingin hidup di suatu tempat terpisah dari orang tua. Dari semua kejadian yang dialami belakanan ini, saya merasa butuh jarak. Ruang kosong di rumah sudah tidak cukup lagi untuk membuat saya baik-baik saja.

Untuk sekarang, saya hanya mencari suatu tempat yang cukup sering dikunjungi dan sibuk dengan laptop. Menjadi orang yang kesepian di tengah keramaian, karena saya butuh cara untuk menghargai kehadiran orang lain yang selama ini ada di sekitar saya.

๋ฐ”์˜๊ฒŒ ์ง€๋‚ด๋‹ค ๋˜ ๋„ค๊ฐ€ ๋ณด์—ฌ
I live so busily but then I see you again

Untungnya, belum ketemu lagi dan mari berharap jangan pernah bertemu lagi.

Karena saya tahu, itu hanya menyakiti kita.

๋‚˜๋ฅผ ๋’คํ”๋“ค ๋•Œ๋งˆ๋‹ค
Every time, it shakes me up
Some things never change
์ž˜ ์•Œ์•„, ๋„ˆ๋Š” ์—†๋‹จ ๊ฑธ
I know, that you’re not here

Jangankan bertemu, melihat fotonya lewat di TL line saja sudah membuat saya campur aduk. Lagipula, jarak kami terlalu jauh untuk saling bertemu.

Dia di Bandung, saya di Balikpapan. 
Alasan cemen lainnya kenapa saya agak sensitif mendengar kata Bandung.

Waktu Line belum kereset dan saya melakukan hal yang bodoh dengan mengirim chat di tengah malam, harapannya dia tidak membalas. Sayangnya, dia membalas dan semua tebakan saya tentang alasannya terjaga selalu benar.

Saya berharap, semua tebakan itu salah karena tidak mungkin manusia tidak berubah.
Nyatanya, kamu tidak berubah dan itu membuat saya hanya berakhir semakin tidak bisa tidur.

์ถ”์–ต ๋”ฐ์œˆ ๋ฒ„๋ฆฌ์ž ๋‹ค yeah
Let’s throw away our memories, yeah
ํ™˜์ƒ์ผ ๋ฟ ์˜€์ž–์•„
It was just an illusion anyway

Daripada membuang memori, saya hanya berharap berhenti menuliskan tentangnya. Meski semakin lama tulisan-tulisan tersebut ditambahkan dengan imajinasi yang mungkin saya inginkan terjadi pada waktu itu atau waktu di masa depan nanti.

Memori tentang kita bukan ilusi, tetapi sayangnya saya menuliskannya untuk menjadi cerita-cerita imajinasi yang sejak dahulu dia tidak sukai.

"Karena kamu selalu menuliskan akhir bahagia pada tokohmu, sementara kita tidak pernah bertemu akhir bahagia itu."

Ya andai kamu tahu, sekarang saya tidak begitu bisa menuliskan akhir bahagia pada semua cerita.

Boy ๋๋‚ฌ์–ด ๋„ ๋ฏธ์›Œํ•ด
Boy, it’s over, I hate you

Wah ini fitnah.
Kita memang berakhir sebelum pernah memulai, tetapi saya tidak membenci kamu.

Setidaknya pelajaran dari hubungan kita adalah, "jangan pernah takut untuk memulai dan mengatakan perasaan dengan sejujurnya. Karena kesempatan datang berkali-kali itu bullshit."

I don’t know your name
์ด ๋ง ๋ช‡ ๋ฒˆ์ด๋‚˜ ๋˜๋‡Œ์•ผ ํ•˜๋Š”์ง€
How many times do I have to tell myself?

Wah ini fitnah jilid 2.
Saya masih ingat nama lengkapnya.

์—ฌ์ง€์—†์ด ์ƒˆ ์•„์นจ์ด ์™€๋„
Though a new morning comes without fail
๊นจ์–ด์ง€์ง€ ์•Š์•„, ์Šฌํ”ˆ ๊ฟˆ์†์„ ํ—ค๋งค yeah
I can’t wake up, I’m lost in sad dreams

Memang benar sih, akhir-akhir ini mimpi saya semuanya menyedihkan. Beberapa saya ingat jelas, sisanya saya tidak yakin alasannya.

Bukan tentang dia, karena ini belum Desember dan biasanya dia datang ke dalam mimpi saat Desember.

So why do I ๋ณ€ํ•˜์ง€ ๋ชปํ•ด
So why do I, why can’t I change?
์ž๊พธ ๋’ค๋Œ์•„ ๋ณด๊ฒŒ ๋ผ,
I keep looking back
์šฐ๋ฆฌ ๋‘˜์ด๋˜ night and day
To when we were together, night and day

Jawabannya mudah, karena mengenang masa lalu itu lebih mudah daripada menatap ke masa depan.

Karena saya tahu, saya jatuh cinta dengan kenangannya dan bukan dengan orangnya lagi. Karena menurut logika, tidak bertemu bertahun-tahun dan berusaha memutuskan komunikasi, hal yang membuat orang tersebut tetap ada di kepala adalah kenangannya.

์–ด๋”œ ๊ฑธ์–ด๋„ ๋„ˆ์˜ ๊ธฐ์–ต์€
Wherever I go, memories of you
๊ฐ‘์ž๊ธฐ ๋‚ด ์•ž์„ ๋ง‰์•„
Suddenly block my way

Karena manusia itu semuanya sama, selalu membandingkan sesuatu yang menurutnya menjadi suatu standar. Standar satu orang dan orang lainnya itu berbeda-beda dan begitulah.

๋ฌด์‹ฌํ•œ ๋“ฏ ์ง€๋‚˜์ณ ์ œ๋ฒ• ๊ฒฌ๋ŽŒ๋‚ด
I walk past, as if I’m indifferent, actually enduring through
๋‚˜์˜์ง€ ์•Š์ž–์•„ ์–ด์ฐจํ”ผ
It’s not too bad

Karena saya pernah di situasi 4 tahun gagal move on, maka saya tahu cara terbaik untuk merelakan adalah tidak menyesalinya.

Terima saja kalau di masa lalu sikap kita memang salah. 
Terima saja kalau pada akhirnya memang tidak diperuntukkan bersama. 
Terima saja kalau dia memang bagian dari kenangan masa lalu yang tidak bisa dibuang begitu saja.

๋„ค๊ฐ€ ๊ทธ๋ฆฌ์šด ๊ฑด ์‚ฌ์‹ค์ธ๋ฐ
I know I miss you and that’s the truth
๊ทธ๊ฒƒ์กฐ์ฐจ ์•„๋Š” ๋“ฏ ๋‚˜๋ฅผ ๋”ฐ๋ผ์™€
But even that chases me around

Merindukan kenangannya, bukan orangnya. 

Karena saya tahu, kepala kita selalu berusaha menyimpan dan menonjolkan yang indahnya saja tanpa melihat sisi lainnya. Jadi saya tahu harus melakukan apa saat ini tiba, biarkan saja.

Biarkan, sampai saya tahu pada akhirnya yang saya rindukan kenangannya dan bukan orangnya. Karena semua orang pasti berubah dan jika ada yang tetap sama, mungkin itu hanya hal-hal tertentu.

๋„ ์ƒ๊ฐํ•˜๋Š” ๋ฐค์ด ์ค„์–ด ๊ฐ€
Nights I think about you is decreasing
Enough is enough ๋” ์šธ์ง„ ์•Š์•„
Enough is enough, I won’t cry anymore
So let me redeem, redeem, redeem
์ „๋ถ€ ๋‹ค, tonight
Everything tonight
๊ทธ๋ž˜ ๋„ ๋‹ค์‹  ์ƒ๊ฐ๋„ ์•Š๊ฒŒ
So I won’t ever think of you again

Jadi bagi yang ingin move on, cara untuk mengurangi memikirkan orang tersebut adalah dengan merelakan. Setelah itu, pelan-pelan bakalan berkurang waktunya sampai pada akhirnya akan terlupakan begitu saja.

Perkataan yang dianggap bullshit yaitu waktu bakalan menyembuhkan itu memang benar adanya. Hanya saja, itu bergantung dengan tekad diri sendiri, bukan karena paksaan orang lain.

์ง€์›Œ๋ฒ„๋ ค lonely night ๋‹ค yeah
Erase the lonely nights, everything
๋‚œ ๊ดœ์ฐฎ์„ ๊ฑฐ์ž–์•„
I will be okay
๋„ ์ด์ œ์•ผ ์ž˜ ์•Œ๋“ฏ ํ•ด
Now I now you better
๋” ์™ธ๋กญ๊ฒŒ ํ•ด
But it makes me even more lonely

Percayalah, malam yang sepi itu perlahan bakalan pudar kalau memang sudah merelakan. Sepi mungkin ada, tapi kemungkinan bukan memikirkan dia lagi.

Rasa sepi itu datang karena memikirkan hal yang lebih besar lagi. Kalau misalnya tetap memikirkan dia, kemungkinan hanya dua. Memang sesayang itu atau terlalu bergantung pada orang lain untuk bahagia.

***

Ngeeng, saya menulis apaan sih?

Auklah, kepengen menye-menye dan berakhir tidak jelas seperti ini. Oh iya kalau sadar, khusus buat tema ini saya menggunakan font berbeda loh #penting

Terima kasih sudah mau membuang waktu membaca postingan panjang tidak jelas ini dan dengerin lagu Taeyeon deh. Bagus banget suaranya, huhuhu.

Tentang Malam yang Sepi

Kamis, 17 Mei 2018

Belakangan, saya senang mendengarkan lagu Taeyeon yang berjudul Lonely Night yang berasal dari album My Voice. 


Saya mengakui kalau tidak paham dengan Bahasa Korea, tetapi entah kenapa saya menyukai beberapa lagu yang kebetulan selalu sesuai dengan mood. Mungkin benar, lagu tidak mengenal bahasa dan ingin membedah lagu sesuai dengan perasaan saat ini.

Terinspirasi dari punya Kak Ast. Baca deh punyanya, lucu banget dan bikin ketawa.


Kalau punya saya jangan diharapkan lucu ya, kasihan nanti kecewa. Juga catatan tambahan, ini bakalan menjadi ajang curhat yang mungkin bakalan nyebelin karena menye galau, lol.


์ด์   ์ต์ˆ™ํ•ด์งˆ๋งŒ ํ•œ๋ฐ
It’s time I get used to it
๋ฐค์€ ๋„ˆ๋ฌด ๊ธธ์–ด ์ž ์€ ์˜ค์ง€๋„ ์•Š๋„ค yeah
But the night is so long, I can’t fall asleep

Memang akhir-akhir ini saya susah tidur. Rasanya mau tidur susah banget dan ya begitulah, mau dibilang terbiasa ya tidak pernah bisa terbiasa.

Karena saya cinta tidur plz :'(

๋„Œ ์ง€๊ธˆ ๋ญ ํ•ด? ๋‘์–ด๋ฒˆ ํ˜น์€ ๋”
What are you doing right now?
์ „ํ™”๊ธฐ๋ฅผ ๋งŒ์ง€์ž‘๋Œ€ ์ ˆ๋Œ€ ๊ทธ๋Ÿด ๋‚˜ ์•„๋‹Œ๋ฐ
I’m fiddling with my phone when I never do that

Saya setidaknya bersyukur satu hal, karena Line saya reset maka semua kontak menjadi hilang dan termasuk kontak seseorang. Saya selalu bilang dia sebagai 5 huruf (karena memang nama panggilannya berjumlah 5 huruf) atau tiang listrik karena tinggi banget.

Dia bukan mantan pacar saya, kalau dibilang mantan gebetan mungkin masuk. Serta ya, sampai sekarang masih suka tanpa sadar mencari namanya di internet. Hanya saja, semua media sosialnya dikunci dan yasudahlah, mungkin memang baiknya seperti itu.

Karena saya benci saat tangan bergerak mencari namanya dan itu selalu dilakukan saat kesulitan tidur.

๋‚ฏ์„  ๊ณณ์„ ๊ฐ€, ๋„ˆ์˜ ํ”์ ์ด
I wanna go someplace unfamiliar
์—†๋Š” ์„ธ๊ณ„๋ฅผ ๋งŒ๋“ค๋ž˜
And create a world without any trace of you
๋‚ฏ์„  ๊ฑฐ๋ฆฌ, ์‚ฌ๋žŒ๋“ค, ๊ทธ๋ž˜ ๊ดœ์ฐฎ์•„
Unfamiliar streets, people, that’s okay

Sebenarnya tanpa orang tersebut pun, saya memang ingin hidup di suatu tempat terpisah dari orang tua. Dari semua kejadian yang dialami belakanan ini, saya merasa butuh jarak. Ruang kosong di rumah sudah tidak cukup lagi untuk membuat saya baik-baik saja.

Untuk sekarang, saya hanya mencari suatu tempat yang cukup sering dikunjungi dan sibuk dengan laptop. Menjadi orang yang kesepian di tengah keramaian, karena saya butuh cara untuk menghargai kehadiran orang lain yang selama ini ada di sekitar saya.

๋ฐ”์˜๊ฒŒ ์ง€๋‚ด๋‹ค ๋˜ ๋„ค๊ฐ€ ๋ณด์—ฌ
I live so busily but then I see you again

Untungnya, belum ketemu lagi dan mari berharap jangan pernah bertemu lagi.

Karena saya tahu, itu hanya menyakiti kita.

๋‚˜๋ฅผ ๋’คํ”๋“ค ๋•Œ๋งˆ๋‹ค
Every time, it shakes me up
Some things never change
์ž˜ ์•Œ์•„, ๋„ˆ๋Š” ์—†๋‹จ ๊ฑธ
I know, that you’re not here

Jangankan bertemu, melihat fotonya lewat di TL line saja sudah membuat saya campur aduk. Lagipula, jarak kami terlalu jauh untuk saling bertemu.

Dia di Bandung, saya di Balikpapan. 
Alasan cemen lainnya kenapa saya agak sensitif mendengar kata Bandung.

Waktu Line belum kereset dan saya melakukan hal yang bodoh dengan mengirim chat di tengah malam, harapannya dia tidak membalas. Sayangnya, dia membalas dan semua tebakan saya tentang alasannya terjaga selalu benar.

Saya berharap, semua tebakan itu salah karena tidak mungkin manusia tidak berubah.
Nyatanya, kamu tidak berubah dan itu membuat saya hanya berakhir semakin tidak bisa tidur.

์ถ”์–ต ๋”ฐ์œˆ ๋ฒ„๋ฆฌ์ž ๋‹ค yeah
Let’s throw away our memories, yeah
ํ™˜์ƒ์ผ ๋ฟ ์˜€์ž–์•„
It was just an illusion anyway

Daripada membuang memori, saya hanya berharap berhenti menuliskan tentangnya. Meski semakin lama tulisan-tulisan tersebut ditambahkan dengan imajinasi yang mungkin saya inginkan terjadi pada waktu itu atau waktu di masa depan nanti.

Memori tentang kita bukan ilusi, tetapi sayangnya saya menuliskannya untuk menjadi cerita-cerita imajinasi yang sejak dahulu dia tidak sukai.

"Karena kamu selalu menuliskan akhir bahagia pada tokohmu, sementara kita tidak pernah bertemu akhir bahagia itu."

Ya andai kamu tahu, sekarang saya tidak begitu bisa menuliskan akhir bahagia pada semua cerita.

Boy ๋๋‚ฌ์–ด ๋„ ๋ฏธ์›Œํ•ด
Boy, it’s over, I hate you

Wah ini fitnah.
Kita memang berakhir sebelum pernah memulai, tetapi saya tidak membenci kamu.

Setidaknya pelajaran dari hubungan kita adalah, "jangan pernah takut untuk memulai dan mengatakan perasaan dengan sejujurnya. Karena kesempatan datang berkali-kali itu bullshit."

I don’t know your name
์ด ๋ง ๋ช‡ ๋ฒˆ์ด๋‚˜ ๋˜๋‡Œ์•ผ ํ•˜๋Š”์ง€
How many times do I have to tell myself?

Wah ini fitnah jilid 2.
Saya masih ingat nama lengkapnya.

์—ฌ์ง€์—†์ด ์ƒˆ ์•„์นจ์ด ์™€๋„
Though a new morning comes without fail
๊นจ์–ด์ง€์ง€ ์•Š์•„, ์Šฌํ”ˆ ๊ฟˆ์†์„ ํ—ค๋งค yeah
I can’t wake up, I’m lost in sad dreams

Memang benar sih, akhir-akhir ini mimpi saya semuanya menyedihkan. Beberapa saya ingat jelas, sisanya saya tidak yakin alasannya.

Bukan tentang dia, karena ini belum Desember dan biasanya dia datang ke dalam mimpi saat Desember.

So why do I ๋ณ€ํ•˜์ง€ ๋ชปํ•ด
So why do I, why can’t I change?
์ž๊พธ ๋’ค๋Œ์•„ ๋ณด๊ฒŒ ๋ผ,
I keep looking back
์šฐ๋ฆฌ ๋‘˜์ด๋˜ night and day
To when we were together, night and day

Jawabannya mudah, karena mengenang masa lalu itu lebih mudah daripada menatap ke masa depan.

Karena saya tahu, saya jatuh cinta dengan kenangannya dan bukan dengan orangnya lagi. Karena menurut logika, tidak bertemu bertahun-tahun dan berusaha memutuskan komunikasi, hal yang membuat orang tersebut tetap ada di kepala adalah kenangannya.

์–ด๋”œ ๊ฑธ์–ด๋„ ๋„ˆ์˜ ๊ธฐ์–ต์€
Wherever I go, memories of you
๊ฐ‘์ž๊ธฐ ๋‚ด ์•ž์„ ๋ง‰์•„
Suddenly block my way

Karena manusia itu semuanya sama, selalu membandingkan sesuatu yang menurutnya menjadi suatu standar. Standar satu orang dan orang lainnya itu berbeda-beda dan begitulah.

๋ฌด์‹ฌํ•œ ๋“ฏ ์ง€๋‚˜์ณ ์ œ๋ฒ• ๊ฒฌ๋ŽŒ๋‚ด
I walk past, as if I’m indifferent, actually enduring through
๋‚˜์˜์ง€ ์•Š์ž–์•„ ์–ด์ฐจํ”ผ
It’s not too bad

Karena saya pernah di situasi 4 tahun gagal move on, maka saya tahu cara terbaik untuk merelakan adalah tidak menyesalinya.

Terima saja kalau di masa lalu sikap kita memang salah. 
Terima saja kalau pada akhirnya memang tidak diperuntukkan bersama. 
Terima saja kalau dia memang bagian dari kenangan masa lalu yang tidak bisa dibuang begitu saja.

๋„ค๊ฐ€ ๊ทธ๋ฆฌ์šด ๊ฑด ์‚ฌ์‹ค์ธ๋ฐ
I know I miss you and that’s the truth
๊ทธ๊ฒƒ์กฐ์ฐจ ์•„๋Š” ๋“ฏ ๋‚˜๋ฅผ ๋”ฐ๋ผ์™€
But even that chases me around

Merindukan kenangannya, bukan orangnya. 

Karena saya tahu, kepala kita selalu berusaha menyimpan dan menonjolkan yang indahnya saja tanpa melihat sisi lainnya. Jadi saya tahu harus melakukan apa saat ini tiba, biarkan saja.

Biarkan, sampai saya tahu pada akhirnya yang saya rindukan kenangannya dan bukan orangnya. Karena semua orang pasti berubah dan jika ada yang tetap sama, mungkin itu hanya hal-hal tertentu.

๋„ ์ƒ๊ฐํ•˜๋Š” ๋ฐค์ด ์ค„์–ด ๊ฐ€
Nights I think about you is decreasing
Enough is enough ๋” ์šธ์ง„ ์•Š์•„
Enough is enough, I won’t cry anymore
So let me redeem, redeem, redeem
์ „๋ถ€ ๋‹ค, tonight
Everything tonight
๊ทธ๋ž˜ ๋„ ๋‹ค์‹  ์ƒ๊ฐ๋„ ์•Š๊ฒŒ
So I won’t ever think of you again

Jadi bagi yang ingin move on, cara untuk mengurangi memikirkan orang tersebut adalah dengan merelakan. Setelah itu, pelan-pelan bakalan berkurang waktunya sampai pada akhirnya akan terlupakan begitu saja.

Perkataan yang dianggap bullshit yaitu waktu bakalan menyembuhkan itu memang benar adanya. Hanya saja, itu bergantung dengan tekad diri sendiri, bukan karena paksaan orang lain.

์ง€์›Œ๋ฒ„๋ ค lonely night ๋‹ค yeah
Erase the lonely nights, everything
๋‚œ ๊ดœ์ฐฎ์„ ๊ฑฐ์ž–์•„
I will be okay
๋„ ์ด์ œ์•ผ ์ž˜ ์•Œ๋“ฏ ํ•ด
Now I now you better
๋” ์™ธ๋กญ๊ฒŒ ํ•ด
But it makes me even more lonely

Percayalah, malam yang sepi itu perlahan bakalan pudar kalau memang sudah merelakan. Sepi mungkin ada, tapi kemungkinan bukan memikirkan dia lagi.

Rasa sepi itu datang karena memikirkan hal yang lebih besar lagi. Kalau misalnya tetap memikirkan dia, kemungkinan hanya dua. Memang sesayang itu atau terlalu bergantung pada orang lain untuk bahagia.

***

Ngeeng, saya menulis apaan sih?

Auklah, kepengen menye-menye dan berakhir tidak jelas seperti ini. Oh iya kalau sadar, khusus buat tema ini saya menggunakan font berbeda loh #penting

Terima kasih sudah mau membuang waktu membaca postingan panjang tidak jelas ini dan dengerin lagu Taeyeon deh. Bagus banget suaranya, huhuhu.
Ternyata butuh waktu dua hari untuk saya akhirnya bisa menuliskan hal ini. 



Jadi, Ama saya meninggal. Tepatnya hari Senin lalu beliau meninggal. Saya mendengar sejak hari Minggu jika keadaan beliau sudah memburuk dan entah kenapa pada hari Senin saya bisa bangun pagi. 

Bangun pagi bagi jam tidur saya yang acak-acakan ini, artinya jam 7 pagi. Saya sedang mengupas bawang merah saat mendengar Ayah saya tiba-tiba bilang dengan suara bergetar, "Ama meninggal."

Saya berhenti mengupas bawang dan berhenti memikirkan kematian sejenak. Karena jujur saja, sejak saya membuka mata sampai sebelum mendengar perkataan Ayah, pikiran saya entah kenapa ienuhi dengan pemikiran tentang kematian.

Sorenya, Ayah saya mengirimkan gambar di WA dan gambar itu ada di bawah ini.


Kalau kalian tidak mengerti, gambar ini adalah iklan kematian di koran.


Masih terasa surealis sampai sekarang, sampai saya mengetikkan ini. Terlalu banyak yang saya pikirkan saat melihat gambar di atas dan membuat saya lebih banyak diam untuk berpikir. 

Lebih kepada mempertanyakan, apakah semua yang saya lakukan Senin lalu itu adalah pertanda?

Saya tidak pernah bisa bangun pagi, kecuali saya tahu harus melakukan sesuatu yang penting saat pagi hari. Lalu hari Senin, saya bangun jam 7 pagi. Tanpa alarm, tanpa teriakan untuk segera bangun untuk membantu Ibu saya dan saya tidak bergumam tidak jelas karena kesal bangun pagi.

Oh benar, dulu saya pernah tinggal bersama Ama waktu kelas 2 SMP dan jam bangun siang saya adalah sampai jam 7 pagi. Lewat dari itu, saya akan dipaksa untuk bangun dan mandi.

Hari Senin itu, saya mengupas bawang merah. Benda yang tidak pernah saya bisa dapatkan selama hampir tiga bulan tinggal bersama Ama.

Saya hampir tidak pernah makan masakan yang menggunakan bawang merah selama tinggal bersama Ama. Karena beliau hanya memasak bahan makanan dengan bumbu bawang putih dan beliau juga vegetarian.

Hari itu, entah kenapa saya terus berpikiran tentang kematian. Bukan tentang saya yang mati meski jujur saya sering memikirkan hal itu belakangan ini tetapi memikirkan bagaimana perasaan orang yang ditinggal pergi. Tidak tahu, hari itu saya berpikir tentang orang yang meninggal karena sakit serta yang meninggal tanpa pamit, atau bahasa sederhananya meninggal mendadak.

Lalu hari itu, saya dikirimkan foto yang merupakan iklan kematian. Saya tahu itu iklan kematian karena waktu tinggal di Pontianak, saya sering membaca koran dan selalu merasa konyol serta aneh orang menyewa halaman besar untuk mengiklankan kematian seseorang. Hal yang waktu pemikiran anak SD terasa konyol, sekarang terasa seperti surealis.

Karena saya tidak pernah membayangkan orang yang saya kenali akan masuk di iklan kematian tersebut.

Sepupu saya itu mungkin akhirnya bahagia karena tidak perlu melihat Ama lagi. Apek (Kakak Ayah saya) pasti paling terpukul karena Ibunya akhirnya pulang kepada pencipta, meski saya tahu beliau sudah punya firasat bahwa Ama tidak akan bertahan lebih dari 2 bulan semenjak kunjungan saya ke Pontianak.

(Silahkan baca ini untuk mengerti maksud saya tentang sepupu yang bahagia: Semua Ada Batasnya)

Saya berharap, Ama pergi dengan tenang. Setidaknya Ama sudah melihat kelima anaknya pada saat terakhirnya. 

Mengingat Ama yang terakhir kali saya temui membuat saya ingin menangis, karena beliau sebenarnya sudah tidak bisa mengingat siapa pun kecuali Apek. Itu pun karena beliau mengurus Ama setiap hari. Hanya saja, entah kenapa Ama mengingat Ayah saya dan Tuako (adik perempuan Ayah saya, anak ketiga Ama) saat kami hendak pamit pergi ke bandara.

Pada akhirnya, Ama saya sudah berpulang. Meski agama kami berbeda, saya hanya bisa mendoakan dari sini. Mendoakan semoga beliau diberikan tempat terbaik di sana dan saya tentu tidak bisa datang ke Pontianak, karena selain harus fokus dengan TA juga karena Ayah saya kesehatannya sudah tidak memungkinkan naik pesawat.

Teruntuk Ama, terima kasih.Karena dulu mau merawat saya selama hampir tiga bulan, Menjadi satu-satunya orang yang membela waktu ada orang lain mengatakan saya bodoh meski saya tidak mengerti satu kata pun orang tersebut katakan karena menggunakan Hokkien. Juga karena tidak pilih kasih kepada cucunya meski pun saya tidak 100% keturunan Cina.

Ama

Rabu, 16 Mei 2018

Ternyata butuh waktu dua hari untuk saya akhirnya bisa menuliskan hal ini. 



Jadi, Ama saya meninggal. Tepatnya hari Senin lalu beliau meninggal. Saya mendengar sejak hari Minggu jika keadaan beliau sudah memburuk dan entah kenapa pada hari Senin saya bisa bangun pagi. 

Bangun pagi bagi jam tidur saya yang acak-acakan ini, artinya jam 7 pagi. Saya sedang mengupas bawang merah saat mendengar Ayah saya tiba-tiba bilang dengan suara bergetar, "Ama meninggal."

Saya berhenti mengupas bawang dan berhenti memikirkan kematian sejenak. Karena jujur saja, sejak saya membuka mata sampai sebelum mendengar perkataan Ayah, pikiran saya entah kenapa ienuhi dengan pemikiran tentang kematian.

Sorenya, Ayah saya mengirimkan gambar di WA dan gambar itu ada di bawah ini.


Kalau kalian tidak mengerti, gambar ini adalah iklan kematian di koran.


Masih terasa surealis sampai sekarang, sampai saya mengetikkan ini. Terlalu banyak yang saya pikirkan saat melihat gambar di atas dan membuat saya lebih banyak diam untuk berpikir. 

Lebih kepada mempertanyakan, apakah semua yang saya lakukan Senin lalu itu adalah pertanda?

Saya tidak pernah bisa bangun pagi, kecuali saya tahu harus melakukan sesuatu yang penting saat pagi hari. Lalu hari Senin, saya bangun jam 7 pagi. Tanpa alarm, tanpa teriakan untuk segera bangun untuk membantu Ibu saya dan saya tidak bergumam tidak jelas karena kesal bangun pagi.

Oh benar, dulu saya pernah tinggal bersama Ama waktu kelas 2 SMP dan jam bangun siang saya adalah sampai jam 7 pagi. Lewat dari itu, saya akan dipaksa untuk bangun dan mandi.

Hari Senin itu, saya mengupas bawang merah. Benda yang tidak pernah saya bisa dapatkan selama hampir tiga bulan tinggal bersama Ama.

Saya hampir tidak pernah makan masakan yang menggunakan bawang merah selama tinggal bersama Ama. Karena beliau hanya memasak bahan makanan dengan bumbu bawang putih dan beliau juga vegetarian.

Hari itu, entah kenapa saya terus berpikiran tentang kematian. Bukan tentang saya yang mati meski jujur saya sering memikirkan hal itu belakangan ini tetapi memikirkan bagaimana perasaan orang yang ditinggal pergi. Tidak tahu, hari itu saya berpikir tentang orang yang meninggal karena sakit serta yang meninggal tanpa pamit, atau bahasa sederhananya meninggal mendadak.

Lalu hari itu, saya dikirimkan foto yang merupakan iklan kematian. Saya tahu itu iklan kematian karena waktu tinggal di Pontianak, saya sering membaca koran dan selalu merasa konyol serta aneh orang menyewa halaman besar untuk mengiklankan kematian seseorang. Hal yang waktu pemikiran anak SD terasa konyol, sekarang terasa seperti surealis.

Karena saya tidak pernah membayangkan orang yang saya kenali akan masuk di iklan kematian tersebut.

Sepupu saya itu mungkin akhirnya bahagia karena tidak perlu melihat Ama lagi. Apek (Kakak Ayah saya) pasti paling terpukul karena Ibunya akhirnya pulang kepada pencipta, meski saya tahu beliau sudah punya firasat bahwa Ama tidak akan bertahan lebih dari 2 bulan semenjak kunjungan saya ke Pontianak.

(Silahkan baca ini untuk mengerti maksud saya tentang sepupu yang bahagia: Semua Ada Batasnya)

Saya berharap, Ama pergi dengan tenang. Setidaknya Ama sudah melihat kelima anaknya pada saat terakhirnya. 

Mengingat Ama yang terakhir kali saya temui membuat saya ingin menangis, karena beliau sebenarnya sudah tidak bisa mengingat siapa pun kecuali Apek. Itu pun karena beliau mengurus Ama setiap hari. Hanya saja, entah kenapa Ama mengingat Ayah saya dan Tuako (adik perempuan Ayah saya, anak ketiga Ama) saat kami hendak pamit pergi ke bandara.

Pada akhirnya, Ama saya sudah berpulang. Meski agama kami berbeda, saya hanya bisa mendoakan dari sini. Mendoakan semoga beliau diberikan tempat terbaik di sana dan saya tentu tidak bisa datang ke Pontianak, karena selain harus fokus dengan TA juga karena Ayah saya kesehatannya sudah tidak memungkinkan naik pesawat.

Teruntuk Ama, terima kasih.Karena dulu mau merawat saya selama hampir tiga bulan, Menjadi satu-satunya orang yang membela waktu ada orang lain mengatakan saya bodoh meski saya tidak mengerti satu kata pun orang tersebut katakan karena menggunakan Hokkien. Juga karena tidak pilih kasih kepada cucunya meski pun saya tidak 100% keturunan Cina.

Ini sudah sejak lama terpikirkan, tetapi ternyata belum pernah dituliskan kemari ya. Saya baru sadar, bahwa waktu yang dihabiskan untuk menterjemahkan lalu mengetik ulang dengan bahasa saya sendiri cukup banyak. Saat saya berpikir sudah menuliskan banyak hal, ternyata saya hanya menambah satau atau dua halaman, membuat saya frustasi.

Saya sadar diri kalau diri ini tipikal orang yang lambat jika menyusun karya tulis karena ingin terlihat sempurna. Juga karena saya stres sehingga berakhir menelantarkannya saat di rumah. Pada akhirnya, semuanya berantakan.

Katanya hidup itu harus tahu prioritas. Hanya saja, kalau kehidupan yang dilewati seperti saya ini apa bisa membagi prioritas?

Ah sudahlah, negatif terus. Untuk update pengerjaan, sudah sampai penyebab overpressure dan mungkin sebentar lagi bab 3 akan selesai saya kerjakan.

Waktu yang Terlewati

Minggu, 13 Mei 2018


Ini sudah sejak lama terpikirkan, tetapi ternyata belum pernah dituliskan kemari ya. Saya baru sadar, bahwa waktu yang dihabiskan untuk menterjemahkan lalu mengetik ulang dengan bahasa saya sendiri cukup banyak. Saat saya berpikir sudah menuliskan banyak hal, ternyata saya hanya menambah satau atau dua halaman, membuat saya frustasi.

Saya sadar diri kalau diri ini tipikal orang yang lambat jika menyusun karya tulis karena ingin terlihat sempurna. Juga karena saya stres sehingga berakhir menelantarkannya saat di rumah. Pada akhirnya, semuanya berantakan.

Katanya hidup itu harus tahu prioritas. Hanya saja, kalau kehidupan yang dilewati seperti saya ini apa bisa membagi prioritas?

Ah sudahlah, negatif terus. Untuk update pengerjaan, sudah sampai penyebab overpressure dan mungkin sebentar lagi bab 3 akan selesai saya kerjakan.

Saya hanya memikirkan kenapa memilih overpressure ini sebagai tugas akhir?

Hanya ingin berandai-andai, jika saja saya memilih topik lain yang misalkan saja produksi atau pemboran, apakah saya sudah sidang? Bukan duduk di KFC dan memesan mocca float di hari sedingin ini (saat saya menuliskan ini, cuaca mendung dan suhu 27 derajat celcius).

Bukan menyesali, saya hanya ingin mengeluarkan uneg-uneg ini karena menterjemahkan thesis S-3 orang yang berkuliah di Inggris tahun 2010 untuk bab 3 dasar teori. Saya memang banyak belajar hal baru dari menterjemahkan ini, tetapi apakah pada akhirnya semua itu akan berguna?

Teman saya bilang jangan pesimis, tetapi nyatanya saya tidak bisa untuk menyingkirkan hal tersebut. Lulus tidak tepat waktu mungkin masih bisa termaafkan jika IPK bernilai 3. Sementara saya? IPK saya tidak akan mungkin bernilai seperti itu meski sidang nanti mendapatkan A sekali pun. Saya juga bukan orang yang berorganisasi, jadi apa nilai saya di mata perusahaan?

Mungkin pada akhirnya tugas akhir ini hanyalah berakhir sebagai tugas terakhir sebagai mahasiswa Teknik. Setelahnya, mungkin saya tidak akan bekerja di dunia migas, karena nilai saya memangnya berharga?

Percuma saja jujur kuliah selama ini kalau nilai saya tidak bagus.

Memangnya orang peduli jika orang tersebut jujur kalau pada saat penyoltiran nilainya tidak memenuhi kriteria? Orang hanya menilai dari apa yang terlihat dan jujur itu tidak bisa ditampilkan dari nilai IPK.

Jangan bilang ada interview segala macamnya, karena pertama kali disoltir adalah kriteria yang sudah dicantumkan. Kalau nilai IPK saja sudah tidak lolos, kenapa orang mau membuang-buang waktu untuk interview orang yang tidak sesuai dengan persyaratan?

Pada akhirnya ini isinya negatif lagi, yasudah biarlah. Lagi tamu bulanan datang dan bisa menyalahkan hormon karena pemikiran negatif ini, lol.

Mempertanyakan Tugas Akhir dan Masa Depan

Sabtu, 12 Mei 2018


Saya hanya memikirkan kenapa memilih overpressure ini sebagai tugas akhir?

Hanya ingin berandai-andai, jika saja saya memilih topik lain yang misalkan saja produksi atau pemboran, apakah saya sudah sidang? Bukan duduk di KFC dan memesan mocca float di hari sedingin ini (saat saya menuliskan ini, cuaca mendung dan suhu 27 derajat celcius).

Bukan menyesali, saya hanya ingin mengeluarkan uneg-uneg ini karena menterjemahkan thesis S-3 orang yang berkuliah di Inggris tahun 2010 untuk bab 3 dasar teori. Saya memang banyak belajar hal baru dari menterjemahkan ini, tetapi apakah pada akhirnya semua itu akan berguna?

Teman saya bilang jangan pesimis, tetapi nyatanya saya tidak bisa untuk menyingkirkan hal tersebut. Lulus tidak tepat waktu mungkin masih bisa termaafkan jika IPK bernilai 3. Sementara saya? IPK saya tidak akan mungkin bernilai seperti itu meski sidang nanti mendapatkan A sekali pun. Saya juga bukan orang yang berorganisasi, jadi apa nilai saya di mata perusahaan?

Mungkin pada akhirnya tugas akhir ini hanyalah berakhir sebagai tugas terakhir sebagai mahasiswa Teknik. Setelahnya, mungkin saya tidak akan bekerja di dunia migas, karena nilai saya memangnya berharga?

Percuma saja jujur kuliah selama ini kalau nilai saya tidak bagus.

Memangnya orang peduli jika orang tersebut jujur kalau pada saat penyoltiran nilainya tidak memenuhi kriteria? Orang hanya menilai dari apa yang terlihat dan jujur itu tidak bisa ditampilkan dari nilai IPK.

Jangan bilang ada interview segala macamnya, karena pertama kali disoltir adalah kriteria yang sudah dicantumkan. Kalau nilai IPK saja sudah tidak lolos, kenapa orang mau membuang-buang waktu untuk interview orang yang tidak sesuai dengan persyaratan?

Pada akhirnya ini isinya negatif lagi, yasudah biarlah. Lagi tamu bulanan datang dan bisa menyalahkan hormon karena pemikiran negatif ini, lol.

Jadi tadi saya update IG yang jarang sekali diperhatikan, lalu terlibat percakapan singkat bersama teman di DM. Saya kaget saat tahu teman saya sudah sidang dan merasa ... entahlah.

Saya merasa bodoh sendiri karena sampai saat ini belum selesai menuliskan bab 3. Saya sudah tidak ingin menggunakan alasan ini-itu lagi, karena kenyataanya alasan itu sebenarnya hanya diada-adakan saja. Tidak pantas menyalahkan orang lain, karena ini adalah perjuangan antara saya dan niat untuk segera lulus.

Hari ini saya ingin menterjemahkan bahan untuk bab 3, karena dasar teori saya semua refrensinya berbahasa inggris. Saya sebenarnya lelah, tapi mau diapakan lagi? Saya yang memilih TA ini, maka saya harus bertanggung jawab hingga akhir.

BTW, saya sedih mendengar teman saya disuruh ganti judul dan ganti data TA. Padahal dia sudah disetujui oleh dosbing keduanya, tetapi dosbing pertamanya bilang seperti itu. Saya rasa kalau waktu itu berpikir untuk datang ke dosbing kedua dan bukan ke dosbing pertama maka nasib saya tidak akan jauh berbeda dengan dia.

Yasudah, seperti itu saja update hari ini dan seperti biasa saya mengerjakan banyak biasanya jika berada di KFC rumah sakit. Pusing ya pusinglah ini karena minum kopi terus.

Tertinggal dari Orang Lain

Rabu, 09 Mei 2018


Jadi tadi saya update IG yang jarang sekali diperhatikan, lalu terlibat percakapan singkat bersama teman di DM. Saya kaget saat tahu teman saya sudah sidang dan merasa ... entahlah.

Saya merasa bodoh sendiri karena sampai saat ini belum selesai menuliskan bab 3. Saya sudah tidak ingin menggunakan alasan ini-itu lagi, karena kenyataanya alasan itu sebenarnya hanya diada-adakan saja. Tidak pantas menyalahkan orang lain, karena ini adalah perjuangan antara saya dan niat untuk segera lulus.

Hari ini saya ingin menterjemahkan bahan untuk bab 3, karena dasar teori saya semua refrensinya berbahasa inggris. Saya sebenarnya lelah, tapi mau diapakan lagi? Saya yang memilih TA ini, maka saya harus bertanggung jawab hingga akhir.

BTW, saya sedih mendengar teman saya disuruh ganti judul dan ganti data TA. Padahal dia sudah disetujui oleh dosbing keduanya, tetapi dosbing pertamanya bilang seperti itu. Saya rasa kalau waktu itu berpikir untuk datang ke dosbing kedua dan bukan ke dosbing pertama maka nasib saya tidak akan jauh berbeda dengan dia.

Yasudah, seperti itu saja update hari ini dan seperti biasa saya mengerjakan banyak biasanya jika berada di KFC rumah sakit. Pusing ya pusinglah ini karena minum kopi terus.
Sepertinya saya harus menjabarkan kalau blog ini lebih dari sekadar menampung nyek-nyek doang. 



Kalau saya boleh jujur, saya mengaktifkan blog ini kembali Nopember tahun lalu. Alasannya, saya waktu itu hanya ingin menulis, tapi bukan fiksi. Saya sudah terlalu capai bermain dengan fiksi dan meminjam nama tokoh lain sebagai medium penyuara pikiran ini.

Awalnya berat, saya bahkan pesimis jika blog ini tidak akan berakhir diabaikan lagi. Namun, ternyata saya bisa mulai konsisten menulis dan bahkan bulan ini tanpa sadar saya menulis setiap hari. Mungkin karena saya sekarang sudah punya metode sendiri, mengetik dulu di Evernote, lalu sync di laptop. Edit cover pakai Phonto yang dimasukkan di Evernote.

Saya suka menulis, terutama menulis cerita. Namun, sekarang saya sedang suka menulis tentang kehidupan serta masalah-masalah yang membuat saya berpikir. Blog ini menampung semua itu, pemikiran dan perasaan saya tentang berbagai hal. Karena saya sadar diri, saya itu pelupa tingkat akut. Bahkan saya kalau absen menuliskan Daylio sehari saja, sudah lupa apa saja yang dilakukan hari itu.


Menurut saya, ada banyak hal yang sebenarnya bisa dituliskan pada blog. Saking banyaknya, sampai tidak bisa dibatasi kalau tidak jelas niche blog dan personal branding apa yang ingin dibangun. Kalau saya sendiri jujur hanya ingin menuliskan hal-hal yang sudah didiskusikan selama ini. Kalau pada akhirnya tidak berkenan dengan opini saya, tidak apa-apa.

Karena saya tidak bisa memaksakan orang untuk menyetujui opini saya. Sebaliknya, orang lain pun tidak bisa memaksa saya untuk menyetujui opininya. Kita punya hak dan kewajiban dasar yang harus dihormati satu sama lain.


Pada akhirnya, saya ingin blog ini penyimpan kenangan tentang berbagai pemikiran saya. Kalau nanti di masa depan saya membaca seluruh postingan dan merasa tidak setuju dengan pemikiran di masa lalu, tidak apa-apa. Karena setidaknya saya tahu, di suatu masa pernah berpendapat demikian dan jika tidak setuju, maka buatlah postingan untuk mengoreksinya.

Saya juga tidak masalah sebenarnya kalau ada orang membuat blog hanya untuk monetizen alias mencari uang. Asalkan dia tidak memberikan informasi yang salah, ya tidak masalah. Saya jujur suka membaca soft selling dari postingan berbayar di blog favorit, asalkan ada banyak informasi yang diberikan. Postingan berbayar tidak selamanya menyebalkan, kalau tahu cara menuliskannya dengan benar.

Karena kembali lagi, tujuan membuat blog untuk apa? Terserah saja, yang penting hanya dua hal penting yang harus dipegang teguh oleh yang punya blog. Dapat bertanggung jawab dengan konten (tulisan) yang dibuatnya, serta hal yang tidak kalah penting adalah bisa memberikan manfaat kepada orang lain. 

Alasan Blog Ini Eksis

Senin, 07 Mei 2018

Sepertinya saya harus menjabarkan kalau blog ini lebih dari sekadar menampung nyek-nyek doang. 



Kalau saya boleh jujur, saya mengaktifkan blog ini kembali Nopember tahun lalu. Alasannya, saya waktu itu hanya ingin menulis, tapi bukan fiksi. Saya sudah terlalu capai bermain dengan fiksi dan meminjam nama tokoh lain sebagai medium penyuara pikiran ini.

Awalnya berat, saya bahkan pesimis jika blog ini tidak akan berakhir diabaikan lagi. Namun, ternyata saya bisa mulai konsisten menulis dan bahkan bulan ini tanpa sadar saya menulis setiap hari. Mungkin karena saya sekarang sudah punya metode sendiri, mengetik dulu di Evernote, lalu sync di laptop. Edit cover pakai Phonto yang dimasukkan di Evernote.

Saya suka menulis, terutama menulis cerita. Namun, sekarang saya sedang suka menulis tentang kehidupan serta masalah-masalah yang membuat saya berpikir. Blog ini menampung semua itu, pemikiran dan perasaan saya tentang berbagai hal. Karena saya sadar diri, saya itu pelupa tingkat akut. Bahkan saya kalau absen menuliskan Daylio sehari saja, sudah lupa apa saja yang dilakukan hari itu.


Menurut saya, ada banyak hal yang sebenarnya bisa dituliskan pada blog. Saking banyaknya, sampai tidak bisa dibatasi kalau tidak jelas niche blog dan personal branding apa yang ingin dibangun. Kalau saya sendiri jujur hanya ingin menuliskan hal-hal yang sudah didiskusikan selama ini. Kalau pada akhirnya tidak berkenan dengan opini saya, tidak apa-apa.

Karena saya tidak bisa memaksakan orang untuk menyetujui opini saya. Sebaliknya, orang lain pun tidak bisa memaksa saya untuk menyetujui opininya. Kita punya hak dan kewajiban dasar yang harus dihormati satu sama lain.


Pada akhirnya, saya ingin blog ini penyimpan kenangan tentang berbagai pemikiran saya. Kalau nanti di masa depan saya membaca seluruh postingan dan merasa tidak setuju dengan pemikiran di masa lalu, tidak apa-apa. Karena setidaknya saya tahu, di suatu masa pernah berpendapat demikian dan jika tidak setuju, maka buatlah postingan untuk mengoreksinya.

Saya juga tidak masalah sebenarnya kalau ada orang membuat blog hanya untuk monetizen alias mencari uang. Asalkan dia tidak memberikan informasi yang salah, ya tidak masalah. Saya jujur suka membaca soft selling dari postingan berbayar di blog favorit, asalkan ada banyak informasi yang diberikan. Postingan berbayar tidak selamanya menyebalkan, kalau tahu cara menuliskannya dengan benar.

Karena kembali lagi, tujuan membuat blog untuk apa? Terserah saja, yang penting hanya dua hal penting yang harus dipegang teguh oleh yang punya blog. Dapat bertanggung jawab dengan konten (tulisan) yang dibuatnya, serta hal yang tidak kalah penting adalah bisa memberikan manfaat kepada orang lain. 
Masih mellow membaca reply teman-teman book blogger saat saya bilang mau berhenti.


Gara-garanya saya buat status ini dan ternyata ada yang respon. Kaget, terharu dan campur aduk banget deh.


Saya bahkan tidak menyangka jika masih ada yang menanggapi. Apalagi yang menanggapi itu ada teman seangkatan yang dulu masih tidak pede menjadi book blogger dan bahkan idola saya yang dulu membuat saya menjadi book blogger. Terima kasih ya atas responnya.

Seingat saya, waktu itu membuat blog ini dulu baru membuat book blogger The Cute Geek. Silahkan ejek nama blognya, karena memang dulu saya geek banget dan memang sukanya hal-hal gemash. Sayangnya tidak berbanding lurus dengan suka warna pink, padahal benda gemash kan kebanyakan menggunakan warna ini.

Blog ini tidak terurus, blog The Cute Geek saya seriusin. Bahkan saya tidak mengira akan bisa menjadi host blog tour dan memberikan giveaway berupa buku. Saya tidak akan melupakan bagaimana rasanya bekerja sama dengan penerbit dan penulis di masa-masa tersebut.

Namun seperti semua hal, saya akhirnya terkena reading block alias malas membaca. Bahkan sampai hari ini, saya masih tidak bisa membaca buku yang dicetak. Saya lebih suka ebook, tetapi tidak berlaku untuk paper yang menjadi penunjang TA. Entah kenapa, untuk paper saya lebih suka membaca hasil print out.

Saya berencana untuk fokus mengurus blog The Cute Geek jika sudah selesai TA. Mungkin untuk menyiasati tidak menyukai membaca buku yang dicetak, saya bakalan beli tablet untuk membaca ebook. Cuma ya tidak langsung beli setelah sidang juga, karena saya maunya beli benda itu jika sudah bekerja nanti.

Serta sepertinya saya harus mengubah niche The Cute Geek. Karena entah kenapa saya sekarang kecenderungannya ke cerita visual (alias komik dari berbagai media) dan cerita yang memiliki tema yang membuat saya berpikir kritis. Rasanya saya sudah tidak kena lagi membaca cerita cinta-cintaan ala Teenlit yang uwu eym bahasa Twitter dibawa kemari. Juga tidak begitu kena juga dengan cerita ala-ala drakor tanpa penjelasan yang masuk akal.

Ah sudahlah untuk urusan prefensi bacaan saya nanti bisa dikoreksi, tapi untuk sekarang saya jelas akan melakukan apa. Mereview komik yang ada di rumah karena jarang sih ada yang review komik. Kalau ada itu dulu karena saya pernah buat reading challenge dan yang tetap melanjutkan memang orangnya itu lagi itu lagi.

Apa tidak repot mereview komik? Tidak repot, tapi kok gatal banget mau ganti tema blognya. 

Cuma kok sayang, karena itu penuh perjuangan membuat template yang uwu dengan ilmu HTML yang cemen ini. Apalagi saya bukan orang yang sabaran, tapi mau beli premade belum ada yang cocok. Terlalu basic dan saya mana mau kalau seperti itu. Mau custom kok ya sayang banget sama uang yang harus dipakai

Sudahlah, saya kumpulkan niat dulu untuk konsisten update di sebelah. Soal tema blognya, urusan nanti sajalah dan saya tetap ogah beli domain itu blog The Cute Geek. Karena banyak aja kok book blogger favorit saya yang masih betah pakai blogspot atau wordpress tetap populer. Serta saya tetap forever sirik dengan salah satu book blogger yang bekerja sebagai perpustakawati di sebuah SMA di Lampung. Pekerjaan impian banget, apalagi beliau juga suka update soal kegiatan siswanya yang suka baca buku.

Ah, jadi inget dulu pernah berniat kalau sampai nerbitin novel yang masuk toko buku, mau menyumbang ke SMA tempat book blogger favorit saya bertugas. Semoga tahun ini bisa mewujudkannya :')

Ternyata Blog Saya (yang Sebelah) Memiliki Dampak

Minggu, 06 Mei 2018

Masih mellow membaca reply teman-teman book blogger saat saya bilang mau berhenti.


Gara-garanya saya buat status ini dan ternyata ada yang respon. Kaget, terharu dan campur aduk banget deh.


Saya bahkan tidak menyangka jika masih ada yang menanggapi. Apalagi yang menanggapi itu ada teman seangkatan yang dulu masih tidak pede menjadi book blogger dan bahkan idola saya yang dulu membuat saya menjadi book blogger. Terima kasih ya atas responnya.

Seingat saya, waktu itu membuat blog ini dulu baru membuat book blogger The Cute Geek. Silahkan ejek nama blognya, karena memang dulu saya geek banget dan memang sukanya hal-hal gemash. Sayangnya tidak berbanding lurus dengan suka warna pink, padahal benda gemash kan kebanyakan menggunakan warna ini.

Blog ini tidak terurus, blog The Cute Geek saya seriusin. Bahkan saya tidak mengira akan bisa menjadi host blog tour dan memberikan giveaway berupa buku. Saya tidak akan melupakan bagaimana rasanya bekerja sama dengan penerbit dan penulis di masa-masa tersebut.

Namun seperti semua hal, saya akhirnya terkena reading block alias malas membaca. Bahkan sampai hari ini, saya masih tidak bisa membaca buku yang dicetak. Saya lebih suka ebook, tetapi tidak berlaku untuk paper yang menjadi penunjang TA. Entah kenapa, untuk paper saya lebih suka membaca hasil print out.

Saya berencana untuk fokus mengurus blog The Cute Geek jika sudah selesai TA. Mungkin untuk menyiasati tidak menyukai membaca buku yang dicetak, saya bakalan beli tablet untuk membaca ebook. Cuma ya tidak langsung beli setelah sidang juga, karena saya maunya beli benda itu jika sudah bekerja nanti.

Serta sepertinya saya harus mengubah niche The Cute Geek. Karena entah kenapa saya sekarang kecenderungannya ke cerita visual (alias komik dari berbagai media) dan cerita yang memiliki tema yang membuat saya berpikir kritis. Rasanya saya sudah tidak kena lagi membaca cerita cinta-cintaan ala Teenlit yang uwu eym bahasa Twitter dibawa kemari. Juga tidak begitu kena juga dengan cerita ala-ala drakor tanpa penjelasan yang masuk akal.

Ah sudahlah untuk urusan prefensi bacaan saya nanti bisa dikoreksi, tapi untuk sekarang saya jelas akan melakukan apa. Mereview komik yang ada di rumah karena jarang sih ada yang review komik. Kalau ada itu dulu karena saya pernah buat reading challenge dan yang tetap melanjutkan memang orangnya itu lagi itu lagi.

Apa tidak repot mereview komik? Tidak repot, tapi kok gatal banget mau ganti tema blognya. 

Cuma kok sayang, karena itu penuh perjuangan membuat template yang uwu dengan ilmu HTML yang cemen ini. Apalagi saya bukan orang yang sabaran, tapi mau beli premade belum ada yang cocok. Terlalu basic dan saya mana mau kalau seperti itu. Mau custom kok ya sayang banget sama uang yang harus dipakai

Sudahlah, saya kumpulkan niat dulu untuk konsisten update di sebelah. Soal tema blognya, urusan nanti sajalah dan saya tetap ogah beli domain itu blog The Cute Geek. Karena banyak aja kok book blogger favorit saya yang masih betah pakai blogspot atau wordpress tetap populer. Serta saya tetap forever sirik dengan salah satu book blogger yang bekerja sebagai perpustakawati di sebuah SMA di Lampung. Pekerjaan impian banget, apalagi beliau juga suka update soal kegiatan siswanya yang suka baca buku.

Ah, jadi inget dulu pernah berniat kalau sampai nerbitin novel yang masuk toko buku, mau menyumbang ke SMA tempat book blogger favorit saya bertugas. Semoga tahun ini bisa mewujudkannya :')