Featured Post

Tidak Apa-Apa (Belum) Mencintai Dirimu Sekarang

Karena mencintai diri sendiri tidaklah semudah quote yang bertebaran di tumblr atau pinterest. Ini gara-gara membaca ulang blog ini...

Read More

Tidak Apa-Apa (Belum) Mencintai Dirimu Sekarang

Rabu, 11 Juli 2018

Tidak ada komentar

Karena mencintai diri sendiri tidaklah semudah quote yang bertebaran di tumblr atau pinterest.



Ini gara-gara membaca ulang blog ini terus mikir dan berakhir diskusi sama temen. Di postingan itu, saya nulis harus mencitai diri sendiri sebelum mencintai orang lain dan bilang orang yang meminta seseorang untuk mencintainya di masa ini bakalan tidak bahagia. Sungguh saya mengikuti aliran mainstream banget saat menuliskan itu.

Yah sebenarnya karena baper menganalisis lagu sih.



Hanya saja ada pertanyaan yang terus menganggu di kepala saya dan akhirnya menanyakannya. Membuat sudut pandang saya terbuka dan belajar, bahwa jangan langsung judgement suatu masalah.
Apa benar harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain?

Jawabannya membuat saya merenung cukup lama dan daripada itu hanya menjadi pemikiran sesaat, akhirnya menuliskan kemari. Agar saya tidak lupa dan paham, bahwa manusia tidak sesederhana itu untuk melakukan sesuatu.

Semua orang tahu apa itu mencintai diri sendiri maksudnya seperti apa. Namun, bagi orang yang sudah terbiasa untuk tidak mencintai diri sendiri dan ingin berubah, hal ini tidak begitu mudah dilakukan. Karena sebelum sampai di fase mencintai diri sendiri, ada dua fase yang harus dilewati.

Menerima keadaan diri sendiri dan memaafkan diri sendiri.

Karena saat mencoba menerima diri sendiri seutuhnya pasti ada reaksi yang tidak terduga dirasakan. Antara membenci diri sendiri atau merasa bersalah karena melakukan hal-hal yang selama ini sudah dilakukan. Saat mencoba memaafkan diri sendiri, pasti ada ego yang bermain di kepala. Merasa semua yang terjadi memang pantas dan memaafkan diri sendiri terasa sulit.

Pada proses ini, tidak semua orang punya mental yang kuat untuk menghadapinya sendiri. Tidak apa-apa jika membutuhkan orang lain untuk mendukungnya, merasa diri sendiri pantas untuk dicintai dan mencitai diri sendiri. Memang ada resiko jika orang ini menyakiti hatinya, tetapi bukankah setiap hal di dunia ini memiliki resikonya?

Setelah bisa menerima diri sendiri, fase kedua adalah memaafkan diri sendiri. Belajar menerima bahwa kesalahan yang lalu tidak bisa diubah, belajar bahwa hari ini dan esok bisa lebih baik dari kemarin. Karena kenyataanya meminta maaf kepada orang lain kadang lebih mudah daripada mencoba memaafkan kesalahan diri sendiri.

Berapa lama sampai akhirnya bisa mencintai diri sendiri? Saya tidak bisa menjawabnya, karena setiap orang punya permasalahannya sendiri. Tidak ada batas waktu dan yang tahu siap untuk mencintai diri sendiri adalah orang itu sendiri.

Tidak apa-apa jika hari ini kamu belum mencintai dirimu sendiri. Kamu sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik versimu dan tidak perlu tertekan akan batas waktu untuk bisa mencintai diri sendiri. Karena tidak ada larangan untuk belajar mencintai diri sendiri seumur hidupmu.
Auklah saya menulis apa ini, hahahaha.
Read More

Berhenti Melarikan Diri

Kamis, 05 Juli 2018

Tidak ada komentar
Akhirnya berani update soal skripsi, hahahahuhuhu.



Sebenarnya ada banyak alasan saya tidak mengupdate kemari, di antaranya:
  • Saya stuck banget di bab 3 dan berakhir tidak mau mentranslate sisa pekerjaan ini.
  • Laptop saya di service dan data log semuanya hilang. Saya tidak marah atau apa sebenarnya, tapi ya benar-benar berakhir kehilangan arah.
  • Ketakutan keluar rumah karena ... di kepala ini selalu ada suara "jatuhkan dirimu sana!" saat naik motor. Atau saya tanpa sadar mengikuti truk lalu di kepala ada suara, "kamu harus mati hari ini. Kamu tidak berguna untuk hidup," dan itu menakutkan. Jadi selama bulan puasa, saya tidak ke kampus sama sekali karena suara-suara ini terlalu nyaring.

Namun, sekarang saya harus menghadapinya. Suara itu mungkin akan kembali suatu saat nanti, tetapi saya harus kuat. Karena melarikan diri itu capek dan TA tidak akan pernah selesai kalau saya terus ketakutan. Juga karena akhirnya saya berpikir tentang hidup.
Bahwa mati itu pasti, tetapi hidup di bawah ketakutan bukanlah hidup yang sebenarnya. Tidak apa-apa kalau pada akhirnya saya mati karena mencoba untuk lebih baik, karena setidaknya tidak ada penyesalan yang tertinggal.
Oh iya, sekarang dengerin lagu BTS yang Spring Day kalau mau nulis TA ini, hahahaha.
Read More

Tagline di Header Blog

Kamis, 28 Juni 2018

Tidak ada komentar
Tidak ada yang bertanya, tapi mau jelasin. Biarlah ini blog saya kok 😪


Sebenarnya, sebelumnya masih belum ada tagline. Header pas rambut biru gak ada tulisan apa pun selain nama blog ini kok. Hanya saja, saat redesign blog ini, akhirnya memutuskan untuk buat header baru. Terus kepikiran ingin memasukkan tagline yang menjadi identitas blog ini. 

Dream
Harapannya adalah blog ini menjadi tempat catatan perjalanan saya menggapai mimpi-mimpi yang ada. Karena saya tidak hanya ingin menyimpannya di aplikasi dan di sini adalah bukti nyata bahwa mimpi bisa diwujudkan. 

Journey
Perjalanan hiduplah, hahaha 😂 

Cuma serius, saya benar ingin ada bukti kalau hidup saya di suatu masa pernah seperti apa. Karena nyimpan di HP, kan gatau kalau misalnya rusak terus lupa back up, gimana? Juga karena ingin berbagi, siapa tahu curcolan tiada faedah perjalanan hidup saya ada gunanya buat orang lain. 

Love 
Saya tahu bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa cinta. Hanya saja, menurut saya cinta itu banyak jenisnya dan itu yang ingin saya temukan. Hal-hal yang saya alami dan dituliskan kemari, sebagai pengingat bahwa cinta bentuknya tidaklah terbatas. 



Kalau ditanya saya pesan header dengan siapa, jawabannya sama. Ini desain pindanglicious dan dengan kualitas gambar segini, harganya tidak mahal. Super lav deh, cuma kalau orangnya tidak sabaran mungkin ini bukan untukmu. Karena lama waktu pengerjaan header 1 bulan dan itu juga hisa direvisi sebelum fix diwarnai.

Semua orang punya alasan mengapa memilih tagline yang ditampilkan di header. Alasan saya adalah ini, jadi itulah yang akan diwujudkan dalam bentuk tulisan. 
Dream - Journey - Love. Karena semuanya saling terkoneksi satu sama lainnya. 
Read More

Oppa yang Membuat Pusing

Selasa, 26 Juni 2018

Tidak ada komentar
Ini semua karena menggali chat lama dan menemukan SS yang membahas bias vs bias wrecker.


Mudahnya, bias adalah orang yang disukai. Orang yang benar-benar relate dengan sikap kita saat itu. Beberapa bilang bias adalah orang yang dicintai dan sering dikhayalin halu. Juga bias biasanya dianggap sebagai tipe ideal jodoh di masa depan karena bisa mencintainya dengan mudah.

Sementara bias wrecker itu adalah orang yang tidak diundang kehadirannya, tapi mampu membuat atensi ke bias teralihkan. Bias wrecker = guilty pleasure, karena kadang sayang banget dan kadang kesel banget sama satu orang. Juga ada yang bilang bias wrecker itu sebenarnya adalah tipe jodoh yang akan didapatkan di masa depan.

Karena saya ini bukanlah fans setia banget, jadi bias dan bias wrecker di suatu grup selalu ganti-ganti. Sampai kenal BTS dan kenapa konsisten sekali bias sekaligus bias wrecker. Apalagi benar-benar berlawanan dan beberapa kali mimpi yang makin menunjukkan perbedaanya.

Lyfe as fangirl so hard yah, lol.

Saya juga suka mengkhayal halu dan sering terbawa ke mimpi. Masalahnya, saya cuma mengkhayal bias saja, bias wrecker suka dilupain. Ya karena saya pikir bias wrecker itu intinya saya hanya suka wajahnya, bukan personanya secara keseluruhan.

Tebak, yang sering muncul di mimpi itu siapa? Bias wrecker dan kerjaanya selalu berantem, benar-benar berantem debat cuma karena beda pendapat. Bangun suka sebal, meski mau tidak mau mengamini apa yang didebatkan. Cerita dengan teman fangirl dan dia ketawa, karena itulah alasan bias wrecker eksis.

Lalu diskusi dengan satu teman lainnya dan pada akhirnya sampai di kesimpulan, "hati-hati kamu jatuh ke dalam pesona ybs kayak aku ke Sanggyun."

Intinya? Cuma mau nyek-nyek begini doang karena tidak terima bias wrecker tiap masuk ke mimpi selalu mengajak saya berantem debat.

Silahkan tebak yang mana bias dan bias wrecker, thq.
Read More

Tentang Mencoba untuk Lebih Baik

Senin, 25 Juni 2018

Tidak ada komentar
Bukan maksudnya selama ini saya jadi orang jahat, hanya saja menjadi pribadi yang lebih baik. Saya sudah merenungkan ini sejak lama, tetapi benar-benar yakin harus berubah karena percakapan dengan teman di Line.


Saya tahu, manusia itu tidak ada yang sempurna. Hanya saja, bukan berarti itu alasan untuk tidak berusaha menjadi versi terbaik diri sendiri. Tujuan saya menuliskan ini sebenarnya lebih kepada pengingat, bahwa berubah itu bukan cuma niat belaka, tapi juga dilaksanakan.

Ada satu hal yang sejak dahulu saya sadar sebagai kekurangan diri ini, tetapi tidak mau mengakui dan tidak tahu harus bagaimana mengatasinya. Saya jika bersama orang yang dianggap cukup 'dekat' maka akan selalu berusaha mengkoneksikan semua topik menjadi ke arah saya. Hal ini kalau tidak salah saya ingat sudah ada sejak jaman SD dan masih terbawa sampai hari ini.

Mungkin karena saya tipe yang mencari teman yang cocok itu susahnya setengah mati dan begitu menemukannya, langsung merasa bisa melepaskan topeng. Hanya saja, sikap ini malah membuat saya kehilangan teman. Dulu, saya pikir itu karena teman-teman saya palsu. Mereka hanya mau berteman dengan saya karena ada maunya saja.

Namun, Line di hari Rabu tuh mengubah pemikiran saya tentang ini. 

Sebenarnya teman saya ini sudah mengatakan hal yang sama dan dulu saya memang mengamininya. Hanya saja waktu itu mungkin karena masih diperhalus bahasanya dan saya masih mengulang hal yang sama. Sampai hubungan kami seperti tidak enak begitu dan kali ini saya tidak mau ikhlas kalau akhirnya kehilangan teman lagi.

Karena pertemanan memang punya batas waktu, tetapi bukan berarti tidak diusahakan. Saya tentu tidak mau hubungan pertemanan rusak hanya karena sikap yang sebenarnya bisa dikontrol kalau mau mengusahakannya.


Mungkin sampai sini pada mikir, sebenarnya kekurangan apa yang sampai membuat saya menuliskan ini?

Jujur, saya merasa cukup egosentris. Semua hal harus berhubungan dengan saya dan kadang, hal yang memang terjadi karena atas dasar "shit happen in life" justru menyalahkan orang lain. Menganggap dia sengaja melakukannya karena tidak menyukai saya.

Intinya, dari egosentris ini jadi berimbas kemana-mana. Saya tahu manusia itu memang pada dasarnya mahluk yang mementingkan ego, tapi saat ego itu mulai terlalu mendominasi maka yang ada hanya merusak apa yang ada.

Mengubah apa yang sudah menjadi kebiasaan itu susah, beneran. Saya awalnya juga merasa kenapa palsu banget ya? Cuma mungkin itu namanya transisi dan sekarang sudah mulai agak terbiasa untuk tidak mengkoneksikan segala sesuatu kepada saya. Karena dunia bukan hanya tentang saya dan tidak semua pendapat saya selalu benar serta penting.
Karena pada akhirnya, semua kembali kepada kompromi. Memperbaiki diri sendiri itu termasuk kompromi dan cara untuk menyayangi diri sendiri.
Read More

Tentang Masa Depan

Jumat, 22 Juni 2018

Tidak ada komentar
Waktu itu, saya juga ada menuliskan hal yang sama. Saya benar-benar di fase fcked up bangetlah kalau boleh jujur, sampai menghadapi TA saja tidak berani selama sebulanan ini.



Kalau baca di sini, di postingan itu intinya saya tidak yakin bisa bekerja di dunia migas. Beberapa kali saya berusaha menyakinkan diri bahwa bisa, semua akan ada jalannya. Lalu beberapa kali mimpi selama bulan puasa itu yang intinya saya diremehkan. Diremehkannya dengan bilang saya bodoh dan meski di mimpi-mimpi itu akhirnya saya bisa bekerja, tapi saat bangun untuk sahur jadi berpikir.

Anggap saja saya pesimis, tapi saya lebih suka menganggap diri ini rasional. Dari mimpi itu, ada beberapa hal yang disadari dan membuat saya memikirkan kembali untuk mencoba melamar pekerjaan ke dunia migas.

Pertama
Saya paling tidak suka diremehkan. Lebih spesifiknya, saya paling tidak suka dikata bodoh dan bahasa lebih kasar yang intinya itu. Saya pernah merasakan dikatain seperti itu dan meski itu memang memotivasi, saya masih sakit hati sampai sekarang kalau mengingatnya.

Kedua
Seperti saya bilang di postingan-postingan lalu, kalau IPK saya tidak akan sampai 3. Dengan nilai segitu, saya rasa pekerjaan yang bisa ditekuni adalah bekerja di bank. Terserahlah kalau nanti dikatain kuliah capek-capek tidak sesuai jurusan, tetapi rasional sajalah. Saya butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga di rumah dan yang terpikirkan adalah ini.

Ketiga
Anggap saja alasan saya cemen, saya tidak mau gosong karena kerja di lapangan. Saya mulai tertarik dengan make-up dan kalau sampai kerja di dunia migas dan ditempatkan di lapangan, bye saja riasan di muka. Adanya nanti muka malah kacau karena kena panas lapangan.

Saya sudah yakin akan melamar pekerjaan di bank begitu lulus kuliah dan biarlah pekerjaan dari bawah serta gajinya UMR lebih sedikit. Tidak masalah, karena sebenarnya selain uang, yang saya kejar ada 2 hal pada pekerjaan ini.
  1. Saya tidak mau menikah. Setidaknya tidak dalam lima tahun ke depan dan bekerja di bank memberikan kesempatan hal itu. Maksudnya ... sudah peraturan tertulis bukan kalau bekerja di bank belum menikah dan tidak berniat menikah dalam jangka waktu tertentu? Itu yang saya kejar.
  2. Ada bank yang membuka cabang di Seoul. Silahkan anggap saya halu, tapi saya ingin ditempatkan di sana. Bukan buat fangirl (karena sepertinya kalau saya sampai penempatan di sana pun, idol yang saya suka pada inactive), tapi memang dari dulu saya ingin tinggal di luar negeri dan spesifiknya di sini.
Ada alasan khusus kenapa saya tidak ingin menikah muda dan mungkin suatu saat nanti akan dibahas kemari. Sampai saat itu tiba, setidaknya biarkan saya menuliskan alasan general saya memilih masa depan seperti ini. Silahkan dihina, tapi tidak semua orang paham akan alasan saya itu.

Meski saya tahu mengkhawatirkan masa depan yang belum terjadi tidaklah selalu baik, tapi saya tidak bisa mengabaikannya. Saya juga ingin tidur tenang karena tahu apa yang ingin dicapai tahun ini.
Read More

Bacaan Shen #1 - #20

Kamis, 21 Juni 2018

Tidak ada komentar
Anggap saja ini komitmen untuk kembali mengisi blog ini. Beberapa link di sini mungkin akan berakhir menjadi sumber tulisan saya. Daripada saya lupa dan berakhir dengan close all tab di HP. 



Perlu diingat, bacaan saya cukup luas dan terkadang terlalu random. Tidak apa-apa, karena membaca hal seperti ini justru membuka banyak perspektif baru. 

*

Sebenarnya artikel ini lebih ke mempromosikan film dan kalau baca sumber aslinya, lebih bikin patah hati. Umurnya 23 tahun saat dihukum mati, itu semua karena tidak ada yang mengerti tentang depresinya. Sesedih dan semengerikan itulah depresi bisa mengubah seseorang. 

Terkadang hal seperti ini perlu diabadikan. Juga, tidak perlu malu mengakui kalau mendapatkan sumber quotes kehidupan dari website gosip, lol. 

Bacaan yang menarik, meski entah saya tidak terpapar hal ini secara langsung. Mungkin karena struggle sekarang adalah menyelesaikan TA dan belum melihat dunia secara luas? Entahlah, yang jelas bacaan ini menarik. 

Sebuah tema yang menarik dibaca karena sebenarnya saya suka malas sendiri lihat orang yang terlalu berlebihan dalam suatu hal. Contohnya seperti ini, maunya skin care 100% natural ingredients. Logikanya saja, yang alami aja pasti punya kandungan kimia (karena reaksi pada lingkungan), bagaimana mau mengharapkan skin care serta make up seperti ini? Sesungguhnya orang kayak ini sasaran empuk buat orang-orang marketing 😪

Lalu saya teringat dengan salah satu judul video Edward Avilla yang membahas tema seperti artikel ini, tapi dia lebih ke arah produknya sih. Daripada ingin judge, saya justru mikir banyak hal yang berintikan 1 hal. Ternyata penampilan itu segalanya yah. 😞

Baru tahu hal seperti ini dan ya, ini sangat berguna. Belajar hal remeh temeh begini gak ada salahnya, demi penampilan yang lebih baik.

Bohong banget kalau tidak mau tahu hal ini dari berbagai sumber. Nanti coba baca dan mendapatkan kesimpulan untuk dituliskan kemari.

Sebuah bacaan yang memberikan pandangan baru. Ada beberapa artikel yang intinya juga membahas hal ini, ntar saya copas kemari link-nya. 

Karena membicarakan ini di Indonesia sepertinya tabu, jadi mari baca forum ini. Saya suka tentang Quora adalah yang memberikan jawaban adalah orang-orang dari berbagai bidang. Tentu saja semua jawaban adalah opini, tapi itulah yang membuatnya menarik. 

Follup dari poin nomor 8 dan dari sudut pandang orang yang lama tinggal di Korea. Menarik bacanya, karena saya jadi yakin bahwa mau hidup di mana pun, gak ada namanya hidup semudah drama Korea. 

The perk being good mother for your child. Ini kalau nanya ke netizen Indonesia yang ada emaknya kena bash deh. 

Sebuah pertanyaan yang bisa menimbulkan perdebatan. Pertanyaannya memang terasa mengeneralisir, tapi jawabannya beneran memberikan banyak sudut pandang baru. Ketahuan banget saya kebanyakan baca artikel sampah di website gosip, tapi tidak apa-apa. Namanya juga hidup. 

Baca ini kalau tidak salah sebagai follup "apakah expart bisa beli properti di South Korean?" dan ternyata bisa gaes 😱

Asal mula mengapa ada link nomor 13 😂

Saya tidak pernah terpikirkan hal ini. Sungguh hal remeh kayak gini memang harus lebih diperhatikan lagi kalau mau mengetahui suatu negara. Cuma kalau dipikirkan kembali, air minum di daerah sini pun kayaknya jarang juga langsung diminum. Kan setidaknya dimasak dulu.

Sisi lain yang harus dipertimbangkan saat berpikiran mau menikah dengan orang Korea. Karena hidup tidak tentang hari ini saja. 

Sebuah pertanyaan yang tidak pernah terlintas di kepala kalau nonton drama. Lalu ingin mencari artikel lagi tentang kehidupan Korea itu apakah seperti di drama-drama yang ada.

Anggap saja ingin self improvement dan juga ini bisa digunakan untuk Bahasa Indonesia juga kan? 

Membaca hal umum ini tidak ada salahnya. Lagipula yang ini beneran proper research yang sampai ke sejarahnya. 

Fakta yang sebenarnya sebagian sudah tahu, tetapi ada sebagian yang bikin heran juga. Yah, namanya hidup, penuh kejutan. 

*

Sebenarnya kalau rajin, beberapa artikel di sini bisa jadi tulisan blog. Hanya saja, saya tidak berniat mentranslate ke Bahasa. Malas sih, ngerjain TA aja translate English pun. Berilah saya waktu untuk berhenti dari terjemahan begitu 😭

Minggu depan, saya rasa bakalan makin banyak link atau makin sedikit link yang tercantumkan? Entahlah. Mungkin juga malah website gosip sampah yang biasa saya baca jangan-jangan nyempil juga 😂

Jadi sudah baca apa aja minggu ini? 
Read More

Mengapa Harus BTS?

Rabu, 20 Juni 2018

Tidak ada komentar
Saya pun bertanya-tanya tentang hal ini. Hanya saja, ada satu hal yang bisa saya katakan dengan jelas, mereka menolong saya untuk tetap hidup.


Sebenarnya saya agak bagaimana menuliskan ini ke blog. Hanya saja, saya benar-benar ingin mencatat banyak hal remeh pada hidup di sini. Karena nyatanya menyimpan di Daylio tidaklah cukup. 

Kalau baca blog saya dari awal, pasti bakalan menemukan kalau dulu bilangnya tidak ngefans banget dengan BTS. Boro-boro ngefans, bedain wajah member saja pusing (maaf, ingatan saya tentang nama cuma sesendok). Semuanya berubah sampai saya dengar lagu di iklan LG dan pusing mencari lagunya apaan. 

Tebak lagu itu apa? Iya benar, Mic Drop. 😂

Akhirnya mengaku kepada teman yang ARMY (sebutan fans BTS) dan diracunilah ini itu. Saya mundur kalau diajak ngomong teori, karena tidak atau tepatnya masih belum tertarik. Karena berawal dari Mic Drop, akhirnya mendengarkan lagu Fake Love dan begitulah. 

Hanya saja, saya masih ragu menyebut diri ini ARMY. Kata itu terlalu kuat dan saya tidak yakin sanggup menanggung tanggung jawab sebagai fans mereka. Jadi biarkan saya dan mendengarkan karya BTS untuk menyemangati hidup. 

Saya juga berbicara kepada teman yang non-ARMY dan dia bilang hal yang saya rasakan. Dulu dia nonton konser BTS yang WINGS dan bilang, "aku bangga bilang kalau konser pertama yang aku tonton adalah konser mereka. Energi mereka bisa tersampaikan kepada yang nonton dan bisa memberikan efek yang tidak semua orang bisa lakukan."

Kita ngobrol lagi dan begitu tahu saya bisa sedikit menjadi lebih baik dari beberapa bulan kebelakang, dia senang. Karena dia saksi yang mendengarkan berbagai keluhan saya. Dari saya capek dengan TA yang tidak bisa selesai, ada suara yang nyaring di kepala ini menyuruh untuk mati dan sampai yang paling parah, saya mulai kehilangan cara untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Mungkin benar kata teman saya, kebanyakan fans mereka bertemu saat terbawah pada hidupnya. Banyak yang menyesal tidak mengetahui mereka dari awal, tetapi saya justru berpikir mungkin itulah alasan BTS bisa sukses. Mereka hadir di saat yang tepat dan tidak semua orang bisa melakukannya.
Read More

Ingatlah untuk Mencintai Diri Sendiri

Sabtu, 09 Juni 2018

Tidak ada komentar
Ini semua karena iseng membuat wallpaper HP sendiri dan berakhir kepikiran apa yang terjadi belakangan ini.


Hidup belakangan ini tidak bisa saya bilang baik, ada banyak hal yang membuat beberapa orang khawatir terhadap kesehatan jiwa saya. Begini begitu, akhirnya saya merasa tidak ada alasan lagi untuk hidup. 

Sampai bulan puasa tiba dan saya pikir bakalan dijalani dengan berat. Namun, begitu saya jalani, tidak terasa capai dan lapar. Mungkin untuk alasan terakhir yang tidak lapar itu, karena saya sudah terbiasa untuk tidak makan seharian. Tipikal kehidupan saya yang kalau banyak pikiran pasti berakhir menyiksa diri sendiri. 

Tidak memberikan hak kepada tubuh (makan) bagi saya adalah menyiksa diri sendiri. Saya tidak pernah setuju dengan diet yang sampai tidak makan apa pun agar cepat kurus. Bagi saya, itu sama saja membunuh diri sendiri secara perlahan. 

Lalu saya tidak menyangka pada akhirnya menjadi fans BTS. Masih menjadi fans kasual, bukan fans yang gimana begitu. Hanya saja, saya akhirnya mengerti kenapa mereka bisa populer. Lagu mereka entah kenapa membantu saya untuk menghadapi semuanya. Membuat saya bisa yakin kepada diri sendiri dan akhirnya bisa mencintai diri saya yang tidak sempurna ini. 

Saya membicarakan efek BTS kepada 2 teman dan mereka mengamini hal yang sama. Bahwa BTS memang memiliki energi yang unik, bisa membuat kita menjadi lebih baik. Membuat kita bisa menghadapi masalah yang ada pada hidup dan itu adalah hal yang jarang ditemukan. Salah satu teman saya bahkan bilang dia juga menemukan BTS di titik terendah dalam hidupnya. 

Nanti mau saya bahas di postingan sendiri tentang mereka. Sekarang saya hanya mau menuliskan apa yang terpikirkan dan maafkan bahasa yang kacau balau ini. Kelamaan tidak menulis serius, lol. 😂

(Baca: Kenapa Harus BTS)

Kenapa saya memilih judul ini? Simpel, jika suatu saat nanti saya memilih membaca ulang blog ini maka ada catatan bahwa saya ada di fase ini. Bahwa kehidupan saya tidak selalu tentang pelagi atau pun badai. 
Read More