Slider

Jadi seharusnya saya upload ini sejak lama, namun sayanya malas sehingga banyak yang menumpuk. Isi kategori ini memang unfaedah, tapi ya mengabadikan fenomena di dunia kicauan biru tidak masalah bukan? 

Lagian ini blog siapa dah, kenapa harus banyak aturannya? 

#2: Riya

Waktu joke ini muncul, jujur saja rasanya lucu. Namun, setelah tahu joke ini sudah sampai di luar negeri dan mengakibatkan citra Sanggyun jelek, saya merasa sedih. Apalagi saat tahu IG Sanggyun dipenuhi soal riya-riya ini.

Cuma gara-gara dia kalau foto atau Vlive suka kasih lihat iPhone X 

Kenapa sih tidak bisa membedakan mana untuk joke fandom dan mana untuk dunia nyata? 😔

#3: Tupperware 

Karena sesungguhnya Tupperware itu adalah benda sakral mamak-mamak. Hilang = minta diomelin sampai bertahun-tahun yang akan datang.

Pengalaman nyata saya soalnya. Hilangkan Tupperware saat SD, sampai detik ini masih suka diungkit kembali.

#4: Krisis Identitas

Iklan yang membawa blunder. Hanya saja benar sih ini pertanyaannya, apa saya akan otomatis solehah? *ikut mikir* 🤔

Kepada produsen shampoo, mohon jangan bawa-bawa agama pada produkmu. Kalau dapat pertanyaan begini, apa jawabannya?

#5: Makan Korea

Maaf, humor saya memang receh 😂

#6: Nablebong

Lucu sebenarnya, tapi miris juga. Ini semua karena salah satu oknum yang tidak kunjung memberikan hak konsumen.

Belakangan diketahui, ybs itu menipu. Total kerugian ditaksir mendekati 1M.

#7: Duality

Maafkan saya Minhyun, tapi masa kegelapanmu memang selucu itu untuk diabadikan 😂

#8: Pajak Jadian

Sesungguhnya saya sudah tidak paham lagi kenapa netizen bisa sampai berani bertanya kepada akun pajak soal pajak jadian 😂

Cuma kalau dipikirkan kembali, sepertinya hanya budaya Indonesia saja yang kalau jadian yang bayar makan-makannya adalah yang jadian. Sepertinya di Korea atau Jepang, teman-temannya yang malah bayarin kalau jadian. Hmm.... 🤔

#9: Pejuang Skripsi 

Pelajaran moral yang didapatkan:
"Kalau buat snapgram, diingat dulu yang dighibahin follow kamu atau tidak."

#10: Gelandang Serang

Saat mencari dosen demi tanda tangan dan mendapatkan jawaban seperti ini tuh.... 😂

#11: Serba Salah

Apalah kita semua di mata emak-emak, selalu salah 😥

#12: Tupperware (lagi) 

Sudahlah, Tupperware itu memang legend. Jangan dibantah, ini fakta.

#13: Kitkat Patah Hati

Teruntuk pengirimnya, kamu sungguh kejam 😢

#14: Anak SD

Serius, aku langsung ketawa kencang saat melihat ini. Karena ya memang benar, ini orang mukanya awet muda benar, padahal kelahiran tahun 96. Mana badannya cenderung kecil untuk ukuran seorang Idol, hanya 165 cm.

Mungil ya 😂

Menfess #2 - #14: Humor Kehidupan

Selasa, 13 Februari 2018

Jadi seharusnya saya upload ini sejak lama, namun sayanya malas sehingga banyak yang menumpuk. Isi kategori ini memang unfaedah, tapi ya mengabadikan fenomena di dunia kicauan biru tidak masalah bukan? 

Lagian ini blog siapa dah, kenapa harus banyak aturannya? 

#2: Riya

Waktu joke ini muncul, jujur saja rasanya lucu. Namun, setelah tahu joke ini sudah sampai di luar negeri dan mengakibatkan citra Sanggyun jelek, saya merasa sedih. Apalagi saat tahu IG Sanggyun dipenuhi soal riya-riya ini.

Cuma gara-gara dia kalau foto atau Vlive suka kasih lihat iPhone X 

Kenapa sih tidak bisa membedakan mana untuk joke fandom dan mana untuk dunia nyata? 😔

#3: Tupperware 

Karena sesungguhnya Tupperware itu adalah benda sakral mamak-mamak. Hilang = minta diomelin sampai bertahun-tahun yang akan datang.

Pengalaman nyata saya soalnya. Hilangkan Tupperware saat SD, sampai detik ini masih suka diungkit kembali.

#4: Krisis Identitas

Iklan yang membawa blunder. Hanya saja benar sih ini pertanyaannya, apa saya akan otomatis solehah? *ikut mikir* 🤔

Kepada produsen shampoo, mohon jangan bawa-bawa agama pada produkmu. Kalau dapat pertanyaan begini, apa jawabannya?

#5: Makan Korea

Maaf, humor saya memang receh 😂

#6: Nablebong

Lucu sebenarnya, tapi miris juga. Ini semua karena salah satu oknum yang tidak kunjung memberikan hak konsumen.

Belakangan diketahui, ybs itu menipu. Total kerugian ditaksir mendekati 1M.

#7: Duality

Maafkan saya Minhyun, tapi masa kegelapanmu memang selucu itu untuk diabadikan 😂

#8: Pajak Jadian

Sesungguhnya saya sudah tidak paham lagi kenapa netizen bisa sampai berani bertanya kepada akun pajak soal pajak jadian 😂

Cuma kalau dipikirkan kembali, sepertinya hanya budaya Indonesia saja yang kalau jadian yang bayar makan-makannya adalah yang jadian. Sepertinya di Korea atau Jepang, teman-temannya yang malah bayarin kalau jadian. Hmm.... 🤔

#9: Pejuang Skripsi 

Pelajaran moral yang didapatkan:
"Kalau buat snapgram, diingat dulu yang dighibahin follow kamu atau tidak."

#10: Gelandang Serang

Saat mencari dosen demi tanda tangan dan mendapatkan jawaban seperti ini tuh.... 😂

#11: Serba Salah

Apalah kita semua di mata emak-emak, selalu salah 😥

#12: Tupperware (lagi) 

Sudahlah, Tupperware itu memang legend. Jangan dibantah, ini fakta.

#13: Kitkat Patah Hati

Teruntuk pengirimnya, kamu sungguh kejam 😢

#14: Anak SD

Serius, aku langsung ketawa kencang saat melihat ini. Karena ya memang benar, ini orang mukanya awet muda benar, padahal kelahiran tahun 96. Mana badannya cenderung kecil untuk ukuran seorang Idol, hanya 165 cm.

Mungil ya 😂
Lama-lama saya berpikir untuk mengisi blog ini dengan kumpulan menfess di Twitter. Soalnya banyak yang lucu, lumayan sebagai penghibur. 


Untuk edisi perdana, saya sengaja menyimpan ini. Sumpah saya ketawa ngakak baca ini. Entah sendernya polos kebangetan atau sedang sarkas karena bosan sama konten Dilan yang selalu lewat di timeline.

Saya pun aslinya bosan sih sama konten Dilan. Mungkin tidak lama saya bakalan nonton dan buat review di sini, kalau saya benar-benar stres dengan kehidupan.

Teruntuk yang kuliah, TA itu intinya adalah mencari masalah. Kalau tidak ada masalah, buat apa kamu buat karya tulis? 😂

Menfess #1: Cari Masalah

Kamis, 01 Februari 2018

Lama-lama saya berpikir untuk mengisi blog ini dengan kumpulan menfess di Twitter. Soalnya banyak yang lucu, lumayan sebagai penghibur. 


Untuk edisi perdana, saya sengaja menyimpan ini. Sumpah saya ketawa ngakak baca ini. Entah sendernya polos kebangetan atau sedang sarkas karena bosan sama konten Dilan yang selalu lewat di timeline.

Saya pun aslinya bosan sih sama konten Dilan. Mungkin tidak lama saya bakalan nonton dan buat review di sini, kalau saya benar-benar stres dengan kehidupan.

Teruntuk yang kuliah, TA itu intinya adalah mencari masalah. Kalau tidak ada masalah, buat apa kamu buat karya tulis? 😂

Postingan ini dibuat karena saya kesal melihat fans immature di Twitter pada gamau Wanna One bubar. Saya masih kesal pada YMC, malah disiram sama cuka seperti itu. Belum lagi ternyata hari ini adalah tepat satu tahun IOI bubar.

Rasanya kesal, karena IOI bahkan tidak pernah merasakan apa yang Wanna One rasakan. Mereka gak pernah world tour, mereka gak pernah fan meeting yang jadwalnya segila Wanna One. Mereka bahkan sampai akhir gak punya nama fandom.

Kesal dan mau menangis, karena menyadari betapa tidak adilnya dunia. Betapa gender memang menentukan segalanya. Bahwa jika kamu perempuan, di dunia idol itu sulit. Bahwa jika kamu perempuan, kamu akan mendapatkan perlakuan yang berbeda.

HEY KAMU YANG KERAS KEPALA BERHARAP WANNA ONE GAK BUBAR, KAMU EGOIS. JANGAN BERHARAP KONTRAK WANNA ONE BISA SEPERTI IOI, KARENA KAMU GATAU APA YANG 11 PEREMPAT ITU HARUS LALUI SAAT HARUS PROMOSI DI GRUP ASAL DAN GRUP IOI. BAGI YANG BERHARAP WANNA ONE TETAP BERSAMA, KALIAN KEJAM. BELUM CUKUP DANIEL COLLAPS WAKTU ITU? 

 Ini intinya ditulis karena sensitif karena hari ini IOI setahun setelah bubar.

Tidak Ada yang Abadi

Rabu, 31 Januari 2018


Postingan ini dibuat karena saya kesal melihat fans immature di Twitter pada gamau Wanna One bubar. Saya masih kesal pada YMC, malah disiram sama cuka seperti itu. Belum lagi ternyata hari ini adalah tepat satu tahun IOI bubar.

Rasanya kesal, karena IOI bahkan tidak pernah merasakan apa yang Wanna One rasakan. Mereka gak pernah world tour, mereka gak pernah fan meeting yang jadwalnya segila Wanna One. Mereka bahkan sampai akhir gak punya nama fandom.

Kesal dan mau menangis, karena menyadari betapa tidak adilnya dunia. Betapa gender memang menentukan segalanya. Bahwa jika kamu perempuan, di dunia idol itu sulit. Bahwa jika kamu perempuan, kamu akan mendapatkan perlakuan yang berbeda.

HEY KAMU YANG KERAS KEPALA BERHARAP WANNA ONE GAK BUBAR, KAMU EGOIS. JANGAN BERHARAP KONTRAK WANNA ONE BISA SEPERTI IOI, KARENA KAMU GATAU APA YANG 11 PEREMPAT ITU HARUS LALUI SAAT HARUS PROMOSI DI GRUP ASAL DAN GRUP IOI. BAGI YANG BERHARAP WANNA ONE TETAP BERSAMA, KALIAN KEJAM. BELUM CUKUP DANIEL COLLAPS WAKTU ITU? 

 Ini intinya ditulis karena sensitif karena hari ini IOI setahun setelah bubar.

Sumpah ya, kenapa sih saya malas banget dokumentasi kemari? Ini aja sudah berlalu beberapa hari, baru mau nulis. Cuma yaudahlah, mari dirangkum apa yang telah terjadi.


🤓 Senin, 29 Januari 2018
Jadi saya akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan dosbing. Mana saya pakai acara ngaret, padahal janjian sama teman jam 10 sudah di kampus. Kenyataannya, jam setengah 11 baru sampai.

Karena saya belum punya lembar asistensi, jadi pergilah ke jurusan untuk meminta. Tahunya, "nanti ya mbak abis istirahat."

Jam 1 baru dikasih 😂

Yasudah, jadi basa-basi nanya di mana dosbing karena beliau tidak membalas SMS saya. Ternyata....

"Ibunya lagi rapat. Palingan setelah istirahat baru ada."

Yakalau begitu saya buat apa jam segitu ada di kampus? Jadi, pada akhirnya saya menemani temen saya ini asistensi.

Lalu saya sadar satu hal. Saya pakai sendal ke kampus dan sudah panik. Kembali ke rumah bukanlah opsi, karena jarak kampus ke rumah  setengah jam perjalanan. Pulang pergi, 1 jam.

Skip, akhirnya sampailah jam 1. Saya ke jurusan minta selembaran untuk asistensi dan bawalah map berisi proposal TA. Basa-basi kampret sama Ibunya, lalu baru sadar jilid 2....

SAYA BELUM ADA BELAJAR. INI SAYA NIAT TA APA GAK SIH?! 😭😭😭

Mana pas kesadaran itu menghantam, saat ibunya bilang, "Mbak, TA kamu ini aja? Saya kurang setuju, karena ini sudah banyak yang ambil."

Sudah mau nangis, untung masih ada ingatan kalau TA ini ada sesuatunya. Cuma lupa apa namanya dan bertanya apakah boleh lihat catatan. Diperbolehkan dan langsung buka blog ini.

Kata over pressure itu kuncinya dan ya, setelah itu berasa seperti sales teflon yang biasa demo di kampung-kampung untuk membujuk ibu-ibu beli produknya. Dosbing akhirnya bisa diyakinkan agar jangan menyuruh saya revisi semuanya, tapi proposal TA habis-habisan dicoret-coret.

"Oh iya Mbak, print ya data loggingnya. Saya males pelototin laptop."

Kirain setelah selesai bimbingan bakalan down, tapi ternyata tidak. Saya malah senang dan entah kenapa, malah merasa sebenarnya saya tidaklah sebodoh yang selama ini dipikirkan.

Ternyata senang saya murahan :')

Sorenya Line bang IP buat kasih tahu kurangnya. Oke janjian ketemuan hari Selasa.

LALU BARU FREAKING OUT SOAL PRINT DATA LOGGING. PLEASE DATA 960 METER GIMANA CARANYA PRINT SAMA SAMBUNGIN JADI SATU?!


🤓 Selasa, 30 Januari 2018 
Janjian ketemuan jam 7, baru otw dari rumah jam 7.15 karena sesungguhnya mager sekali kalau malam keluar. Namun, ternyata Bang IP aja belum sampai dan tahunya baru datang jam 8 malam.

Jadi setelah ngomongin hal kemarin yang dosbing tidak srek serta kasih lihat kertas yang dicoret-coret, akhirnya revisi proposalnya. Saya juga melanjutkan perhitungan untuk data over pressure.

Seharusnya hari Rabu ini ketemuan, tapi abangnya mau nonton Dilan. Saya tidak tertarik, meski tadi sore berpikiran sesat untuk beli tiket di gotic. Namun, gitu lihat fee 5 ribu ya langsung mundur.

Terima kasih, tapi katanya Dilan cheesy abis dan mendingan mendengar review Bang IP besok soal filmnya. Lagian uang segitu, mendingan beli double tip buat nyambung data log.



Ah benar, Ayah saya hari Jum'at bakalan masuk rumah sakit. Biasa, HB rendah. Padahal hari itu saya mau bimbingan. Mungkin saya akan SMS dosbing untuk bertanya apakah siang bisa bimbingan?

Btw, masa di twitter ribut bener soal fans immature gamau Wanna One bubar. Geblek emang, udah tahu loh grup temporary, ngarep jadi permanen. Mabok kamu?

Revisi dan Over Pressure


Sumpah ya, kenapa sih saya malas banget dokumentasi kemari? Ini aja sudah berlalu beberapa hari, baru mau nulis. Cuma yaudahlah, mari dirangkum apa yang telah terjadi.


🤓 Senin, 29 Januari 2018
Jadi saya akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan dosbing. Mana saya pakai acara ngaret, padahal janjian sama teman jam 10 sudah di kampus. Kenyataannya, jam setengah 11 baru sampai.

Karena saya belum punya lembar asistensi, jadi pergilah ke jurusan untuk meminta. Tahunya, "nanti ya mbak abis istirahat."

Jam 1 baru dikasih 😂

Yasudah, jadi basa-basi nanya di mana dosbing karena beliau tidak membalas SMS saya. Ternyata....

"Ibunya lagi rapat. Palingan setelah istirahat baru ada."

Yakalau begitu saya buat apa jam segitu ada di kampus? Jadi, pada akhirnya saya menemani temen saya ini asistensi.

Lalu saya sadar satu hal. Saya pakai sendal ke kampus dan sudah panik. Kembali ke rumah bukanlah opsi, karena jarak kampus ke rumah  setengah jam perjalanan. Pulang pergi, 1 jam.

Skip, akhirnya sampailah jam 1. Saya ke jurusan minta selembaran untuk asistensi dan bawalah map berisi proposal TA. Basa-basi kampret sama Ibunya, lalu baru sadar jilid 2....

SAYA BELUM ADA BELAJAR. INI SAYA NIAT TA APA GAK SIH?! 😭😭😭

Mana pas kesadaran itu menghantam, saat ibunya bilang, "Mbak, TA kamu ini aja? Saya kurang setuju, karena ini sudah banyak yang ambil."

Sudah mau nangis, untung masih ada ingatan kalau TA ini ada sesuatunya. Cuma lupa apa namanya dan bertanya apakah boleh lihat catatan. Diperbolehkan dan langsung buka blog ini.

Kata over pressure itu kuncinya dan ya, setelah itu berasa seperti sales teflon yang biasa demo di kampung-kampung untuk membujuk ibu-ibu beli produknya. Dosbing akhirnya bisa diyakinkan agar jangan menyuruh saya revisi semuanya, tapi proposal TA habis-habisan dicoret-coret.

"Oh iya Mbak, print ya data loggingnya. Saya males pelototin laptop."

Kirain setelah selesai bimbingan bakalan down, tapi ternyata tidak. Saya malah senang dan entah kenapa, malah merasa sebenarnya saya tidaklah sebodoh yang selama ini dipikirkan.

Ternyata senang saya murahan :')

Sorenya Line bang IP buat kasih tahu kurangnya. Oke janjian ketemuan hari Selasa.

LALU BARU FREAKING OUT SOAL PRINT DATA LOGGING. PLEASE DATA 960 METER GIMANA CARANYA PRINT SAMA SAMBUNGIN JADI SATU?!


🤓 Selasa, 30 Januari 2018 
Janjian ketemuan jam 7, baru otw dari rumah jam 7.15 karena sesungguhnya mager sekali kalau malam keluar. Namun, ternyata Bang IP aja belum sampai dan tahunya baru datang jam 8 malam.

Jadi setelah ngomongin hal kemarin yang dosbing tidak srek serta kasih lihat kertas yang dicoret-coret, akhirnya revisi proposalnya. Saya juga melanjutkan perhitungan untuk data over pressure.

Seharusnya hari Rabu ini ketemuan, tapi abangnya mau nonton Dilan. Saya tidak tertarik, meski tadi sore berpikiran sesat untuk beli tiket di gotic. Namun, gitu lihat fee 5 ribu ya langsung mundur.

Terima kasih, tapi katanya Dilan cheesy abis dan mendingan mendengar review Bang IP besok soal filmnya. Lagian uang segitu, mendingan beli double tip buat nyambung data log.



Ah benar, Ayah saya hari Jum'at bakalan masuk rumah sakit. Biasa, HB rendah. Padahal hari itu saya mau bimbingan. Mungkin saya akan SMS dosbing untuk bertanya apakah siang bisa bimbingan?

Btw, masa di twitter ribut bener soal fans immature gamau Wanna One bubar. Geblek emang, udah tahu loh grup temporary, ngarep jadi permanen. Mabok kamu?
Anggap saja terlalu kepedean, hingga saya bahkan belum mengajukan proposal TA sudah mengerjakan setengah perhitungannya. Sebenarnya saya ingin mengatakan banyak hal, tetapi saya benar-benar lelah sehingga blog ini kembali terabaikan.


Intinya, saya sekarang sedang proses menulis TA bab 1. Entahlah, saya pun juga bingung harus bagaimana karena entah kenapa jika di rumah rasanya malas banget mengerjakan. Namun, kalau pergi ke luar rasanya bakalan boros. Karena saya tipikal orang yang jajan tidak cukup 10 ribu sekali duduk di satu tempat.

Semangat menyelesaikan TA ya. Katanya mau nonton konser Wanna One Juli nanti, kalau mau nonton ya harus kerja dulu. Kalau mau kerja, harus lulus sidang dulu 🙂

Quick Update

Minggu, 28 Januari 2018

Anggap saja terlalu kepedean, hingga saya bahkan belum mengajukan proposal TA sudah mengerjakan setengah perhitungannya. Sebenarnya saya ingin mengatakan banyak hal, tetapi saya benar-benar lelah sehingga blog ini kembali terabaikan.


Intinya, saya sekarang sedang proses menulis TA bab 1. Entahlah, saya pun juga bingung harus bagaimana karena entah kenapa jika di rumah rasanya malas banget mengerjakan. Namun, kalau pergi ke luar rasanya bakalan boros. Karena saya tipikal orang yang jajan tidak cukup 10 ribu sekali duduk di satu tempat.

Semangat menyelesaikan TA ya. Katanya mau nonton konser Wanna One Juli nanti, kalau mau nonton ya harus kerja dulu. Kalau mau kerja, harus lulus sidang dulu 🙂

Sebenarnya ingin menuliskan ini sejak beberapa hari yang lalu, tapi saya sedang dalam masa chaos. Sekarang sudah mendingan dan saya bisa mengupdate hal-hal yang terjadi.

Namun, saya tidak tahan menuliskan ini. Karena siapa yang tidak kenal Barbie? Masa kecil saya dihabiskan dengan menonton Barbie dan sedih sebenarnya, zaman sekarang sepertinya pada lupa bagaimana serunya main boneka ini karena kerasnya kehidupan.

Lalu teman mengirimkan link dan saya langsung fangirl. Saya mungkin tomboy, tapi sebelum saya seperti itu dulunya sangat princess. Pakai pink 24/7, sebelum seorang Om menghancurkan interpretasi warna pink kepada saya.


Saya langsung marathon menonton semuanya dan suka. Bukan hanya karena mengingat kembali masa kecil, tetapi sikapnya justru sangat manusiawi. Saya teringat, banyak orang menyalahkan Barbie karena membuat standar kecantikan yang tidak rasional.

Vlog Barbie ini seolah menampar semua orang yang bilang seperti itu. Apalagi tiap tema vlog yang dibuatnya benar-benar cocok dengan realitas yang terjadi.

Lalu teringat kata teman, "saat vlogger mahluk artifisial jauh lebih niat membuat konten daripada vlogger manusia asli."

Ya benar, manusia jaman sekarang buat vlogger tidak berguna dan hal tidak penting juga dimasukkan ke dalam video. Saya tidak akan lupa dengan Paul Logan yang menginjak-injak kebudayaan Jepang. Video Aokigahara dia mungkin yang memancing semua orang menghujatnya, tapi saya ada melihat video lainnya dan kesal.

Apa demi uang, dia harus menginjak-injak tempat ibadah orang lain? Kalian bisa lihat di tempat ibadah dan keributan apa yang ditimbulkan, sampai diusir oleh pihak keamanan. Saya mungkin bukan orang yang ilmu agamanya baik, tetapi saya tahu jika menginjak-injak keyakinan orang lain dengan membuat keributan di satu rumah ibadah itu ammoral.

Kenapa saya membandingkan keduanya? Karena Barbie itu artifisial, buatan manusia. Namun, isi kontennya jauh lebih mendidik daripada yang dilakukan eh manusia asli.

Bagi saya, menjadi baik dan buruk itu pilihan. Namun, kalau berbuat buruk hanya demi uang, berarti nilaimu memang seharga uang saja. Iya mungkin yang sikapnya buruk lebih kaya dari saya, tapi dia akan terus dikenang sebagai orang buruk bahkan jika sudah mati.

Apa tidak sedih kalau seperti itu?

Barbie Vlog

Rabu, 24 Januari 2018


Sebenarnya ingin menuliskan ini sejak beberapa hari yang lalu, tapi saya sedang dalam masa chaos. Sekarang sudah mendingan dan saya bisa mengupdate hal-hal yang terjadi.

Namun, saya tidak tahan menuliskan ini. Karena siapa yang tidak kenal Barbie? Masa kecil saya dihabiskan dengan menonton Barbie dan sedih sebenarnya, zaman sekarang sepertinya pada lupa bagaimana serunya main boneka ini karena kerasnya kehidupan.

Lalu teman mengirimkan link dan saya langsung fangirl. Saya mungkin tomboy, tapi sebelum saya seperti itu dulunya sangat princess. Pakai pink 24/7, sebelum seorang Om menghancurkan interpretasi warna pink kepada saya.


Saya langsung marathon menonton semuanya dan suka. Bukan hanya karena mengingat kembali masa kecil, tetapi sikapnya justru sangat manusiawi. Saya teringat, banyak orang menyalahkan Barbie karena membuat standar kecantikan yang tidak rasional.

Vlog Barbie ini seolah menampar semua orang yang bilang seperti itu. Apalagi tiap tema vlog yang dibuatnya benar-benar cocok dengan realitas yang terjadi.

Lalu teringat kata teman, "saat vlogger mahluk artifisial jauh lebih niat membuat konten daripada vlogger manusia asli."

Ya benar, manusia jaman sekarang buat vlogger tidak berguna dan hal tidak penting juga dimasukkan ke dalam video. Saya tidak akan lupa dengan Paul Logan yang menginjak-injak kebudayaan Jepang. Video Aokigahara dia mungkin yang memancing semua orang menghujatnya, tapi saya ada melihat video lainnya dan kesal.

Apa demi uang, dia harus menginjak-injak tempat ibadah orang lain? Kalian bisa lihat di tempat ibadah dan keributan apa yang ditimbulkan, sampai diusir oleh pihak keamanan. Saya mungkin bukan orang yang ilmu agamanya baik, tetapi saya tahu jika menginjak-injak keyakinan orang lain dengan membuat keributan di satu rumah ibadah itu ammoral.

Kenapa saya membandingkan keduanya? Karena Barbie itu artifisial, buatan manusia. Namun, isi kontennya jauh lebih mendidik daripada yang dilakukan eh manusia asli.

Bagi saya, menjadi baik dan buruk itu pilihan. Namun, kalau berbuat buruk hanya demi uang, berarti nilaimu memang seharga uang saja. Iya mungkin yang sikapnya buruk lebih kaya dari saya, tapi dia akan terus dikenang sebagai orang buruk bahkan jika sudah mati.

Apa tidak sedih kalau seperti itu?

Intinya hari ini saya harus menterjemahkan data dari gambar pada kedalaman 35 meter sampai 995 meter. Mau menangis aja baru sampai 228 meter 😭 😭 😭

Untuk perkembangan lainnya, saya sudah menuliskan proposal TA. Jum'at mungkin saya akan memberikannya kepada dosbing 1 saya untuk disetujui.

Lalu ... tolong sadarkan saya untuk tidak iri dengan pencapaian orang lain. Saya ingin menjadi orang yang lebih baik lagi dan masalahnya, saya justru mengikuti orang yang membuat iri.

Sudahlah, saya fokus TA saja. Besok mungkin saya akan masih tetap mengurus ini dan juga mengedit cerita kolaborasi. Saya masih belum bisa mendistraksi pikiran dari TA, karena memberikan target kepada diri sendiri untuk menyelesaikan semuanya akhir Januari ini. Setidaknya draf kasarnya dahulu.

Sepertinya saya butuh menangis untuk bisa menghadapi TA dengan pikiran jernih. Serta saya percaya dengan prinsip usaha tidak akan menghkhianati hasil.

960 Kolom Mud Logging

Selasa, 16 Januari 2018


Intinya hari ini saya harus menterjemahkan data dari gambar pada kedalaman 35 meter sampai 995 meter. Mau menangis aja baru sampai 228 meter 😭 😭 😭

Untuk perkembangan lainnya, saya sudah menuliskan proposal TA. Jum'at mungkin saya akan memberikannya kepada dosbing 1 saya untuk disetujui.

Lalu ... tolong sadarkan saya untuk tidak iri dengan pencapaian orang lain. Saya ingin menjadi orang yang lebih baik lagi dan masalahnya, saya justru mengikuti orang yang membuat iri.

Sudahlah, saya fokus TA saja. Besok mungkin saya akan masih tetap mengurus ini dan juga mengedit cerita kolaborasi. Saya masih belum bisa mendistraksi pikiran dari TA, karena memberikan target kepada diri sendiri untuk menyelesaikan semuanya akhir Januari ini. Setidaknya draf kasarnya dahulu.

Sepertinya saya butuh menangis untuk bisa menghadapi TA dengan pikiran jernih. Serta saya percaya dengan prinsip usaha tidak akan menghkhianati hasil.

Judulnya sungguh alay sekali, tetapi saya ingin mendokumentasikan semuanya. Dari kemarin sebenarnya saya sudah memiliki data, tetapi saya tidak tahu harus melakukan apa. Namun, hari ini saya mendapatkan pencerahan setelah bertemu Abang tingkat dan mungkin ini akan saya ceritakan di sini.

Selain itu, saya juga akan menceritakan suka duka menghadapi dosen pembimbing. Tujuan saya menulis ini agar bisa dijadikan kenang-kenangan. Bahwa saya bisa melewati salah satu fase hidup yang kata orang-orang, menyeramkan.

Skripsi itu sebenarnya karya ilmiah yang intinya kita mencari masalah.
-- Bang IP, 15 Januari 2018

Hari ini saya sudah tahu judul TA saya apa dan mohon jangan pusing melihat judulnya, karena saya pun merasa sok pintar sekali menuliskan judul ini.

ANALISA PETROFISIKA DENGAN VALIDASI MUD LOGGING PADA SUMUR "ZN-03"
(dengan kemungkinan ditambah over pressure jika sempat ditambahkan di TA atau dosen pembimbing menyuruh saya harus menambahkannya)

Bagi yang tidak tahu, saya kuliah di jurusan Teknik Perminyakan.

Skripsi Saga

Senin, 15 Januari 2018


Judulnya sungguh alay sekali, tetapi saya ingin mendokumentasikan semuanya. Dari kemarin sebenarnya saya sudah memiliki data, tetapi saya tidak tahu harus melakukan apa. Namun, hari ini saya mendapatkan pencerahan setelah bertemu Abang tingkat dan mungkin ini akan saya ceritakan di sini.

Selain itu, saya juga akan menceritakan suka duka menghadapi dosen pembimbing. Tujuan saya menulis ini agar bisa dijadikan kenang-kenangan. Bahwa saya bisa melewati salah satu fase hidup yang kata orang-orang, menyeramkan.

Skripsi itu sebenarnya karya ilmiah yang intinya kita mencari masalah.
-- Bang IP, 15 Januari 2018

Hari ini saya sudah tahu judul TA saya apa dan mohon jangan pusing melihat judulnya, karena saya pun merasa sok pintar sekali menuliskan judul ini.

ANALISA PETROFISIKA DENGAN VALIDASI MUD LOGGING PADA SUMUR "ZN-03"
(dengan kemungkinan ditambah over pressure jika sempat ditambahkan di TA atau dosen pembimbing menyuruh saya harus menambahkannya)

Bagi yang tidak tahu, saya kuliah di jurusan Teknik Perminyakan.

Jujur saja, saya sudah mempunyai pemikiran untuk bunuh diri sejak SMP. Kalau kalian pikir karena pacar, saya saja baru pacaran saat SMA dan itu pun tidak memberikan kesan apa pun.

Masalah keluarga selalu menjadi pemicu saya ingin melakukannya. Kadang niat itu terlupakan, kadang datang kembali dan entahlah kenapa saya masih hidup sampai hari ini.

Sampai sekarang, pemikiran itu masih ada. Namun, beberapa hari yang lalu saya menemukan daftar kenapa harus hidup. Setelah berbicara dengan teman, saya akhirnya memutuskan akan membagikannya kemari. Agar saya punya pegangan saat memikirkan tentang niatan membunuh diri sendiri.

1. TO MAKE YOUR PARENTS PROUD
Saya tahu mereka ingin melihat saya berhasil. Hal paling utama adalah melihat saya Wisuda dan bekerja di perusahaan migas. Tahun ini, saya mengusahakan mewujudkan hal ini.

2. TO CONQUER YOUR FEARS
Ketakutan saya adalah ... menikah.

Saya melihat sendiri bagaimana pengkhianatan berakhir menghancurkan mental seorang anak. Saya melihat, saya mendengar dan saya merasakan bagaimana menjadi korban. Tidak tahu, apa saya akan sanggup melemparkan diri kepada komitmen bernama pernikahan.

Sepertinya, ketakutan saya ini beralasan. Karena orang tua saya pastinya ingin saya menikah, sementara saya sendiri tidak berpikir demikian. Benar, menikah itu pilihan, tetapi saya anak pertama dan akuilah, anak pertama pasti memiliki beban untuk menjadi anak terbaik bagi orang tuanya.

3. TO SEE YOUR FAMILY AGAIN
Kapan terakhir kali saya melihat keluarga besar dari pihak Ayah mau pun Ibu saya?

Saya ingin bertemu dengan mereka, meski saya harus siap dengan konsekuensi. Mendengarkan pertanyaan, "kapan kamu wisuda?" atau, "sudah bekerja?" atau malah, "kapan menikah?"

Pertanyaan itu memang menyebalkan, tetapi bagi saya yang selama ini hidup di kota yang tidak punya sanak saudara, mungkin ini adalah bentuk perhatian.

4. TO SEE YOUR FAVORITE ARTIST LIVE
Saya ingin menonton konser VIXX. Tahun ini adalah tahun ke 7 mereka sejak debut dan itu artinya, tahun ini adalah tahun terakhir mereka bersama.

Tahun depan (2019), Cha Hakyeon dan Jung Taekwoon akan masuk masa wajib militer. Konser lainnya mungkin akan saya lewatkan atau bisa saya kesampingkan, tapi tidak dengan mereka.

Mereka adalah alasan lainnya untuk saya kembali semangat menyelesaikan TA. Demi bisa mendapatkan pekerjaan, demi bisa menonton konser mereka. Saya akan berusaha semaksimal mungkin demi mewujudkan mimpi ini.

5. TO LISTEN TO MUSIC AGAIN
Mungkin ini lebih tepatnya ... saya mau membeli album idola saya dengan cara legal. Mau beli album, mau beli digital album (iya, saya mau beli iPhone kalau begini caranya) dan hal-hal yang bisa mendukung mereka untuk terus berkarya.

Karena saya berharap, kontribusi sekecil membeli album bisa membuat mereka terus berkarya. Kalau sudah begini, saya tidak mungkin bisa membunuh diri sendiri bukan?

6. TO EXPERIENCE A NEW CULTURE
Saya punya mimpi, untuk bekerja di luar Kalimantan yang mana kamu akan paham jika seumur hidup tinggal di Kalimantan dan bekerja di luar negeri.

Kata orang-orang, mimpi saya ketinggian.

Kata Ibu saya, mimpi saya tidak rasional.

Perempuan seharusnya berpikiran untuk bekerja dan mencari jodoh setelahnya. Namun, saya tidak mau menikah muda.

Bahkan tidak yakin mau menikah atau akan melajang seumur hidup.

7. TO MAKE NEW FRIEND
Saya ingin punya teman yang benar-benar bisa menerima saya apa adanya, bukan ada apanya.

Selama ini, saya justru tidak cocok dengan lingkungan sekitar. Saya terlalu kritis, saya terlalu banyak mempertanyakan keputusan seseorang, sehingga saya bukanlah favorit semua orang. Orang yang cocok dengan saya justru orang yang berada di dunia maya dan itu membuat saya sedih.

Teman nyata ... apa mungkin saya menemukannya?

8. TO LEARN FROM YOUR MISTAKE
Saya tidak ingin menjadi manusia jumawa. Saya punya banyak kesalahan dan saya ingin semua kesalahan itu membuat diri ini menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Saya pelupa, pemecahan masalahnya saya memasang SolCalendar dan meletakkan time table serta alarm-nya selalu menyala setiap 2 jam sebelum waktu kegiatan tiba.

Saya selalu menunda-nunda, akibatnya sekarang kesusahan sendiri. Pemecahan masalahnya adalah memiliki target untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

Masih banyak hal yang harus saya perbaiki dari diri ini dan untuk itu, saya akan berjuang untuk memecahkan masalah-masalah yang saya timbulkan.

9. TO INSPIRE
Menjadi seseorang yang menginspirasi itu berat. Saya tidak punya bakat untuk menginspirasi, tapi saya suka menulis.

Hanya saja, apa ini berharga untuk menjadikan saya sebagai orang yang menginspirasi?

10. TO TO HAVE YOUR OWN CHILDREN
Saya ingin mengoreksi. Saya ingin bisa merawat anak menjadi manusia yang lebih baik dari saya. Tidak peduli dia anak kandung saya atau anak angkat.

Karena saya orang dewasa yang bisa menentukan pilihan untuk merawat anak orang lain sebagai anak saya atau melahirkan manusia baru di dunia ini.

Menikah bukan tentang punya anak. Punya anak juga bukan tentang menjadi ajang lomba memamerkan kebahagiaan hidup.

11. TO TO ADOPT YOUR OWN PET
Saya ingin mengadopsi kucing, saat saat benar-benar yakin bisa berkomitmen.

12. TO MAKE YOURSELF PROUD
Dengan menerbitkan novel, itu adalah mewujudkan mimpi saya sendari dulu. Kebangaan yang pasti tidak akan mengalahkan apa pun pencapaian saya selama hidup berlangsung.

Karena pada akhirnya saya pasti akan merasa, "ternyata tulisan saya berharga bagi satu penerbit."

13. TO MEET YOUR IDOL
Sebentar ... saya harus mulai menentukan setelah VIXX, siapa yang harus saya idolakan.

NU'EST mungkin? Saya mau bertemu Hwang Minhyun dan mau bilang, "terima kasih telah bekerja keras dan jangan lupa bahagia."

*lalu mengembalikan semangat belajar bahasa inggris dan koriyah*

14. TO LAUGH UNTIL YOUR CRY
Saya berharap, tawa ini bukan karena menonton acara. Ini terjadi karena seseorang yang berharga dalam hidup saya.

15. TO FEEL TEARS OF HAPINESS
Bahagia itu apa?

Saya sedang mencari tahu dan mungkin, ini adalah pekerjaan rumah seumur hidup tentang makna kebahagiaan.

16. TO EAT YOUR FAVORITE FOOD
Daripada makan, saya ingin bisa membuat konten video di mana berbagi cara memasak makanan Indonesia. Agar makanan Indonesia seterkenal makanan Korea dan Jepang.

Saya jujur selalu iri dengan konten video Honeykki, Ochikeron, Maangchi dan juga The Cooking Tree.

Akan diusahakan untuk bisa membuat konten video seperti itu. Doakan misi saya berhasil.

17. TO SEE YOUR SIBLINGS GROW
Melihat adik saya bisa hidup mandiri adalah impian saya. Dia tidak seperti anak normal lainnya, jadi secara tidak langsung saya menanggung beban untuk melihatnya hidup baik-baik saja.

18. TO PASS COLLEGE
Saya sedang mengusahakannya. Tahun ini saya harus wisuda!

19. TO GET A TATTO
Mungkin ini bisa diganti dengan, "saya ingin mencoba tatto kontemporer."

Karena agama saya melarang untuk mentato tubuh dan juga ... saya takut jarum.

20. TO SMILE UNTIL YOUR CHEEKS HURT
Saya bahkan kadang kalau senyum masih suka terasa sakit. Namun, saya akan mencoba untuk terlihat lebih ramah.

Bukan untuk menarik perhatian lawan jenis, saya ingin membuat lawan bicara saya merasa dihargai.

21. TO MEET YOUR INTERNET FRIEND
Benar, saya harus bertemu dengan mereka!

Saya berhara bisa bertemu dengan Nadia dan Nita.

22. TO FIND SOMEONE WHO LOVES YOU LIKE YOU DESERVE
Apa orang tua tidak termasuk?

Saya skeptis ada seseorang yang cukup gila berani mencintai orang seperti ini.

23. TO EAT ICE CREAM ON A HOT DAY
Please, saya masih penasaran dengan sorbet, kedai es krim yang ada sejak jaman penjajahan Belanda di Jakarta dan makan Hagen Daaz.

24. TO DRINK A HOT CHOCOLATE ON A COLD DAY
Di negara bersalju.

Oke, saya mulai halu.

25. TO SEE UNTOUCHED SNOW IN THE MORNING
Saya harus bekerja keras untuk bisa tinggal di negara 4 musim kalau begitu.

26. TO SEE A SUNSET THAT SETS THE SKY ON FIRE
Saya mau melihatnya di Bali dan juga di apartemen lantai yang cukup tinggi.

Oke, saya harus bekerja lebih giat kalau ingin mewujudkannya atau ini akan berakhir menjadi halu saja.

27. TO SEE THE STARS LIGHT UP THE SKY
Saya terpikirkan Islandia.

Alasan lainnya saya harus bekerja keras.

28. TO READ A BOOK THAT CHANGES YOUR LIFE
Saya akan membagikannya kemari jika menemukannya. Namun, sepertinya saya pertama-tama harus bisa mengalahkan rasa malas untuk membaca buku cetak.

29. TO SEE FLOWERS IN THE SPRING
Di Jepang, saya ingin melihat bunga Sakura dan bunga Plum.

Apa tidak bisa juga ini ditambah dengan musim panas saya ingin melihat padang bunga matahari?

30. TO SEE THE LEAVE CHANGE FROM GREEN TO BROWN
Saya harus melihat musim gugur ke mana?

Oh, Korea Selatan sepertinya menarik.

*lalu melihat daftar backpacker Korea*

31. TO TRAVEL ABOARD
Korea Selatan, Jepang, Islandia dan Mekah.

32. TO LEARN A NEW LANGUAGE
Belajar Bahasa Korea dan mengambil kursus online S1 Sastra Inggris.

33. TO LEARN A DRAW
Iya, saya ingin belajar membuat gambar watercolor yang floral. Saya juga ingin membuat gambar untuk setiap postingan berasal dari itu.

34. TO TELL OTHERS YOUR STORY IN HOPES OF HELPING THEM
Saya sedang berjuang dan semoga suatu saat nanti memang bisa menolong orang-orang yang membutuhkan.

35. TO LOOK BACK ON THIS MOMENT IN 10 YEARS TIME AND REALIZE YOU DID IT
Mari kita lihat apa yang akan saya tuliskan 10 tahun yang akan datang.



Panjang ternyata postingan ini dan saya butuh waktu 4 hari untuk menyelesaikannya ... karena mager. Semoga 10 tahun yang akan datang (15 Januari 2028) saya akan menuliskan apa yang terjadi setelah menuliskan hal ini.

Semangat Mei, kamu pasti bisa!

35 Reason to Stay Alive


Jujur saja, saya sudah mempunyai pemikiran untuk bunuh diri sejak SMP. Kalau kalian pikir karena pacar, saya saja baru pacaran saat SMA dan itu pun tidak memberikan kesan apa pun.

Masalah keluarga selalu menjadi pemicu saya ingin melakukannya. Kadang niat itu terlupakan, kadang datang kembali dan entahlah kenapa saya masih hidup sampai hari ini.

Sampai sekarang, pemikiran itu masih ada. Namun, beberapa hari yang lalu saya menemukan daftar kenapa harus hidup. Setelah berbicara dengan teman, saya akhirnya memutuskan akan membagikannya kemari. Agar saya punya pegangan saat memikirkan tentang niatan membunuh diri sendiri.

1. TO MAKE YOUR PARENTS PROUD
Saya tahu mereka ingin melihat saya berhasil. Hal paling utama adalah melihat saya Wisuda dan bekerja di perusahaan migas. Tahun ini, saya mengusahakan mewujudkan hal ini.

2. TO CONQUER YOUR FEARS
Ketakutan saya adalah ... menikah.

Saya melihat sendiri bagaimana pengkhianatan berakhir menghancurkan mental seorang anak. Saya melihat, saya mendengar dan saya merasakan bagaimana menjadi korban. Tidak tahu, apa saya akan sanggup melemparkan diri kepada komitmen bernama pernikahan.

Sepertinya, ketakutan saya ini beralasan. Karena orang tua saya pastinya ingin saya menikah, sementara saya sendiri tidak berpikir demikian. Benar, menikah itu pilihan, tetapi saya anak pertama dan akuilah, anak pertama pasti memiliki beban untuk menjadi anak terbaik bagi orang tuanya.

3. TO SEE YOUR FAMILY AGAIN
Kapan terakhir kali saya melihat keluarga besar dari pihak Ayah mau pun Ibu saya?

Saya ingin bertemu dengan mereka, meski saya harus siap dengan konsekuensi. Mendengarkan pertanyaan, "kapan kamu wisuda?" atau, "sudah bekerja?" atau malah, "kapan menikah?"

Pertanyaan itu memang menyebalkan, tetapi bagi saya yang selama ini hidup di kota yang tidak punya sanak saudara, mungkin ini adalah bentuk perhatian.

4. TO SEE YOUR FAVORITE ARTIST LIVE
Saya ingin menonton konser VIXX. Tahun ini adalah tahun ke 7 mereka sejak debut dan itu artinya, tahun ini adalah tahun terakhir mereka bersama.

Tahun depan (2019), Cha Hakyeon dan Jung Taekwoon akan masuk masa wajib militer. Konser lainnya mungkin akan saya lewatkan atau bisa saya kesampingkan, tapi tidak dengan mereka.

Mereka adalah alasan lainnya untuk saya kembali semangat menyelesaikan TA. Demi bisa mendapatkan pekerjaan, demi bisa menonton konser mereka. Saya akan berusaha semaksimal mungkin demi mewujudkan mimpi ini.

5. TO LISTEN TO MUSIC AGAIN
Mungkin ini lebih tepatnya ... saya mau membeli album idola saya dengan cara legal. Mau beli album, mau beli digital album (iya, saya mau beli iPhone kalau begini caranya) dan hal-hal yang bisa mendukung mereka untuk terus berkarya.

Karena saya berharap, kontribusi sekecil membeli album bisa membuat mereka terus berkarya. Kalau sudah begini, saya tidak mungkin bisa membunuh diri sendiri bukan?

6. TO EXPERIENCE A NEW CULTURE
Saya punya mimpi, untuk bekerja di luar Kalimantan yang mana kamu akan paham jika seumur hidup tinggal di Kalimantan dan bekerja di luar negeri.

Kata orang-orang, mimpi saya ketinggian.

Kata Ibu saya, mimpi saya tidak rasional.

Perempuan seharusnya berpikiran untuk bekerja dan mencari jodoh setelahnya. Namun, saya tidak mau menikah muda.

Bahkan tidak yakin mau menikah atau akan melajang seumur hidup.

7. TO MAKE NEW FRIEND
Saya ingin punya teman yang benar-benar bisa menerima saya apa adanya, bukan ada apanya.

Selama ini, saya justru tidak cocok dengan lingkungan sekitar. Saya terlalu kritis, saya terlalu banyak mempertanyakan keputusan seseorang, sehingga saya bukanlah favorit semua orang. Orang yang cocok dengan saya justru orang yang berada di dunia maya dan itu membuat saya sedih.

Teman nyata ... apa mungkin saya menemukannya?

8. TO LEARN FROM YOUR MISTAKE
Saya tidak ingin menjadi manusia jumawa. Saya punya banyak kesalahan dan saya ingin semua kesalahan itu membuat diri ini menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Saya pelupa, pemecahan masalahnya saya memasang SolCalendar dan meletakkan time table serta alarm-nya selalu menyala setiap 2 jam sebelum waktu kegiatan tiba.

Saya selalu menunda-nunda, akibatnya sekarang kesusahan sendiri. Pemecahan masalahnya adalah memiliki target untuk bisa menjadi lebih baik lagi.

Masih banyak hal yang harus saya perbaiki dari diri ini dan untuk itu, saya akan berjuang untuk memecahkan masalah-masalah yang saya timbulkan.

9. TO INSPIRE
Menjadi seseorang yang menginspirasi itu berat. Saya tidak punya bakat untuk menginspirasi, tapi saya suka menulis.

Hanya saja, apa ini berharga untuk menjadikan saya sebagai orang yang menginspirasi?

10. TO TO HAVE YOUR OWN CHILDREN
Saya ingin mengoreksi. Saya ingin bisa merawat anak menjadi manusia yang lebih baik dari saya. Tidak peduli dia anak kandung saya atau anak angkat.

Karena saya orang dewasa yang bisa menentukan pilihan untuk merawat anak orang lain sebagai anak saya atau melahirkan manusia baru di dunia ini.

Menikah bukan tentang punya anak. Punya anak juga bukan tentang menjadi ajang lomba memamerkan kebahagiaan hidup.

11. TO TO ADOPT YOUR OWN PET
Saya ingin mengadopsi kucing, saat saat benar-benar yakin bisa berkomitmen.

12. TO MAKE YOURSELF PROUD
Dengan menerbitkan novel, itu adalah mewujudkan mimpi saya sendari dulu. Kebangaan yang pasti tidak akan mengalahkan apa pun pencapaian saya selama hidup berlangsung.

Karena pada akhirnya saya pasti akan merasa, "ternyata tulisan saya berharga bagi satu penerbit."

13. TO MEET YOUR IDOL
Sebentar ... saya harus mulai menentukan setelah VIXX, siapa yang harus saya idolakan.

NU'EST mungkin? Saya mau bertemu Hwang Minhyun dan mau bilang, "terima kasih telah bekerja keras dan jangan lupa bahagia."

*lalu mengembalikan semangat belajar bahasa inggris dan koriyah*

14. TO LAUGH UNTIL YOUR CRY
Saya berharap, tawa ini bukan karena menonton acara. Ini terjadi karena seseorang yang berharga dalam hidup saya.

15. TO FEEL TEARS OF HAPINESS
Bahagia itu apa?

Saya sedang mencari tahu dan mungkin, ini adalah pekerjaan rumah seumur hidup tentang makna kebahagiaan.

16. TO EAT YOUR FAVORITE FOOD
Daripada makan, saya ingin bisa membuat konten video di mana berbagi cara memasak makanan Indonesia. Agar makanan Indonesia seterkenal makanan Korea dan Jepang.

Saya jujur selalu iri dengan konten video Honeykki, Ochikeron, Maangchi dan juga The Cooking Tree.

Akan diusahakan untuk bisa membuat konten video seperti itu. Doakan misi saya berhasil.

17. TO SEE YOUR SIBLINGS GROW
Melihat adik saya bisa hidup mandiri adalah impian saya. Dia tidak seperti anak normal lainnya, jadi secara tidak langsung saya menanggung beban untuk melihatnya hidup baik-baik saja.

18. TO PASS COLLEGE
Saya sedang mengusahakannya. Tahun ini saya harus wisuda!

19. TO GET A TATTO
Mungkin ini bisa diganti dengan, "saya ingin mencoba tatto kontemporer."

Karena agama saya melarang untuk mentato tubuh dan juga ... saya takut jarum.

20. TO SMILE UNTIL YOUR CHEEKS HURT
Saya bahkan kadang kalau senyum masih suka terasa sakit. Namun, saya akan mencoba untuk terlihat lebih ramah.

Bukan untuk menarik perhatian lawan jenis, saya ingin membuat lawan bicara saya merasa dihargai.

21. TO MEET YOUR INTERNET FRIEND
Benar, saya harus bertemu dengan mereka!

Saya berhara bisa bertemu dengan Nadia dan Nita.

22. TO FIND SOMEONE WHO LOVES YOU LIKE YOU DESERVE
Apa orang tua tidak termasuk?

Saya skeptis ada seseorang yang cukup gila berani mencintai orang seperti ini.

23. TO EAT ICE CREAM ON A HOT DAY
Please, saya masih penasaran dengan sorbet, kedai es krim yang ada sejak jaman penjajahan Belanda di Jakarta dan makan Hagen Daaz.

24. TO DRINK A HOT CHOCOLATE ON A COLD DAY
Di negara bersalju.

Oke, saya mulai halu.

25. TO SEE UNTOUCHED SNOW IN THE MORNING
Saya harus bekerja keras untuk bisa tinggal di negara 4 musim kalau begitu.

26. TO SEE A SUNSET THAT SETS THE SKY ON FIRE
Saya mau melihatnya di Bali dan juga di apartemen lantai yang cukup tinggi.

Oke, saya harus bekerja lebih giat kalau ingin mewujudkannya atau ini akan berakhir menjadi halu saja.

27. TO SEE THE STARS LIGHT UP THE SKY
Saya terpikirkan Islandia.

Alasan lainnya saya harus bekerja keras.

28. TO READ A BOOK THAT CHANGES YOUR LIFE
Saya akan membagikannya kemari jika menemukannya. Namun, sepertinya saya pertama-tama harus bisa mengalahkan rasa malas untuk membaca buku cetak.

29. TO SEE FLOWERS IN THE SPRING
Di Jepang, saya ingin melihat bunga Sakura dan bunga Plum.

Apa tidak bisa juga ini ditambah dengan musim panas saya ingin melihat padang bunga matahari?

30. TO SEE THE LEAVE CHANGE FROM GREEN TO BROWN
Saya harus melihat musim gugur ke mana?

Oh, Korea Selatan sepertinya menarik.

*lalu melihat daftar backpacker Korea*

31. TO TRAVEL ABOARD
Korea Selatan, Jepang, Islandia dan Mekah.

32. TO LEARN A NEW LANGUAGE
Belajar Bahasa Korea dan mengambil kursus online S1 Sastra Inggris.

33. TO LEARN A DRAW
Iya, saya ingin belajar membuat gambar watercolor yang floral. Saya juga ingin membuat gambar untuk setiap postingan berasal dari itu.

34. TO TELL OTHERS YOUR STORY IN HOPES OF HELPING THEM
Saya sedang berjuang dan semoga suatu saat nanti memang bisa menolong orang-orang yang membutuhkan.

35. TO LOOK BACK ON THIS MOMENT IN 10 YEARS TIME AND REALIZE YOU DID IT
Mari kita lihat apa yang akan saya tuliskan 10 tahun yang akan datang.



Panjang ternyata postingan ini dan saya butuh waktu 4 hari untuk menyelesaikannya ... karena mager. Semoga 10 tahun yang akan datang (15 Januari 2028) saya akan menuliskan apa yang terjadi setelah menuliskan hal ini.

Semangat Mei, kamu pasti bisa!